Perempuan Menstruasi Tidak Boleh Donor Darah, Mitos atau Fakta?

Silfa Humairah Utami
Ilustrasi sebaiknya perempuan yang sedang menstruasi tidak melakukan donor darah. (Shutterstock)
Ilustrasi sebaiknya perempuan yang sedang menstruasi tidak melakukan donor darah. (Shutterstock)

Kenapa perempuan menstruasi tidak boleh donor darah?

Suara.com - Tidak jarang jadwal donor darah bertepatan dengan saat Anda menstrusi, atau saat ada acara donor darah di kantor membuat Anda harus ikut antrian, namun ada larangan yang mengatakan perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh donor darah. 

Perempuan yang sedang haid sebaiknya tidak mendonorkan darah karena masalah kesehatan.

Ada banyak darah yang keluar dari tubuh ketika seorang perempuan sedang menstruasi. Jika tetap melakukan donor darah saat haid, tentu akan semakin menambah jumlah darah yang harus dikeluarkan oleh tubuh.

Sebenarnya, boleh atau tidaknya melakukan donor darah saat haid masih menjadi perdebatan sampai saat ini, karena tidak ada ketentuan yang pasti. Namun alangkah baiknya, untuk bersabar dan menunggu sampai masa menstruasi selesai baru kemudian Anda boleh donor darah.

Hal ini bukan tanpa alasan, lagi-lagi, karena tubuh akan kehilangan banyak darah bila menstruasi dan donor darah dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Terlebih lagi, tubuh membutuhkan zat besi dalam jumlah yang lebih banyak saat sedang haid.

Tak heran, selama masa menstruasi yang kurang lebih berlangsung selama 7 hari, seorang wanita sebenarnya berisiko tinggi terserang anemia. Jadi, jika Anda tetap memaksakan untuk melakukan donor darah saat haid, bukan tidak mungkin Anda akan lemas, pusing, kelelahan, hingga jatuh pingsan akibat kehilangan cukup banyak darah.

Bahkan untuk perempuan yang tidak halangan, juga harus mengikuti serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu dari tim dokter dan petugas PMI sebelum mulai donor darah.

Ambil contoh, seperti penimbangan berat badan, pengukuran suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, dan mengambil sampel darah guna mengetahui kadar hemoglobin. Kesemua hal tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan tubuh, sehingga tidak berisiko membahayakan kesehatan baik perempuan dan laki-laki.

Selain itu, ada beberapa syarat khusus dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang harus dipenuhi jika ingin donor darah, yakni:

-Usia 17-60 tahun
-Berat badan minimal 45 kg
-Tekanan darah normal (sistolik 110/160 dan diastolik 70/100)
-Kadar hemoglobin wanita minimal 12 g/dl, dan pria 12,5 g/dl
-Suhu tubuh normal
-Denyut nadi normal (50-100 kali per menit)
-Jarak donor minimal 3 bulan sejak melakukan donor darah sebelumnya, dan maksimal 5 -kali dalam setahun
-Jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi dengan baik, barulah Anda benar-benar diizinkan untuk melakukan donor darah.

Jangan lupakan hal ini setelah melakukan donor darah

Meski tubuh terasa dalam kondisi prima, Anda tidak dianjurkan untuk langsung banyak beraktivitas usai mendonorkan darah.

Sebaliknya, perbanyak istirahat, makan camilan ringan, dan minum banyak cairan, guna memulihkan kondisi tubuh yang baru saja kehilangan banyak darah.

Jadi perempuan menstruasi sebaiknya tidak melakukan donor darah karena akan semakin lama memulihkan kondisi tubuh yang baru saja kehilangan banyak darah.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS