Ini Durasi Liburan yang Pas agar Pikiran Kembali Fresh

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia
Ini Durasi Liburan yang Pas agar Pikiran Kembali Fresh
Ilustrasi persiapan liburan. (Shutterstock)

43 persen responden merasa sulit untuk benar-benar menutup diri dari urusan kantor saat liburan karena pengaruh digitalisasi.

Suara.com - Liburan merupakan salah satu sarana untuk menurunkan tingkat stres. Namun tahukah Anda bahwa ada beberapa aturan yang harus Anda penuhi ketika liburan, termasuk memperhatikan durasi waktunya biar saat kembali kerja Anda sudah sangat fresh.

Mengutip Nypost, sebuah penelitian terkini menemukan bahwa jika Anda ingin mendapatkan efek positif dari liburan maka sempatkanlah waktu selama empat hari untuk benar-benar terpisah dari urusan pekerjaan dan fokus untuk menikmati waktu libur Anda.

Untuk mendapatkan temuan ini tim OnePoll dan Apple Vacation mengeksplorasi kebiasaan berlibur sekitar 2000 orang Amerika. Hasilnya sebanyak 79 persen responden tidak mendapatkan hasil yang maksimal dari liburan mereka. Setelah diteliti lebih lanjut, sebagian besar responden ini memang tidak maksimal dalam menggunakan jatah libur mereka atau tidak mendapatkan hak libur dari perusahaan.

Bahkan sebanyak 37 persen responden memiliki rasa bersalah jika meninggalkan kantor terlalu lama sehingga mempengaruhi efek rilis stres dari liburan yang mereka jalani. Sekitar 26 persen lainnya juga khawatir mengambil jatah libur karena meyakini ada pengaruhnya dengan kesempatan mendapatkan promosi jabatan.

"Dedikasi ke tempat kerja ini membuat 15 persen orang Amerika merasa bersalah dan stres bahkan ketika mereka mendapatkan kesempatan untuk merencanakan liburan bagi diri mereka sendiri," ujar Sandy Babin, Wakil Presiden Pemasaran, Apple Vacations.

Dan ternyata hal ini lebih banyak dialami generasi milenial dibandingkan generasi sebelumnya. Sekitar 47 persen generasi milenial merasa bersalah ketika mengambil libur terlalu lama dibandingkan dengan generasi yang lebih tua yakni sebesar 19 persen.

Bahkan hasil penelitian ini juga menemukan bahwa 43 persen responden merasa sulit untuk benar-benar menutup diri dari urusan kantor saat liburan karena pengaruh digitalisasi. Ketika komunikasi kantor kini menggunakan WhatsApp maka urusan kantor akan sulit dipisahkan dengan urusan pribadi.

"Kebutuhan untuk relaksasi adalah hal penting bagi para karyawan. Pikiran mengenai kantor atau rasa bersalah karena pekerjaan yang tidak selesai, dapat menyulitkan wisatawan untuk sepenuhnya bersantai. Itu sebabnya hasil survei kami mengungkapkan bahwa waktu empat hari berlibur merupakan waktu ideal untuk mendapatkan sensasi rileks setelahnya," tambah Babin.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS