Fenomena Koruptor Cengar-cengir di Indonesia, Ini Kata Psikolog

Ade Indra Kusuma

Selasa, 11 September 2018 | 16:00 WIB
Fenomena Koruptor Cengar-cengir di Indonesia, Ini Kata Psikolog
Fenomena ekspresi koruptor di Indonesia [Instagram]

Suara.com - Mengapa para koruptor masih saja cengar-cengir menebar senyuman saat ditahan KPK? Potret inilah yang terjadi, bahwa di Indonesia kita gagal mempermalukan koruptor.

Bila dibandingkan antara koruptor dengan copet misalnya, keduanya sama-sama melakukan tindak kejahatan pidana, namun kita melihat ekspresi berbeda saat mereka ditangkap, copet sering menutup muka dan menyembunyikan wajah saat berhadapan dengan kamera wartawan, lah koruptor?

DItambah lagi, fenomena jamaah koruptor seperti yang terjadi baru-baru ini 41 Anggota DPRD Malang terlibat tindak korupsi.

Fenomena koruptor senyum tanpa malu ini menurut psikolog Erna Marina  hanya terjadi di Indonesia. Bila kita membandingkan dengan negara lain seperti china dan Jepang, maka akan terlihat perlakuan dan ancaman hukuman yang sangat berbeda dengan koruptor di Indonesia

"Mengenai korupsi di luar negeri sejak kecil itu di sana ditanam budaya integritas dan kejujuran. Punishment dari masayaraktnya juga lebih berat. Mereka akan langsung dianggap rendah jika korupsi dan dianggap memalukan keluarga," ujarnya saat dihubungi Suara.com, Selasa (11/9/2018).

Di Indonesia bukannya tidak malu, namun menurut Erna banyak sekali orang Indonesia itu kerap ingin eksis dalam segala hal. Meski melakukan korupsi namun tetap ingin menjaga image di depan publik.

"Sebenernya tidak ada sindrome atau penyakit kenapa orang bisa korupsi ya, namun seringkali orang ingin menjadi pusat perhatian sehingga melakukan hal-hal yang bisa membuat mereka jadi perhatian meskipun terkadang dengan cara yang negatif,"

Korupsi seringkali terjadi karena fenomena panjat sosial yang seiring zaman berkembang di masyarakat. Tuntutan hidup yang semakin tinggi dan gaya hidup konsumtif membuat banyak orang ingin mendapatkan lebih dengan cara yang mudah.

"Orang-orang itu suka menarik perhatian, iri, ingin pamer, ambisius , gaya kehidupan yang konsumtif, mewah, dan seringkali orang yang melihatnya mudah tergoda. Maka dari itulah fenomena panjat sosial membuat masyarakat kita mudah untuk melakukan korupsi,"

baca juga

Dilain pihak, Suara.com merangkum pendapat dari berbagai sumber, salah satunya adalah peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada Hifdzil Alim menilai, senyum koruptor yang berusaha dibuat tampil manis, seakan tanpa beban itu bisa melukai hati rakyat dua kali. Aksi mereka juga dianggap merendahkan wibawa hukum Indonesia.

Apalagi, mereka yang terjerat juga masih berkoar tidak bersalah kepada publik. “Tentunya, itu tak perlu ditanya, pasti menyakiti. Ketika mereka ditetapkan sebagai tersangka korupsi dan kemungkinan besar bersalah itu sudah menyakitkan hati, ditambah lagi mereka senyam-senyum itu sangat menyakitkan hati,” kata Hifdzil Alim.

Ada kalanya tuntutan hidup yang tinggi sedang honor pekerjaan tidak memadai dapat mendorong orang untuk melakukan korupsi.

"Jika kita lihat di Indonesia saat ini sebenernya pemerintah sudah berusaha mengatasinya denga cara menaikkan tarif UMR, memberikan jasa pendidikan dan kesehatan secara gratis. Hal-hal ini sebenernya langkah yang baik untuk membantu mengurangi korupsi sampai level terbawah," beber Erna.

Erna berharap generasi koruptor putus dan tidak berkembang lagi.Hal ini bisa dicapai dari pendidikan dini para orangtua di rumah.

"Untuk menghilangkan sifat korup, atau korupsi tentunya perlu di lakukan pembentukan karakter sejak dini. Pola asuh di rumah akan sangat mempengaruhi pembentukan karakter seorang anak," tegas Erna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelatih Mauritius Waspadai Sejumlah Penggawa Garuda

Pelatih Mauritius Waspadai Sejumlah Penggawa Garuda

Bola | Selasa, 11 September 2018 | 14:53 WIB

Nursaka, Bocah SD Setiap Hari Lintasi Dua Negara Demi Sekolah

Nursaka, Bocah SD Setiap Hari Lintasi Dua Negara Demi Sekolah

News | Selasa, 11 September 2018 | 14:47 WIB

Polisi Larang Diskusi Waras Politik Ahmad Dhani di Surabaya

Polisi Larang Diskusi Waras Politik Ahmad Dhani di Surabaya

News | Selasa, 11 September 2018 | 14:44 WIB

Terkini

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:09 WIB

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki

Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki

Sport | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset

Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok

Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:39 WIB

×