Bantu Korban Kekerasan dengan Lakukan 7 Hal Ini

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Senin, 28 Januari 2019 | 11:30 WIB
Bantu Korban Kekerasan dengan Lakukan 7 Hal Ini
Ilustrasi cara membantu korban kekerasan dan korban KDRT. (Shutterstock)

Suara.com - Angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), di banyak negara muncul dalam jumlah yang cukup memprihatinkan. Di Indonesia sendiri, menurut data yang dicatat oleh lembaga terkait pada 2017 mencapai lebih dari 335 ribu kasus.

Sedangkan di negara maju seperti Inggris dan Wales jumlahnya mencapai 2 juta orang dalam satu tahun terakhir. Hal ini tentunya cukup memprihatinkan, mengingat kasus KDRT yang disertai oleh penganiayaan fisik, sering sulit teridentifikasi oleh orang-orang terdekat.

Apalagi, korbannya, yang kebanyakan adalah perempuan, cenderung tidak berani berbicara terbuka, sehingga banyak orang tidak mengetahui bagaimana harus membantu mereka.

Namun, sejumlah organisasi menawarkan saran kepada kita semua, tentang bagaimana dapat membantu korban KDRT dengan cara yang empati dan non-konfrontatif.

Beberapa di antaranya Refuge dan Women's Aid untuk mencari tahu apa yang dapat kita semua lakukan untuk membantu jorban KDRT. Berikit daftarnya, dilansir dari The Independent.

1. Sabar untuk menunggu mereka cerita

Refuge mengatakan Anda tidak harus menunggu-nunggu seseorang untuk memberi tahu Anda tentang KDRT yang dialaminya. Organisasi tersebut menyarankan agar Anda menyediakan waktu dan mengatakan sebanyak beberapa kali agar korban KDRT bisa merasa nyaman untuk curhat kepada Anda.

Women's Aid menambahkan, hal ini cukup penting, karena dibutuhkan kekuatan dan keberanian besar bagi korban KDRT untuk berdamai dengan pelecehan yang mereka alami. Setelah mereka terbuka, jangan menekan mereka untuk secara rinci dan detail menceritakannya pada Anda. mereka jelas masih merasa tidak nyaman untuk membocorkan rahasia ini.

2. Jangan menekan korban untuk meninggalkan pasangannya

baca juga

Refuge mengatakan bahwa mungkin, bagi Anda yang tidak mengalami, sati-satunya jalan keluar yang paling baik adalah meninggalkan pasangan yang kasar. Tapi hal ini begitu kompleks bagi para korban di sekitar kasus KDRT.

Sangat sulit bagi korban untuk pergi begitu saja. Mungkin saja pelaku memiliki kendali penuh atas keuangan mereka atau telah memanipulasi pikiran mereka sehingga mereka tidak bisa pergi begitu saja.

Mengkritik seseorang karena tinggal dengan pasangan yang kasar cenderung hanya memperburuk kondisi, mereka malah bisa menjauhkan dari Anda atau membuat mereka merasa malu.

"Penting untuk diingat bahwa meninggalkan pasangan yang kasar membutuhkan banyak kekuatan dan keberanian," tambah Sian Hawkins, kepala kampanye di Women's Aid.

"Seringkali ada banyak penghalang bagi korban untuk meninggalkan pasangannya yang kasar, apakah itu karena nereka takut dengan apa yang akan dilakukan pelaku jika dia mencoba pergi, atau korban mungkin memiliki anak atau rumah bersama untuk dipikirkan. Karena itu, mereka memikirkan dampak jangka panjang dari sehingga meninggalkan tampaknya bukan hal yang tepat," ujar Hawkins.

3. Menemani korban

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Fakta Penting Skizofrenia yang Masih Disalahpahami

5 Fakta Penting Skizofrenia yang Masih Disalahpahami

Health | Rabu, 02 Januari 2019 | 13:10 WIB

Lempar Mahasiswi S3 dengan Disertasi, Besok Rektor MR Angkat Bicara

Lempar Mahasiswi S3 dengan Disertasi, Besok Rektor MR Angkat Bicara

News | Minggu, 09 Desember 2018 | 20:05 WIB

Sumbar Siap Terapkan Nilai Adat Demi Lindungi Anak dari Kekerasan

Sumbar Siap Terapkan Nilai Adat Demi Lindungi Anak dari Kekerasan

Health | Selasa, 20 November 2018 | 18:28 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×