290 Brand Ternama Komitmen Kurangi Produksi Limbah Plastik

Ade Indra Kusuma

Jum'at, 02 November 2018 | 17:09 WIB
290 Brand Ternama Komitmen Kurangi Produksi Limbah Plastik
ilustrasi merek fashion H&M [shutyterstock]

Suara.com - Komitmen untuk menghilangkan limbah plastik dan polusi pada telah ditandatangani oleh 290 brand dan organisasi yang tergabung. The New Plastics Economy Global Commitment ini secara resmi diresmikan oleh Ellen MacArthur dalam Our Ocean Conference di Bali pada Oktober 2018.

Mengutip Ellen MacArthur Foundation, komitmen ini bertujuan untuk meminimalisir polusi plastik. 

"Kita tahu bahwa membersihkan plastik dari pantai dan lautan adalah hal yang vital, tetapi ini tidak menghentikan gelombang plastik memasuki lautan setiap tahun. Kita perlu bergerak, perlu komitmen global dengan pebisnis, pemerintah dan lainnya di seluruh dunia," seru Ellen.

Diperkirakan pada tahun 2050, akan ada lebih banyak sampah plastik di laut daripada ikan. Industri fashion disinyalir berkontribusi besar dalam polusi sampah plastik.

Penelitian tahun lalu menyebutkan bahwa pakaian melepaskan setengah juta ton mikrofiber ke laut setiap tahun. Volume itu setara dengan 50 miliar botol plastik.

Ada 3 target yang dituju. Pertama, menghilangkan kemasan plastik yang bermasalah atau tidak perlu dan pindahkan dari sekali pakai untuk menggunakan kembali model kemasan, kedua berinovasi untuk memastikan 100% kemasan plastik dapat dengan mudah dan aman digunakan kembali, didaur ulang, atau dibuat kompos pada tahun 2025, dan terakhir meningkatkan sirkulasi plastik yang dihasilkan, dengan meningkatkan jumlah plastik yang digunakan kembali atau didaur ulang dan dibuat menjadi kemasan atau produk baru.

Penandatangan komitmen ini meliputi banyak brand terkenal terkenal. Ada Danone, Unilever, H & M Group, L'Oreal, Mars, Incorporated, PepsiCo, The Coca-Cola Company, Burberry, Stella McCartney,  Inditex, produsen packaging seperti Amcor, produsen plastik Novamont, hingga spesialis manajemen sumber daya Veolia ikut andil dalam komitmen ini.

"Krisis plastik hanya dapat diselesaikan dengan upaya gabungan dari semua pemain kunci dalam sistem. Strategi World Wide Fund for Nature (WWF) dalam plastik adalah untuk mengadvokasi, memperkuat dan mempercepat rangkaian inisiatif yang terhubung untuk perubahan; oleh karena itu kami bekerja sama dengan organisasi-organisasi kunci seperti Yayasan Ellen MacArthur, untuk menyampaikan pesan bersama tentang komitmen bersama perusahaan, masyarakat sipil, pemerintah dan warga negara. Oleh karena itu WWF mengesahkan Komitmen Global The New Plastics Economy karena kami menganggapnya sebagai langkah maju yang penting untuk bergabung dengan upaya bisnis dan pemerintah di seluruh dunia terhadap solusi di seluruh sistem," seru Pavan Sukhdev, Presiden WWF Internasional.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keliling Kota Surabaya Cukup dengan Sampah Plastik, Bisa!

Keliling Kota Surabaya Cukup dengan Sampah Plastik, Bisa!

Lifestyle | Selasa, 18 September 2018 | 12:57 WIB

Sarung Tangan Keren H&M Ini Ternyata Dibuat dari Sampah Plastik

Sarung Tangan Keren H&M Ini Ternyata Dibuat dari Sampah Plastik

Lifestyle | Senin, 27 Agustus 2018 | 16:34 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×