Mengenal Inemuri, Budaya Tidur saat Bekerja di Jepang

Ade Indra Kusuma, Dinda Rachmawati

Kamis, 13 September 2018 | 16:22 WIB
Mengenal Inemuri, Budaya Tidur saat Bekerja di Jepang
Inemuri, budaya tidur masyarakat Jepang di tengah jam kerja [Instagram]

Suara.com - Sebagian besar negara di dunia mungkin menganggap tidur saat bekerja adalah hal yang merugikan pekerjaan. Tetapi di Jepang, tidur saat bekerja adalah hal biasa dan diterima secara sosial. 

Bahkan, tidur di tempat kerja sering dilihat sebagai tanda ketekunan. Ada anggapan seperti, "Orang tersebut sangat berdedikasi pada pekerjaannya, sehingga mereka bekerja sampai kelelahan,".

Namun, Anda jangan salah mengira, bahwa dengan budaya tidur saat bekerja seperti ini, masyarakat Jepang memiliki waktu tidur yang cukup banyak dalam hidup mereka.

Jepang justru adalah salah satu negara yang paling kurang tidur di dunia. Satu studi menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat Jepang tidur hanya 6 jam 35 menit setiap malamnya. Oleh karena itu, Anda mungkin akan melihat banyak masyarakat Jepang tertidur selama perjalanan atau tidur saat sedang bekerja, di taman, di kedai kopi, di toko buku, di pusat perbelanjaan, dan di tempat umum lainnya. 

Inemuri, budaya tidur masyarakat Jepang di tengah jam kerja
Inemuri, budaya tidur masyarakat Jepang di tengah jam kerja

Jadi, tak mengeherankan bukan, jika Jepang memiliki budaya 'inemuri' yang berarti hadir saat tidur. Untuk mengetahui hal ini lebih dalam, Seorang sarjana di Universitas Cambridge, Dr. Brigitte Steger, mempelajari budaya tersebut.

“Saya pertama kali menemukan sikap yang menarik terkait kebiasaan tidur ini, saat pertama kali saya tinggal di Jepang pada akhir 1980-an. Pada saat itu Jepang berada di kondisi puncak, yang dikenal sebagai Bubble Economy, sebuah fase ledakan spekulatif yang luar biasa. Kehidupan sehari-hari mereia juga sibuk. Orang-orang mengisi jadwal mereka dengan janji kerja dan rekreasi, dan hampir tidak punya waktu untuk tidur," tulisnya dalam sebuah artikel di BBC. 

Selama periode tersebut atau yang terjadi pascaperang dunia, bahwa masyarakat Jepang memperoleh reputasi bangsa pekerja keras tanpa waktu untuk tidur. Orang-orang bekerja berjam-jam dan kemudian tidur siang di rumah, dan kembali lagi ke tempat kerja. Kebiasaan tidur saat bekerja sangat terkenal. 

Bahkan, banyak siswa yang belajar hingga larut dan kemudian tertidur selama kelas pagi berikutnya. Tampaknya kontradiktif, tetapi toleransi untuk tertidur selama pertemuan, kelas, dan pertemuan sosial telah tersebar luas dalam budaya Jepang. Meski begitu, tetap ada aturan untuk inemuri. 

"Itu tergantung siapa Anda. Jika Anda baru di perusahaan dan harus menunjukkan seberapa aktif Anda terlibat, Anda tidak bisa tidur saat bekerja. Usia juga cukup mempengaruhi, misalnya Anda memiliki usia 40 atau 50 tahun, maka Anda bisa tidur saat bekerja. Semakin tinggi tangga sosial Anda, Anda juga semakin dibolehkan tidur," kata dia.

baca juga

Petunjuk lain untuk mengartikan etiket rumit inemuri terletak pada istilah itu sendiri, yakni hadir saat tidur. 

"Meskipun tidur, secara mental mungkin membuat kita 'jauh' dan tak sadar, mereka harus dapat kembali ke situasi sosial ketika mereka diperlukan secara aktif," kata Steger. 

"Tubuh Anda perlu berpura-pura bahwa Anda aktif dalam pertemuan, seperti Anda berkonsentrasi. Anda tidak bisa tidur di bawah meja atau apa pun. Tidur saat bekerja mudah ditemui, jika ingin mengikuti, Anda harus duduk seolah Anda mendengarkan dengan saksama, dan cukup tundukkan kepala, dan tidur" ujar dia lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dampak Gempa Jepang, Toyota Hentikan Produksi Sementara

Dampak Gempa Jepang, Toyota Hentikan Produksi Sementara

Otomotif | Selasa, 11 September 2018 | 23:00 WIB

Ini Penyebab Somniloquy, Gangguan Berbicara saat Tidur

Ini Penyebab Somniloquy, Gangguan Berbicara saat Tidur

Health | Selasa, 11 September 2018 | 15:00 WIB

Sering Bicara dalam Tidur, Berbahayakah?

Sering Bicara dalam Tidur, Berbahayakah?

Health | Selasa, 11 September 2018 | 10:50 WIB

Terkini

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:24 WIB

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:21 WIB

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:19 WIB

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:08 WIB

×