Tak Buatkan Bento untuk Anaknya, Ibu Ini Dikritik Guru di Jepang

Rendy Adrikni Sadikin, Amertiya Saraswati

Rabu, 22 Mei 2019 | 18:19 WIB
Tak Buatkan Bento untuk Anaknya, Ibu Ini Dikritik Guru di Jepang
Ilustrasi bento (Pixabay/satake5)

Suara.com - Tinggal di luar negeri dapat memberikan tantangan tersendiri bagi kita. Mulai dari perbedaan budaya hingga cita rasa makanan, ada banyak hal yang menuntut kita untuk beradaptasi.

Seakan belum cukup, tantangan tinggal di luar negeri pun akan bertambah bagi mereka yang sudah punya anak. Seperti kisah ibu asal Australia ini misalnya.

Catherine Taylor adalah seorang ibu yang tinggal di Tokyo dan punya anak usia prasekolah. Dirangkum dari Sora News 24, Taylor diketahui mengirim anaknya ke playgroup Jepang.

Layaknya orangtua pada umumnya, Catherine Taylor pun tak lupa membawakan bekal kepada anaknya tersebut saat pergi ke sekolah.

Terbiasa dengan bekal makanan di Australia, Catherine menyiapkan sandwich berisi Vegemite, pisang, stik keju, potongan wortel, dan muffin.

Meski begitu, Catherine Taylor sukses dibuat syok dengan perbedaan budaya yang ada kala dia menjemput anaknya sepulang sekolah.

Hal ini dikarenakan sang guru sudah memotret bekal anaknya dan tiba-tiba memberitahunya, "Sandwich bukan makanan yang pantas (untuk bekal) karena itu tidak sehat."

Tak sampai di sana, guru ini pun menunjukkan foto bekal milik murid-murid lainnya yang berupa bento. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan chara-ben.

Bagi yang belum tahu, chara-ben adalah bento yang dibentuk mirip karakter kartun anak-anak. Bento macam ini tentunya butuh waktu lama untuk dibuat serta keahlian tersendiri.

baca juga

"Aku pikir guru itu bercanda, mana mungkin orangtua bisa membuat bekal macam itu untuk anak prasekolah," kata Taylor.

Namun, saat menyadari bahwa si guru tidak bercanda, Catherine Taylor pun memutuskan untuk belajar membuat bento demi anaknya.

Ilustrasi bento (Pexels/Quang Anh Ha Nguyen)
Ilustrasi bento (Pexels/Quang Anh Ha Nguyen)

Perjuangan Catherine untuk belajar membuat bento pun tidak mudah. Selain membeli peralatan dapur khusus, Catherine sampai rela mengambil kelas membuat bento.

Namun, seiring berjalannya waktu, Catherine Taylor mengaku paham dengan alasan warga Jepang rajin membuat bento untuk anak mereka.

Menurutnya, membuat bento merupakan cara seorang ibu menggambarkan rasa cintanya pada anak serta meningkatkan energi anak saat bersekolah.

Selain itu, bento yang berbentuk lucu pun dapat mendorong anak-anak untuk menjajal makanan sehat.

Di sisi lain, Catherine Taylor juga tak lupa menambahkan jika bento punya sisi negatif. Menurutnya, praktik menyiapkan bento yang rumit setiap hari dapat membuat seorang ibu stres serta menghabiskan terlalu banyak waktu mereka.

Bagaimana menurutmu?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang Larang Turis Corat-coret Pesan di Bukit Pasir Ini, Kenapa?

Jepang Larang Turis Corat-coret Pesan di Bukit Pasir Ini, Kenapa?

Lifestyle | Rabu, 22 Mei 2019 | 17:13 WIB

Nihingo Partners, Bantu Generasi Muda Belajar Bahasa Jepang

Nihingo Partners, Bantu Generasi Muda Belajar Bahasa Jepang

Lifestyle | Selasa, 21 Mei 2019 | 16:29 WIB

Unik, Jepang Ciptakan Interior Kereta Api Berbentuk Rumah Tradisional Kyoto

Unik, Jepang Ciptakan Interior Kereta Api Berbentuk Rumah Tradisional Kyoto

Lifestyle | Selasa, 21 Mei 2019 | 11:28 WIB

Curhat Pencinta Anime, Bonekanya Diculik Burung Liar saat ke Pantai

Curhat Pencinta Anime, Bonekanya Diculik Burung Liar saat ke Pantai

Lifestyle | Minggu, 19 Mei 2019 | 18:23 WIB

Unik, Seperti Ini Penampakan Kafe Bertema Facebook di Jepang

Unik, Seperti Ini Penampakan Kafe Bertema Facebook di Jepang

Lifestyle | Minggu, 19 Mei 2019 | 14:52 WIB

Terkini

Jelang Sidang Tahunan, Komeng Minta Juara Satu Kepada Prabowo

Jelang Sidang Tahunan, Komeng Minta Juara Satu Kepada Prabowo

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Muzani Kutip Raja Ali Haji di Sidang MPR: Demokrasi Tak Makin Kuat karena Kita Keras Mencela

Muzani Kutip Raja Ali Haji di Sidang MPR: Demokrasi Tak Makin Kuat karena Kita Keras Mencela

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.866

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.866

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Daftar Weton Tibo Ratu, Si Anak Emas Primbon Jawa yang Selalu Beruntung

Daftar Weton Tibo Ratu, Si Anak Emas Primbon Jawa yang Selalu Beruntung

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Mobil Terjemur Terik Matahari, Bagian Apa yang Perlu Jadi Sorotan?

Mobil Terjemur Terik Matahari, Bagian Apa yang Perlu Jadi Sorotan?

Otomotif | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:41 WIB

HyperOS 4 Resmi Meluncur! Desain Kaca Mewah dan AI-nya Bisa Tebak Pikiran Pengguna?

HyperOS 4 Resmi Meluncur! Desain Kaca Mewah dan AI-nya Bisa Tebak Pikiran Pengguna?

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Menag Pimpin Doa di Sidang Tahunan MPR 2026: Lindungi Kami dari Fitnah dan Pengkhianatan

Menag Pimpin Doa di Sidang Tahunan MPR 2026: Lindungi Kami dari Fitnah dan Pengkhianatan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat

Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat

Lampung | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Belanja Pengadaan Pemerintah Tembus Rp1.193 Triliun, Jadi Motor Ekonomi Hijau

Belanja Pengadaan Pemerintah Tembus Rp1.193 Triliun, Jadi Motor Ekonomi Hijau

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Jelang Pidato Prabowo, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.664.000/Gram

Jelang Pidato Prabowo, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.664.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:35 WIB

×