Ngobrol Seru Bupati Sukabumi, Bahas Ikan Koi Hingga Kelezatan Ayam Bakakak

Ade Indra Kusuma

Sabtu, 25 Mei 2019 | 17:42 WIB
Ngobrol Seru Bupati Sukabumi, Bahas Ikan Koi Hingga Kelezatan Ayam Bakakak
Bupati Sukabumi Marwan Hamami yang dijuluki Bapak Koi saat memberi pakan Ikan Koi di Rumah Dinas Bupati, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Ngobrol Seru Bupati Sukabumi, Bahas Ikan Koi Hingga Kelezatan Ayam Bakakak.

Sebelum salat Jumat (24/5/2019) saya dan tim Suara.com meluncur ke Pendopo Kantor Bupati Sukabumi, tempat Drs. H. Marwan Hamami bekerja. Memasuki ruangan kantor, kami disambut oleh tim sekretariat kantor bupati untuk duduk sambil melihat-lihat ruangan Pak Bupati. "Ini ruangan Bapak, nanti mau ambil foto Bapak di mana?" tanya mereka ramah.

Kami berkeliling dan akhirnya mengatur desain tempat untuk keperluan foto wawancara dengan Drs. H. Marwan Hamami. Ternyata Marwan Hamami adalah sosok yang bersahaja. Kata "kaku" dari seorang pejabat publik sedikit menjauh dari beliau. Terbukti, ngobrol santai di outdoor dekat kolam ikan nan teduh tak jadi masalah buatnya.

Tanpa protokoler ketat, obrolan santai keseharian menjadi pembuka Suara.com kala mewawancarai sosok yang dikenal dengan sebutan Bapak Koi dari Sukabumi ini yang berambisi tinggi memajukan pariwisata di tanah kelahirannya.

Jika yang kalian tahu Sukabumi sebatas Tanjung Lesung, Pelabuhan Ratu, Eits, jangan salah kira. Banyak hal yang kini berubah dari Sukabumi.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami memberi pakan Ikan Koi di Rumah dinas Bupati, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Bupati Sukabumi Marwan Hamami memberi pakan Ikan Koi di Rumah dinas Bupati, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Disinggung soal potensi wisata Sukabumi, Marwan Hamami bercerita banyak hal soal kemajuan-kemajuan pariwisata di Sukabumi.

"Jika hari ini melihat sukabumi dengan potensi sumber daya alam yang Allah berikan, potensi ini tentu bisa menjadikan satu nilai lebih untuk diberdayakan. bagaiamanapun SDA di wilayah Sukabumi punya keunggulan masing-masing," ujarnya membuka perbincangan.

Sesuai dengan RPJM, Marwan akui bergerak cepat pada pertumbuhan berbasis kawasan, yang berfokus dalam meningkatkan kesejahtaraan bagi masyarakat.

Mengolah Potensi Alam Sukabumi

baca juga
Wisatawan menikmati keindahan Curug Sawer di Kawasan Taman Nasioal Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (25/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Wisatawan menikmati keindahan Curug Sawer di Kawasan Taman Nasioal Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (25/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]

"Sukabumi pernah mendapat julukan sebagai kawasan tertinggal. Nah, semakin berjalannya waktu, kami berusaha menemukan potensi yang bisa dikembangkan terutama wisata alam yang kita punya. Selain mengembakan wilayah pertanian dan perkebunan, kami melihat wisata dari style atau hobi. Anda punya hobi apa, offroad, motorcross, berburu, arung jeram, wisata laut, semua ada di Sukabumi," ungkapnya panjang lebar.

Geopark Ciletuh di Pelabuhan Ratu, kata dia, mulai menjadi tanda sebagai salah satu ikon di Sukabumi. Marwan mengaku, kini juga fokus merancang wisata masa depan di kawasan utara Sukabumi.

Danau Situgunung [Suara.com/Ade]
Danau Situgunung, salah satu wisata favorit di Sukabumi. [Suara.com/Ade Indra]

"Di utara ada jembatan Situgunung yang bisa menajdi ikon di kawasan Sukabumi Utara. Nah, kawasan Taman Nasional Gede Pangrango ini punya potensi lebih juga. Pertama menjadi hutan yang dilindungi secara nasional, dan menjadi hutan wisata. Ada curug, ada hamparan kebun teh, potensi wisata tumbuh-tumbuhan hidroponik, dan yang mau kita inovasi lagi itu untuk memungkinkan penanaman bawang putih di ketinggian," bebernya.

Marwan berharap setelah jalan tol atau double track jadi, Sukabumi menjadi lokasi yang super enak untuk dijadikan destinasi wisata andalan.

"Anda bisa main motor cross, sepeda downhill, kano di sepanjang sungai yang kita punya, dan banyak ide lain yang nantinya bisa dikembangkan. Untuk event terbaru nanti, akan ada Situgunung Trail Run 2019. Ini unik, event lari di gunung bisa bawa keluarga, dan sudah ada peserta dari luar negeri yang mendaftar. Ini bisa menjadi perhatian internasional," bebernya lagi.

Marwan mengaku akan berusaha sekuat tenaga untuk mempromosikan segala potensi wisata di Sukabumi.

"Mudah-mudahan event Situgunung Trail Run 2019 bisa menjadi event terus menerus dan menjadi ikon di Sukabumi. Apa dampaknya? tentu sudah jelas masyarakat akan terangkat perekonomiannya Jika kawasan Situgunung semakin ramai. Bisa membuat homestay, menggalakkan kuliner, handmade, dan banyak lagi," urainya penuh harap.

Menjadikan event terbaru Situgunung Trail Run 2019 untuk tetap jalan dengan kualitas berskala internasional tentu membutuhkan perhatian lebih dari Pemkab Sukabumi. Namun menurut Marwan, mimpi ini bisa segera terwujud.

"Penjajakan awal setelah ini kita akan dorong ini menjadi event tetap skala internasional. Ke depan bisa menjadi Triathlon, . JIka Triathlon di laut ini kita dorong di Situgunung, nanti Danau Situgunung itu bisa kita rombak, kerjasama dengan Kementerian untuk bisa melakukan pelebaran kembali. Paling tidak ke depan, kita bisa lah sebulan atau 2 minggu sekali event lari gunung itu ada di Sukabumi," ujarnya penuh harap.

Dijuluki Bapak Koi di Sukabumi, Geser untuk selengkapnya...

Dijuluki Bapak Koi dan Cerita Seru Soal Kuliner Sukabumi

Entah bagi yang belum tahu profil lain soal Marwan Hamami, ternyata Bupati Sukabumi ini juga memiliki julukan sebagai Bapak Koi yang disematkan oleh komunitas dan para peternak ikan Koi di Sukabumi.

Marwan pun berbagi cerita bagaimana Sukabumi ternyata menjadi tempat pembibitan pertama ikan hias asli Jepang ini di Indonesia.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami memberi pakan Ikan Koi di Rumah dinas Bupati, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Bupati Sukabumi, Marwan Hamami memberi pakan Ikan Koi di Rumah dinas Bupati, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/5/2019). [Suara.com/Arief Hermawan P]

"Dulu itu Presiden Soeharto awal mula memberikan benih koi asal Jepang ke peternak ikan di Cibaraja. Inilah awal mula Ikan Koi masuk Sukabumi, untuk dibibitkan. kemudian karena kurang dipromosikan, sehingga teman-teman yang dari Jawa Tengah datang dan belajar di Cibaraja. Akhirnya daerah-daerah di luar Sukabumi dulu yang terkenal dengan budidaya Ikan Koi. Padahal Koi itu ya awalnya Sukabumi yang mengembangkan," terangnya.

Kini, sambung Marwan, budidaya Ikan Koi di Sukabumi sudah menghasilkan jenis baru yang sungguh indah yang bernama Koi Kumpay.

"Waktu saya menjadi wakil bupati pada 2005, saya mulai dorong komunitas, dan peternak koi itu untuk membuat bibit unggulan, dan mereka berhasil mendapatkan varietas baru, namanya Koi Kumpay yang tidak mungkin ketemu Ikan Koi seperti ini di Jepang. Jadi, Ikan Koi dan Ikan Kumpay dikawinkan. Jadi itu warna depan khas Koi Jepang, namun buntutnya itu Ikan Kumpay. Ini unik dan mahal lho," jelasnya.

Tak hanya seru membicarakan soal wisata dan Ikan Koi, Marwan juga menceritakan soal ragam kuliner di Sukabumi yang patut dicoba. Ya, ia merekomendasikan banyak kuliner yang wajib dicicipi bila Anda berkunjung ke Sukabumi.

"Kita bicara ke Pelabuhan Ratu misalnya, banyak produk laut yang bisa dinikmati, Pertama adalah sop Jamilus. Sop ini kalau di dunia international fishing adalah Ikan Black Marlin atau Blue Marlin. Black Marlin ini Migrasi sampai ke Amerika lho. Nah, Anda wajib coba Sop Marlin. Lalu ada Sidat, Kerupuk Kulit Ikan, hingga Abon ikan," urainya.

Lalu jika ke daerah bernama Surade, sambung Marwan, harus mencoba Ayam Bakakak. Menurut dia, Ayam Bakakak adalah ayam bakar super lezat  yang pernah dicobanya. "Saya sudah keliling Indonesia ya, mencoba ayam bakar. Nah, ayam bakar bakakak ini rasanya unik. Apalagi kalau dimakan dengan nasi merah atau nasi hitam panas-panas, rasanya enak sekali. Anda harus ke sana," ajaknya bersemangat.

Seru membahas banyak hal unik bersama Marwan Hamami. Tak terasa, waktu salat Jumat segera memanggil. Progres wisata Sukabumi dan potensi wisata alam hingga wisata kuliner yang beliau ceritakan, tentu menarik bagi pembaca Suara.com, sehingga diharapkan akan memancing rasa penasaran untuk segera berkunjung ke Sukabumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situgunung Trail Run 2019, Serunya Lari Gunung Sambil Wisata di Sukabumi

Situgunung Trail Run 2019, Serunya Lari Gunung Sambil Wisata di Sukabumi

Lifestyle | Sabtu, 25 Mei 2019 | 14:54 WIB

Rel Ganda Sukabumi - Bogor Bisa Urai Kepadatan Jalur Darat

Rel Ganda Sukabumi - Bogor Bisa Urai Kepadatan Jalur Darat

Bisnis | Kamis, 05 April 2018 | 14:07 WIB

Ahok Pelihara Ikan Koi Monster

Ahok Pelihara Ikan Koi Monster

Lifestyle | Kamis, 27 Februari 2014 | 14:58 WIB

Terkini

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 21:23 WIB

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:11 WIB

×