Lebih Berbahaya Mana, Pesawat Lepas Landas atau Mendarat?

Galih Priatmojo | Aditya Prasanda
Lebih Berbahaya Mana, Pesawat Lepas Landas atau Mendarat?
Pesawat Air New Zealand. (Pixabay/Holgi)

Kedua kondisi ini disebut sebagai momen paling krusial dalam dunia penerbangan.

Suara.com - Dalam dunia penerbangan, momen critical eleven atau sebelas menit paling kritis di dalam pesawat merupakan momen paling krusial yang sungguh menegangkan.

Waktu krusial ini terdiri dari tiga menit selepas pesawat lepas landas dan delapan menit sebelum pesawat mendarat.

Betapa pun keduanya sama-sama riskan kecelakaan, manakah yang lebih berbahaya, saat pesawat lepas landas atau pesawat hendak mendarat?

Laporan statistik Boeing menyebut 16 persen kecelakaan pesawat komersial terjadi saat lepas landas. Lantas 29 lainnya terjadi saat pesawat melakukan pendaratan.

Sementara itu, beberapa sumber lain menyebut momen lepas landas sedikit lebih berbahaya sebab pilot hanya memiliki sedikit pilihan saat pesawat kehilangan kontrol. Beda halnya ketika pesawat mendarat, risiko kecelakaan disebut lebih rendah sebab pesawat dapat menentukan pendaratan di tempat yang kosong dan pilot memiliki waktu untuk merencanakan alternatif pendaratan jika sesuatu yang buruk terjadi.

Meski demikian, pada dasarnya kedua momen yang masuk dalam critical eleven ini sama berbahayanya. 

Ilustrasi (Pixabay Free-Photos)
Ilustrasi (Pixabay Free-Photos)

John Cox, seorang pensiunan maskapai asal Amerika Serikat sekaligus konsultan keselamatan penerbangan mengamini risiko kedua momen tersebut yang sama berbahayanya.

“Baik lepas landas maupun mendarat, keduanya memiliki kondisi yang nyaris serupa sebab keberadaan pesawat sama dekatnya dengan tanah, dengan kecepatan lebih lambat ketimbang saat melanggeng bebas di udara. Namun saat kedua momen ini berlangsung, lebih banyak manuver yang terjadi,” ujar Cox seperti dikutip Suara.com dari USA Today.

Saat critical eleven berlangsung, baik lepas landas maupun mendarat, awak kabin dilarang berkomunikasi dengan kokpit kecuali disebabkan keadaan darurat. Tak hanya itu, awak kokpit juga harus menahan diri dari segala aktivitas yang tidak terkait dengan kontrol pesawat.

Sebab, ketika critical eleven berlangsung, pilot yang bertugas tengah melakukan komunikasi intens dengan Air Traffic Controller (ATC) untuk mengendalikan pesawat sesuai standar operasi yang diterapkan.

Saat critical eleven pula awak kabin akan memberikan arahan pada penumpang untuk mematikan ponsel, menegakkan sandaran kursi, menutup meja, membuka tirai jendela dan menggunakan seat belt.

Penumpang juga disarankan untuk tidak tidur, agar tetap berfokus pada arahan awak kabin dan tetap waspada dengan kondisi pesawat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS