Menpar Dijadwalkan Hadir dalam Festival Likurai Timor 2018

Fabiola Febrinastri

Kamis, 04 Oktober 2018 | 15:00 WIB
Menpar Dijadwalkan Hadir dalam Festival Likurai Timor 2018
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Bukit Fulan Fehan, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dipilih menjadi tuan rumah Festival Likurai Timor 2018. Ribuan penari Likurai akan beraksi di sini, digelar 4-7 Oktober 2018.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya dijadwalkan hadir di Fulan Fehan.

Tahun ini, Festival Likurai Timor 2018 masuk dalam agenda pariwisata nasional. Banyak kesenian dan budaya yang akan disajikan.

Salah satunya, tari kolosal khas Belu, NTT. Festival budaya yang diselenggarakan di wilayah perbatasan ini juga melibatkan penari Likurai dari Timor Leste. Menpar menyambut baik inisiatif dari pemerintah daerah Belu, karena menjadikan Festival Likurai sebagai acara lintas batas.

"Kunci untuk menarik negara tetangga terletak pada seni dan budaya, musik dan kuliner. Orang-orang dari Timor Leste dapat mengajukan permohonan visa bebas untuk memasuki Indonesia, dan bahkan menggunakan mata uang mereka sendiri untuk berbelanja di sini. Pemerintah daerah, gubernur, walikota dan bupati sebaiknya berkomitmen menjaga akses, akomodasi dan ketertarikan di wilayahnya," katanya, Selasa (2/10/2018).

Festival Likurai adalah pesta tarian perang dari masyarakat pulau Timor, khususnya mereka yang tinggal di Kabupaten Belu. Tarian tersebut menggambarkan pertarungan penduduk setempat untuk mengusir penjajah selama masa penjajahan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, mengatakan, festival ini digelar persis di perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Puncak kegiatan menampilkan ribuan penari Likurai di objek wisata alam Fulan Fehan, di lembah kaki Gunung Lakaan.

"Itu tentu sesuatu yang membanggakan buat kita. Bahwa seni budaya NTT, khususnya tarian Likurai, masuk dalam agenda pariwisata nasional," kata Marius.

Menurutnya, Festival Likurai Timor 2018 diselenggarakan untuk meningkatkan seni dan budaya tradisional Indonesia. Selain itu mendorong pariwisata daerah Kabupaten Balu.

baca juga

Tahun lalu, total 6 ribu penari berhasil memecahkan rekor MURI untuk jumlah penari tradisional terbanyak. Tahun ini, rekor tersebut akan dipecahkan sendiri.

"Prestasi tersebut mampu mengangkat seni dan budaya tradisional Indonesia dan layak disaksikan oleh wisatawan. Tahun ini, penarinya disiapkan lebih banyak lagi," ungkapnya.

Sekadar informasi, Tarian Likurai pertama kali dilakukan untuk menyambut pahlawan desa yang pulang dari perang. Berabad-abad yang lalu, ada tradisi pemancungan musuh di Belu. Tarian itu akan dilakukan untuk merayakan kemenangan mereka.

Tarian Likurai juga dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan mereka karena pahlawan mereka pulang dengan selamat.

Sejak Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, tradisi pemancungan tidak lagi ada. Namun, penduduk desa Belu melestarikan tarian Likurai dan melakukannya untuk menyambut tamu mereka.

Saat ini, Tarian Likurai sering dilakukan saat menyambut para tamu VIP, selama upacara adat atau selama festival budaya. Tarian ini biasanya dilakukan oleh penari lelaki dengan pedang, sedangkan penari perempuan akan menggunakan tihar (drum kecil).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Babak Belur di Kandang Sendiri: Akhir Perjalanan Tragis AS, Kanada, dan Meksiko di Piala Dunia 2026

Babak Belur di Kandang Sendiri: Akhir Perjalanan Tragis AS, Kanada, dan Meksiko di Piala Dunia 2026

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:54 WIB

Kenapa Tuan Rumah Piala Dunia 2026 di 3 Negara?

Kenapa Tuan Rumah Piala Dunia 2026 di 3 Negara?

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:05 WIB

Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Siapa Saja? Ini Daftar Stadionnya

Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Siapa Saja? Ini Daftar Stadionnya

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:40 WIB

Mitos Keuntungan Tuan Rumah Piala Dunia: Banyak yang Gagal, Cuma 6 yang Juara

Mitos Keuntungan Tuan Rumah Piala Dunia: Banyak yang Gagal, Cuma 6 yang Juara

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:05 WIB

Belum Mulai, Piala Dunia 2026 Amerika Serikat Dijuluki Tuan Rumah Terburuk Sepanjang Masa

Belum Mulai, Piala Dunia 2026 Amerika Serikat Dijuluki Tuan Rumah Terburuk Sepanjang Masa

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:36 WIB

Profil Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Amerika Serikat - Jadi Jantung Turnamen Sepak Bola Dunia

Profil Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Amerika Serikat - Jadi Jantung Turnamen Sepak Bola Dunia

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:27 WIB

Qatar Resmi Gelar Piala Dunia U-17 2026 November Mendatang, Diikuti 48 Negara

Qatar Resmi Gelar Piala Dunia U-17 2026 November Mendatang, Diikuti 48 Negara

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 11:23 WIB

Jadi Tuan Rumah GP Brasil, Ini Perjalanan Diogo Moreira Sampai di MotoGP

Jadi Tuan Rumah GP Brasil, Ini Perjalanan Diogo Moreira Sampai di MotoGP

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:25 WIB

International Parade Marching Carnival Sukses Digelar, Jember Siap Jadi Pusat Event Berskala Dunia

International Parade Marching Carnival Sukses Digelar, Jember Siap Jadi Pusat Event Berskala Dunia

News | Senin, 17 November 2025 | 15:31 WIB

Ambisi Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2036 Diganggu Qatar dan India

Ambisi Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2036 Diganggu Qatar dan India

Sport | Selasa, 05 Agustus 2025 | 14:40 WIB

Terkini

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:11 WIB

×