Terpapar Radikalisme, Perempuan Indonesia Mudah Direkrut Kelompok Radikal

Ade Indra Kusuma

Jum'at, 21 Juni 2019 | 09:03 WIB
Terpapar Radikalisme, Perempuan Indonesia Mudah Direkrut Kelompok Radikal
Ilustrasi radikalisme. [Shutterstock]

Suara.com - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati membeberkan fakta menarik bahwasannya perempuan Indonesia kini rentan terpapar radikalisme dan banyak direkrut oleh kelompok-kelompok radikal.

Susangingtyas menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat perempuan Indonesia rentan terpapar paham radikal.

Antara lain faktor agama, sosial dan budaya yang membuat perempuan Indonesia terpinggirkan. Apalagi, kata dia, perempuan di pedesaan yang tingkat pendidikan dan ekonominya rendah.

"Utamanya di pedesaan tidak menjadi korban dari rekrutmen ISIS-lah. Di sana itu akhirnya kita harus menghadapi anak-anak gadis kita menikah, lalu apabila suaminya kombatan meninggal di peperangan. Nanti dinikahkan lagi oleh kombatan lain, mau tidak mau harus diterima begitu saja. Kasihan kan dan mereka merasa itu sebagai kepatuhan sebagai seorang istri, tidak boleh protes," jelas Susaningtyas dalam sebuah diskusi di Jakarta seperti mengutip VOAIndonesia.

Susaningtyas menambahkan pencegahan penyebaran paham radikal ini tidak bisa dilakukan secara terpisah dan sendiri-sendiri, seperti oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), kepolisian dan TNI. Menurutnya, semua pihak terkait seperti dinas sosial, dinas pendidikan, dinas agama harus dilibatkan dalam gerakan pencegahan paham radikal ini.

Di samping itu, menurutnya, perlu ada gerakan literasi bagi perempuan Indonesia untuk memberikan pemahaman yang benar tentang agama dan ideologi Pancasila yang sudah disepakati bersama.

"Perempuan itu harus mengerti haknya, apa itu demokrasi. Sebenarnya yang dikatakan thogut itu apa sih? Jadi jangan semata-mata percaya, bahwa itu yang harus dipercaya. Itu adalah keyakinan terhadap Pancasila dan demokrasi sebagai thoghut (tuhan selain Allah, red.) aparat dan orang yang tidak sepaham dianggap thoghut," tambahnya.

Beberapa tahun terakhir ini aksi teror di Indonesia tidak hanya melibatkan laki-laki saja melainkan juga perempuan. Para perempuan ini terlibat dalam penyebaran radikalisme di media sosial dan menjadi pelaku bom bunuh diri. Salah satu contohnya yaitu keterlibatan perempuan dalam rentetan teror bom di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur pada tahun lalu.

BNPT Mengaku Sudah Punya Program Penguatan Perempuan & Remaja

baca juga

Menanggapi itu, Direktur Pencegahan BNPT Hamli menjelaskan telah memiliki program penguatan untuk perempuan dan kelompok remaja. Sebab, kata dia, kelompok remaja juga memiliki kerentanan yang sama untuk direkrut dan terpapar radikalisme.

"Sebenarnya yang disasar hampir semua orang yakni laki-laki dan perempuan sama saja. Jadi kita juga memberikan penguatan terhadap kelompok rentan perempuan dan remaja. Karena memang yang ada sekarang mereka yang menjadi sasaran," jelas Hamli.

Hamli menjelaskan ada 2 pendekatan yang dilakukan pemerintah dalam memerangi radikalisme yaitu dengan pendekatan hukum dan pendekatan lunak seperti program deradikalisasi dan kontra radikalisasi yang menggandeng sejumlah pihak seperti artis. Untuk penegakan hukum, ia menyebut total sudah ada 2.000an orang yang ditangkap kepolisian sepanjang periode tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pansel Cegah Anggota KPK Radikal Lewat Uji Psikologi Klinis

Pansel Cegah Anggota KPK Radikal Lewat Uji Psikologi Klinis

News | Senin, 17 Juni 2019 | 13:44 WIB

Menhan Ryamizard: Masih Ada Kelompok Radikal Anti Pancasila Mau Bikin Rusuh

Menhan Ryamizard: Masih Ada Kelompok Radikal Anti Pancasila Mau Bikin Rusuh

News | Rabu, 12 Juni 2019 | 19:46 WIB

Menristek Sebut Sudah Lama 10 Perguruan Tinggi Terpapar Radikalisme

Menristek Sebut Sudah Lama 10 Perguruan Tinggi Terpapar Radikalisme

News | Senin, 03 Juni 2019 | 13:56 WIB

Terkini

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:02 WIB

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:00 WIB

×