Ramai Tagar KuToo, Ini Deretan Kontroversi Sepatu Hak Tinggi di Dunia

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini
Ramai Tagar KuToo, Ini Deretan Kontroversi Sepatu Hak Tinggi di Dunia
Ilustrasi sepatu hak tinggi. (Shutterstock)

Kampanye anti sepatu hak tinggi memang sering digalakkan.

Suara.com - Sepatu hak tinggi memang dicintai oleh sebagian wanita tapi sebagian lainnya menganggap ini sebagai pembodohan. Ya, ketika akan menghadiri acara tertentu, memakai sepatu hak tinggi seolah menjadi aturan yang harus dipatuhi.

Memakai sepatu hal tinggi memang memberikan siluet yang lebih seksi bagi wanita, tapi bukan berarti wanita menjadi berkurang kecantikannya ketika tak menggunakan sepatu hak tinggi. 

Rupanya sepatu hak tinggi sudah lama menuai kontroversi. Dilansir dari SoraNews24, baru-baru ini di Jepang, warganet ramai-ramai berkampanye anti sepatu hak tinggi melalui tagar KuToo.

Kampanye ini merupakan aksi protes kepada pemerintah yang menambahkan persyaratan bagi staf wanita untuk mengenakan sepatu hak tinggi di tempat kerja.

Sebelumnya, pada Mei 2016, seorang staf wanita bernama Nicola Thorp dipulangkan dari kantornya setelah menggunakan sepatu flat ketika hari pertama bekerja sebagai resepsionis di sebuah perusahaan di Inggris.

Ramai Tagar KuToo, Ini Deretan Kontroversi Sepatu Hak Tinggi di Dunia - 1
Ilustrasi sepatu hak tinggi. (Shutterstock)

Aksi serupa KuToo pun digalang untuk membela Nicola. Warganet bahkan berbondong-bondong menandatangani petisi yang dibuat terkait kasus ini.

Nicola tak sendiri. Pada tahun 2015, Cannes Film Festival pernah mengumumkan jika wanita tanpa sepatu hak tinggi dilarang ke dalam acara. Julia Roberts protes keras dan memilih bertelanjang kaki ketika melangkah di karpet merah acara bergengsi ini.

Kebiasaan mengenakan high heels termasuk yang perlu direvisi. (Shutterstock)
Kebiasaan mengenakan high heels termasuk yang perlu direvisi. (Shutterstock)

Hal serupa juga terjadi di sebuah maskapai penerbangan, Norwegian Air. Pramugari di perusahaan ini boleh menggunakan sepatu datar tapi harus dengan persyaratan tertentu, salah satunya membawa surat resmi dari dokter.

Itulah deretan kontroversi terkait sepatu hak tinggi yang terjadi di berbagai negara. Apakah kamu termasuk yang mencintai sepatu hak tinggi atau sebaliknya?

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS