Komunitas Tari Jawa Lakukan Ini Lestarikan Budaya Indonesia

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Sabtu, 01 September 2018 | 10:32 WIB
Komunitas Tari Jawa Lakukan Ini Lestarikan Budaya Indonesia
Komunitas Pecinta Tari Jawa (IST)

Suara.com - Seni tradisional, khususnya tari seakan mulai menghilang seiring perkembangan zaman yang kini serba modern.

Tak sedikit generasi muda lebih memilih aktivitas lain yang mengikuti tren, dibanding harus mempelajari seni tari tradisional.

Padahal, di tangan merekalah tradisi dan budaya bangsa dapat terus hidup juga berkembang, menjadi salah satu yang membanggakan, baik di mata masyarakatnya sendiri maupun dunia.

Untuk terus menghidupkan seni tari tradisional, Purwakanthi dibentuk oleh sembilan orang perempuan pada 5 Juli 2013 silam.

Mereka ialah Yoesi Ariani, Janti, Mia, Tari, Sori, Martini, Tina, Mitha dan Mercy. Kini, nama Purwakanthi semakin dikenal sebagai salah satu komunitas pecinta tari Jawa dengan latar belakang profesi yang berbeda, mulai dari masyarakat, kaum muda hingga pelajar.

Komunitas pecinta tari Jawa
Komunitas pecinta tari Jawa (IST)

Purwakanthi sendiri, jelas Yoesi Ariyani, pendiri komunitas ini, berarti “Awal dari Kebersamaan”.

Dengan nama ini, ia berharap bahwa Purwakanthi selalu memiliki semangat kebersamaan untuk mengolah rasa, raga dan irama, dalam melestarikan dan mengembangkan seni tari Jawa sesuai dengan pakem atau aturan dari para sesepuh nenek moyang terdahulu.

Meski seni tari Jawa cukup beragam, kata dia, Purwakanthi cukup memfokuskan pada seni tari klasik Surakarta, seperti Tari Rantaya, Tari Golek, Tari Gambyong, Bedhaya dan Srimpi.

ist
ist

"Misi kami memang ingin mengembangkan seni tari klasik Surakarta di Purwakanthi. Kami ingin semakin banyak yang bisa mencintai tari Jawa Klasik Surakarta dan dapat menarikannya dari hati dengan baik dan benar sesuai pakemnya," ujar dia.

baca juga

Kini, nama Purwakanthi semakin berhasil menularkan 'virus' seni tari Jawa Surakarta, ke lebih dari 75 orang anggotanya dengan usia yang beragam mulai dari usia 14 - 55 tahun.

Mereka secara rutin berlatih menari seminggu sekali di hari Sabtu atau Minggu mulai pukul jam 9.00 - 15.00 WIB di Waroeng Solo Kemang, Jakarta Selatan.

Setelah belajar menari, Purwakanthi kerap mengajak para anggotanya untuk pentas di depan khalayak. Pementasan hasil latihan, menurutnya merupakan tahap menguji mental untuk menampilkan kemampuan diri di hadapan banyak orang.

"Seni tari Jawa menuntut ketrampilan untuk setiap penari. Apalagi, semua gerakan yang dilakukan juga bermanfaat untuk hal lain, seperti Melatih keseimbangan, ketahanan tubuh, meningkatkan energi dan kebugaran tubuh," ungkapnya.

(ist)
(ist)

Sejumlah pentas dan kegiatan pun sudah dilaksanakan Purwakanthi dan mendapat sambutan yang baik dari mereka yang menyaksikan.

Mulai Lelangen Malem Jemuah Legen, Tari Merak, Gambyong, Gambiranom di Gathering DMC, Tari Bedhayan Purwakanthi, hingga Tari Bedhaya “Sapta Harga” di Festival Bedhayan Gedung Kesenian Jakarta.

Yoesi berharap, apa yang ia lakukan bersama teman-temannya, bisa menjadi motivasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi yang telah lama dibentuk oleh nenek moyang terdulu.

Nah, ingin bergabung dengan komunitas ini? Yoesi mengajak siapapun yang berminat dengan seni tari tradisional bisa datang di latihan rutin mereka di Waroeng Solo.

Sebagai anak muda dengan nasionalisme yang tinggi, tidak ada salahnya mengenal Tari Tradisional di zaman modern.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wah, Ada Tarian 'Mistis' di Galeri Indonesia Kaya

Wah, Ada Tarian 'Mistis' di Galeri Indonesia Kaya

Lifestyle | Minggu, 12 Maret 2017 | 19:57 WIB

Agar Sanggar Topeng Gunungsari Eksis, Ini Yang Dilakukan Pengurus

Agar Sanggar Topeng Gunungsari Eksis, Ini Yang Dilakukan Pengurus

Lifestyle | Minggu, 26 Februari 2017 | 19:10 WIB

1200 Penari Ramaikan "Indonesia Menari 2014"

1200 Penari Ramaikan "Indonesia Menari 2014"

Lifestyle | Kamis, 13 November 2014 | 18:57 WIB

Terkini

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

×