alexametrics

Tas Anjat Khas Suku Dayak Hadir di Panggung IFW 2019

Vania Rossa | Dinda Rachmawati
Tas Anjat Khas Suku Dayak Hadir di Panggung IFW 2019
Tas Anjat di panggung IFW 2019. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Tas Anjat hadir di panggung IFW 2019.

Suara.com - Keindahan tas Anjat, salah satu kerajinan kebanggaan khas Kalimantan Timur, hadir dalam panggung Indonesia Fashion Week atau IFW 2019 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Koleksi terbaru dari brand premium Kaenina by Rokhmi Fitria ini, selain menampilkan tas Anjat dari suku Dayak, juga menyuguhkan beragam busana urban style unik, mewah, dan modern dengan motif Anjat.

"Anjat ini merupakan tas tradisional suku Dayak yang terbuat dari rotan dan memiliki beragam motif yang sangat indah. Tapi sekarang sudah sulit ditemukan. Makanya saya angkat budaya ini," ungkap Rokhmi Fitria.

Tas Anjat di panggung IFW 2019. (Suara.com/Dinda Rachmawati)
Tas Anjat di panggung IFW 2019. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Apalagi, kata Rokhmi Fitria, tas Anjat juga bernilai seni tinggi, terbuat melalui tiga tahapan yaitu nonjak (membentuk lubang bakal tali anjat), dilanjutkan dengan ngerara yaitu proses membuat motif, serta tahap terakhir adalah klikar yaitu menganyam bagian bawah yang berbentuk bulat.

Baca Juga: Belleza, Potret Bangsawan Spanyol di Panggung IFW 2019

Dalam koleksinya, Rokhmi Fitria mengambil trend Neo Medieval dengan pemilihan warna beragam seperti dark golden rod, putih, tan, wheat, bisque, dan richblack dengan nuansa kontemporer yang kental. Ia juga memilih cutting yang simple, asimetris dan modern.

Selain itu, koleksi ini juga menggunakan bahan-bahan bertekstur halus dan kaku dan mengkilat untuk meghadirkan kesan unik dan mewah, seperti superwool, organza, tile, cartier, kulit sintesis, hingga bemberg.

Rokhmi Fitria juga menyajikan motif tas Anjat yang dibuat dengan teknik kombinasi jumputan dan batik tulis dengan pewarna alami, dengan detil payet yang sangat cantik.

"Dengan koleksi ini, kami mengajak para pecinta fesyen untuk mencintai budaya Indonesia seperti produk kain kombinasi jumputan dan batik tulis pewarna alami ini, yang dihadirkan dalam style urban agar lebih bisa diterima oleh generasi millenial," tutup dia.

Baca Juga: Eloknya Bumi Minang, Karya Perawat RSUD di Panggung IFW 2019

Komentar