Wah Ikan Kembung Lebih Bergizi Dibanding Salmon Lho

Silfa Humairah Utami, Firsta Nodia

Kamis, 11 Oktober 2018 | 16:04 WIB
Wah Ikan Kembung Lebih Bergizi Dibanding Salmon Lho
ilustrasi Ikan kembung lebih bergizi dibanding ikan salmon. (Shutterstock)

Suara.com - Masih ada anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa konsumsi ikan impor seperti salmon atau tuna lebih bergizi dibandingkan konsumsi ikan kembung yang mudah dijumpai di warung-warung nasi.

Padahal disampaikan Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Machmud, ikan lokal lebih unggul dalam hal gizi dibandingkan ikan impor.

Ia mencontohkan, dibandingkan ikan salmon, ikan kembung memiliki protein, omega 3, hingga zat besi yang lebih tinggi dibandingkan salmon. Bahkan untuk teripang sendiri atau timun laut 96 persen kandungan gizinya adalah zat besi.

"Ikan kita itu banyak sekali. Tapi masyarakat masih belum menyadari betapa bergizinya ikan-ikan lokal kita. Apalagi di negara kita mendapatkan ikan segar jauh lebih mudah dibandingkan ikan impor yang sudah pasti dibekukan dan nilai gizinya banyak yang sudah menurun ketika sampai ke Indonesia," ujar Machmud dalam Peluncuran Jejaring I-PLAN, Kamis (11/10/2018).

Ia menambahkan, anggapan bahwa salmon lebih bergizi tak lepas dari upaya promosi para pemasok salmon yang luar biasa. Salah satu produsen salmon di Norwegia misalnya bisa memproduksi satu juta ton salmon yang diekspor ke berbagai negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki pola konsumtif barang impor yang cukup tinggi.

"Jadi itu sebabnya kita galakkan 'Ayo Makan Ikan' terutama ikan-ikan lokal untuk mengubah persepsi masyarakat bahwa ikan lokal juga kaya gizi kok. Kalau mau yang murah bisa pilih ikan lele, patin itu proteinnya tinggi. Harganya juga lebih murah karena tidak terpengaruh musim seperti ikan laut," tambah dia.

Machmud juga mengajak para nelayan di Indonesia untuk mengonsumsi sebagian ikan hasil tangkapannya demi memenuhi gizi anggota keluarganya. Pasalnya yang terjadi para nelayan justru menjual semua tangkapannya dan menggunakan pendapatannya untuk sumber pangan yang kurang bergizi.

"Buat beli mi instan, rokok. Padahal harusnya ikan dimakan. Perilaku ini yang harus ada pembelajaran. Lalu terkait dengan kualitas bagaimana masyarakat supaya mendapat ikan yang segar. Oleh karena itu cara penanganan ikan juga harus ditingkatkan untuk menjaga kualitas gizi ikan ketika dikonsumsi," tandas dia.

Jadi banyak konsumsi ikan kembung lebih bergizi lho daripada ikan salmon. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ibu Malas Makan Ikan Bikin Angka Stunting di Indonesia Tinggi

Ibu Malas Makan Ikan Bikin Angka Stunting di Indonesia Tinggi

Health | Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:42 WIB

Ikan Tak Lagi Bernutrisi Jika Disimpan dengan Cara Ini

Ikan Tak Lagi Bernutrisi Jika Disimpan dengan Cara Ini

Lifestyle | Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:30 WIB

3 Alasan Mengapa Makan Ikan Dianjurkan untuk Kesehatan

3 Alasan Mengapa Makan Ikan Dianjurkan untuk Kesehatan

Health | Senin, 08 Oktober 2018 | 15:30 WIB

Terkini

Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa? Ini Alasan Pemerintah Mendata Semua Jenis Usaha

Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa? Ini Alasan Pemerintah Mendata Semua Jenis Usaha

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 10:44 WIB

Menghidupkan Kembali Taman Kota: Upaya Ayo ke Taman Ubah Cara Warga Memanfaatkan Ruang Publik

Menghidupkan Kembali Taman Kota: Upaya Ayo ke Taman Ubah Cara Warga Memanfaatkan Ruang Publik

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 10:29 WIB

8 Manfaat Jalan Kaki Pagi bagi Lansia, Sederhana tapi Baik untuk Kesehatan

8 Manfaat Jalan Kaki Pagi bagi Lansia, Sederhana tapi Baik untuk Kesehatan

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 10:27 WIB

Wardah Skin Tint Pink Bagus atau Tidak? Ini Review Pembeli, Harga, dan Kelebihannya

Wardah Skin Tint Pink Bagus atau Tidak? Ini Review Pembeli, Harga, dan Kelebihannya

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 10:17 WIB

Daftar Promo HUT Jakarta 2026, Liburan Gratis di Jakarta Tanpa Perlu KTP DKI

Daftar Promo HUT Jakarta 2026, Liburan Gratis di Jakarta Tanpa Perlu KTP DKI

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 10:15 WIB

Viva Compact Powder Lilac untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Penggunanya

Viva Compact Powder Lilac untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Penggunanya

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 09:44 WIB

7 Tips Feng Shui yang Dipercaya Membawa Keberuntungan di Hari Senin

7 Tips Feng Shui yang Dipercaya Membawa Keberuntungan di Hari Senin

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 09:35 WIB

4 Zodiak Ini Bakal Ketiban Hoki Besar pada 22 Juni 2026, Apakah Kamu Termasuk?

4 Zodiak Ini Bakal Ketiban Hoki Besar pada 22 Juni 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 07:31 WIB

5 Sepatu Lari Wanita Diadora yang Nyaman Dipakai, Harga Promo Mulai Rp349 Ribuan

5 Sepatu Lari Wanita Diadora yang Nyaman Dipakai, Harga Promo Mulai Rp349 Ribuan

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 07:21 WIB

Terpopuler: Cushion Anti Luntur saat Berkeringat, Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

Terpopuler: Cushion Anti Luntur saat Berkeringat, Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 06:35 WIB