Ini Tindakan Kemen PPPA pada Kasus Perilaku Seks Menyimpang Anak di Garut

Silfa Humairah Utami, Vessy Dwirika Frizona

Senin, 29 April 2019 | 14:10 WIB
Ini Tindakan Kemen PPPA pada Kasus Perilaku Seks Menyimpang Anak di Garut
Ilustrasi kasus perilaku seks menyimpang anak di Garut. [Shutterstock]

Suara.com - Ini Tindakan Kemen PPPA pada Kasus Perilaku Seks Menyimpang Anak di Garut.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) masih menelaah kasus pelecehan dan perilaku seks menyimpang (sodomi) yang diduga dilakukan 19 (Sembilan belas) orang anak di Kabupaten Garut Jawa Barat.

Kasus yang terjadi di Kelurahan Margawati, Kabupaten Garut ini mulai diketahui ketika salah satu orangtua korban dan tokoh masyarakat setempat melapor ke Polres Garut untuk ditindaklanjuti. Keterangan dari Polres menyebutkan bahwa pelaku berjumlah 19 orang dengan rentang usia 8 hingga 13 tahun, dan perkembangan terakhir berjumlah 32 orang.

Perilaku mereka yang masih tergolong anak-anak ini diduga berawal dari kebiasaan menonton video porno pada handphone yang dimiliki salah satu anak yang berujung kecanduan. Kemen PPPA berusaha mempelajari lebih lanjut kasus tersebut dengan mengirimkan Unit Respon Cepat Perlindungan Khusus Anak (URC-PKA) untuk melakukan asesmen hingga dukungan spesifik perlindungan anak bagi anak-anak korban.

“Anak-anak ini memang melakukan kesalahan, namun mereka juga adalah korban. Korban dari teknologi dan minimnya pengawasan dari orangtua dan lingkungannya. Maka, Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan Perlindungan Khusus bagi ke Sembilan belas anak-anak kita di Garut, sesuai dengan amanah UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak”, tegas Nahar, Deputi Bidang Perlindungan Anak, Kemen PPPA melalui siaran pers yang diterima Suara.com, Senin (29/4/2019).

Selanjutnya, Nahar menambahkan bahwa Kemen PPPA telah melakukan koordinasi dengan Dinas PPPA Kabupaten Garut agar kasus ini dikawal dengan baik oleh Pemerintah Daerah. Nahar menegaskan, baik anak korban maupun anak pelaku harus mendapatkan penananan psikologis yang tepat. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para psikolog beberapa diantara para pelaku pernah menjadi korban pelecehan dan pada usia anak-anak sudah terpapar dengan video porno.

Hal ini secara psikologis menimbulkan disonansi kognitif pada anak, dimana anak tidak mampu secara jelas dan objektif membedakan perasaan senang sesaat yang ditimbulkan dari menonton video porno dan melupakan konsekuensi yang ditimbulkan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian, Dinas PPPA dan P2TP2A setempat. Kami harap kasus ini harus dikawal dan semua orang harus terlibat dalam upaya pemulihan kondisi psikologis anak korban dan anak pelaku. Kita juga memiliki PR besar untuk mencegah anak-anak ini mendapatkan stigma dari masyarakat yang mungkin akan memperburuk kondisi psikologis mereka. Kemen PPPA akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas,” ujar Nahar.

Hari ini tim dari Kemen PPPA akan bergabung dengan Tim P2TP2A dan Himpunan Psikolog Westaria untuk melakukan penjangkauan, asesmen dan terapi pada anak-anak dan orangtua untuk secara bertahap memulihkan kondisi psikologis mereka.

baca juga

Nahar kembali mengingatkan semua pihak tentang bahaya pornografi dan mendorong para orangtua untuk mendampingi dan mengawasi anak saat menggunakan gadget. Keterpaparan anak terhadap pornografi salah satunya disebabkan oleh lingkungan teman sebaya. Kasus perilaku seks menyimpang anak di Garut adalah dampak dari kurangnya pengawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JusticeForAudrey Heboh, KPAI Berharap Kasus Ini Bisa Ubah Perilaku Publik

JusticeForAudrey Heboh, KPAI Berharap Kasus Ini Bisa Ubah Perilaku Publik

Lifestyle | Rabu, 10 April 2019 | 19:00 WIB

Perpustakaan Ditutup, Anak Lakukan Vandalisme Saat Orang Tua Sibuk Main HP

Perpustakaan Ditutup, Anak Lakukan Vandalisme Saat Orang Tua Sibuk Main HP

Health | Rabu, 10 April 2019 | 15:00 WIB

Abai Awasi Anak, Ibu di Kediri Harus Bayar Tagihan Game Online Rp 11 Juta

Abai Awasi Anak, Ibu di Kediri Harus Bayar Tagihan Game Online Rp 11 Juta

News | Selasa, 09 April 2019 | 18:05 WIB

Terkini

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

The Lost Horizon

The Lost Horizon

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:09 WIB

×