Milenial Potret Makanan Sebelum Disantap, Ini Kata William Wongso

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Sabtu, 03 November 2018 | 13:36 WIB
Milenial Potret Makanan Sebelum Disantap, Ini Kata William Wongso
William Wongso [Suara.com/Firsta]

Suara.com - Di era seperti sekarang media sosial tampaknya tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat bahkan dalam hal makan sekalipun. Pakar kuliner William Wongso pun berpendapat bahwa digital telah mengubah semua aspek termasuk kuliner. 

Keberadaan Instagram, Facebook dan Snapchat membuat para milenial selalu repot mengabadikan menu yang akan disantapnya. Tak sekedar jepret melalui bidikan kamera maupun ponsel, mereka juga perlu memikirkan caption yang tepat sebelum mengunggahnya di media sosial.

Hingga akhirnya makanan yang akan disantap sudah terlanjur dingin. Tidak ada yang salah, namun esensi dari makanan itu sendiri tampaknya menjadi tak penting ketimbang eksistensi di media sosial.

"Sekarang dengan maraknya media sosial aspeknya makanan sebagai produk visual. Karena Instagram itu nggak bisa ngasih rasa. Ini mereka hanya kasih visual, makanan jadi dingin biarin. Rasa jadi berubah kalau sudah dingin, jadi nggak nikmatin," ujar William Wongso dalam temu media Peluncuran 'Tiga Buku Ibu Tuti Soenardi' di Jakarta, Sabtu (3/11/2018).

William tak menampik bahwa sebagai pakar kuliner yang tak terhitung telah menjajal ribuan jenis makanan dirinya juga kerap mengabadikan makanan sebelum mencobanya. Tapi hal itu tak dijadikannya kebiasaan dan selalu membatasi waktu untuk berfoto bisa segera menjajal makanannya.

"Kalau mau motret saya cepat saja, nggak bertele-tele. Jadi selesai makanan masih hangat, masih enak citarasanya ketika dimakan," tambah dia.

Ia tak menyangkal bahwa tren potret sebelum makan memengaruhi industri kuliner. Tak sedikit industri yang mendekor ulang restonya dan menyiapkan plating menu semenarik mungkin agar mendapat titel instagramable.

Menurut William mengikuti tren memang tak salah namun tentu saja keunikan resto dan citarasa lebih penting daripada sekedar tampilan Instagramable semata.

"Kita harus nikmati benar-benar makanan yang klasik jangan terkecoh dengan plating yang sekarang banyak dicari para milenial. Makanan jalanan itu bagus. Misalnya 30 tahun mereka hanya punya satu menu. Restoran itu bagusnya spesialisasi jangan nano-nano, misalnya warung soto. Ya dia jual soto saja itu biasanya akan terus dicari sampai kapanpun," tandas dia.

baca juga

Tuh guys, mending ikutin saran William Wongso. Jangan terkecoh dengan tampilan visual sebuah makanan, dan jangan potret makanan terlalu lama, karena rasanya nggak enak keburu dingin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Rahasia Milenial Sukses Berbisnis di Instagram

Ini Rahasia Milenial Sukses Berbisnis di Instagram

Lifestyle | Kamis, 01 November 2018 | 17:07 WIB

Penjelasan Polri Soal Maraknya Hoaks Penculikan Anak di Medsos

Penjelasan Polri Soal Maraknya Hoaks Penculikan Anak di Medsos

News | Rabu, 31 Oktober 2018 | 06:03 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×