Baret, Topi Militer yang Bertransformasi Jadi Item Fesyen

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Jum'at, 11 Januari 2019 | 06:55 WIB
Baret, Topi Militer yang Bertransformasi Jadi Item Fesyen
Ilustrasi perempuan memakai topi baret. (Shutterstock)

Suara.com - Topi baret identik dengan item fesyen yang klasik. Namun sebelum dikenal sebagai item fesyen, topi baret yang biasa terbuat dari wol ini memiliki sejarah yang cukup panjang.

Sebagai permulaan, para arkeolog percaya bahwa sejarah baret berasal dari Zaman Perunggu, demikian dilansir dari laman Huffpost. Pada abad ke-14 dan ke-15, topi baret lazim digunakan oleh masyarakat Eropa yang dengan status ekonomi yang rendah, seperti petani dan seniman.

Baret, khususnya yang berwarna merah. mulai terjun ke dunia politik pada 1800-an di Spanyol selama Perang Carlist Kedua. Sedangkan baret berwarna hitam, kala itu menjadi simbol bagi petani.

Sepanjang 1900-an, baret masih terhubung dengan politik, tetapi sudah mulai dipakai sebagai salah satu item fesyen.

Di tahun 1920-an, baret muncul dalam dunia kreatif dan banyak dipakai oleh penulis, penyair, dan bintang film. Meski cukup sederhana, tapi baret dianggap cantik. Dan pada tahun 1940-an hingga 1950-an, baret menjadi benda umum militer di seluruh dunia.

Periode berikutnya, di tahun 1960-an, kita bisa melihat kaum revolusioner seperti Che Guevara dan Fidel Castro mengenakannya. Dan pada 1970-an, baret terkenal diadopsi oleh Black Panthers.

Lantas bagaimana perkembangan baret saat ini? Selama sekitar setahun terakhir, baret menjadi item fesyen yang trendi, dikenakan oleh orang-orang ternama seperti Bella Hadid, Rihanna, dan Vanessa Hudgens. Baret juga banyak berseliweran di runway merk-merk kelas atas seperti Chanel dan Dior.

Ingin bergaya dengan baret? Marni Senofonte, penata gaya untuk Beyoncé dan Kendall Jenner memberikan beberapa kiat untuk bergaya dengan baret.

"Baret dapat dikenakan dengan gaya rambut apa pun, mulai dari lurus, jepit rambut ikal, rambut keriting, kuncir kuda rendah, atau kepang," katanya.

baca juga

Ini tergantung pada bagaimana Anda ingin terlihat.
"Baret kecil yang dikenakan di samping ala Marlene Dietrich, membuat perempuan terliohat memiliki selera fesyen tinggi," katanya.

Sedangkan baret yang dikenakan vertikal di depan dengan sedikit miring ke samping memiliki tampilan ala militer, terutama ketika dipadankan dengan turtleneck, jaket kulit, dan jaket militer.

"Jika Anda mengenakan topi baret yang ditarik ke bawah kepala, itu akan memberikan kesan yang lebih santai, ala tahun 1970-an," tambahnya. Nah, yang mana gaya Anda?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaya Nyentrik Melly Goeslaw Saat Manggung, Pakai Topi Rapia!

Gaya Nyentrik Melly Goeslaw Saat Manggung, Pakai Topi Rapia!

Lifestyle | Kamis, 03 Januari 2019 | 21:20 WIB

5 Item Fesyen Ini Diprediksi Hits Pada 2019

5 Item Fesyen Ini Diprediksi Hits Pada 2019

Lifestyle | Kamis, 27 Desember 2018 | 07:10 WIB

Waduh, Katanya Topi Bikin Kepala Lelaki Cepat Botak, Lho

Waduh, Katanya Topi Bikin Kepala Lelaki Cepat Botak, Lho

Lifestyle | Senin, 24 Desember 2018 | 13:18 WIB

Terkini

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:10 WIB

×