Banyak Fotografer Tak Tahu Arti Fesyen yang Sesungguhnya ?

RR Ukirsari Manggalani | Risna Halidi
Banyak Fotografer Tak Tahu Arti Fesyen yang Sesungguhnya ?
Kencan Rasa, komunitas yang membangun pola komunikasi [Suara.com/Risna Halidi].

Bukan tampilan fisik namun kebebasan berekspresi. Mengolah rasa subjek yang akan difoto.

Suara.com - Saat datang ke acara-acara pekan mode, Anda akan melihat banyak fotografer berlalu-lalang menenteng kamera besar-besar.

Mereka adalah kelompok yang masuk ke area peragaan paling pertama dan keluar paling akhir. Tugasnya hanya satu, mendapatkan foto sebaik dan sedramatis mungkin dari peragaan busana yang baru saja dihelat.

Bukan hanya saat perhelatan pekan mode atau peragaan busana tunggal, fotografer juga memiliki andil besar dalam tren fesyen dunia. Karyanya dilihat dan menjadi inspirasi lewat lembar-lembar editorial di majalah atau laman tentang mode. Saking krusialnya, beberapa fotografer mengkhususkan diri hanya pada genre fotografi fesyen.

Lalu bagaimana dengan perkembangan fotografi fesyen di Indonesia?

Menurut Tentry Yudvi, seorang fashion stylish yang lama bekerja di sebuah tabloid Nasional, masih banyak fotografer Tanah Air yang belum tahu arti fesyen itu sendiri.

Bersama-sama mengolah rasa untuk foto fesyen dalam Kencan Rasa  [Suara.com/Risna Halidi]
Bersama-sama mengolah rasa untuk foto fesyen dalam Kencan Rasa [Suara.com/Risna Halidi]

"Banyak dari mereka tahunya fesyen itu ya sekadar baju dan tidak memahami brand image si desainer atau media yang memuat hasil rancangannya," kata Tentry Yudvi saat ditemui Suara.com dalam workshop 'Creative Fashion Through Your Lense' by Sigma dan Bursa Kamera Profesional di kawasan Jakarta Pusat, Minggu(25/11/2018).

Senada dengan Tentry Yudvi, founder Kencan Rasa, sebuah komunitas fotografi, bernama Agung Nugie juga mengatakan bahwa masih ada beberapa fotografer yang kedapatan mengeluh tentang fisik model atau pakaian yang dikenakannya.

"Padahal fesyen itu bukan tentang itu (tampilan fisik) akan tetapi tentang kebebasan berekspresi. Bagaimana kita (fotografer) mengolah rasa subjek yang akan difoto," tambah Agung Nugie.

Untuk itu, Agung Nugie bersama dua rekannya yang lain membuat sebuah komunitas yang diberi nama Kencan Rasa. Komunitas fotografi ini bukan hanya tempat kumpul untuk belajar teknik fotografi, akan tetapi pola komunikasi serta bagaimana cara menjual karya foto yang dihasilkan.

"Misal untuk teman-teman fotografer yang lebih sering hunting foto, mereka akan kesulitan mendirect sekitar. Sementara untuk fesyen fotografi, fotografer perlu mendirect model atau fesyen stylist. Fotografer juga harus bisa menerjemahkan keinginan klien," tambah Agung Nugie.

Ia menambahkan, kalau teknik fotografi mudah dipelajari akan tetapi komunikasi, mesti belajar lebih dalam lagi.  Bagaimana, Anda setuju?

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS