Yuk, Melestarikan Karya Sastra di Komunitas Kelas Puisi !

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Sabtu, 22 Juni 2019 | 10:15 WIB
Yuk, Melestarikan Karya Sastra di Komunitas Kelas Puisi !
Lewat puisi, Komunitas Kelas Puisi berupaya untuk melestarikan karya sastra. (Instagram/@kelaspuisi)

Suara.com - Yuk, Melestarikan Karya Sastra di Komunitas Kelas Puisi !

Di tengah teknologi yang semakin berkembang dan dunia digital yang lebih diminati oleh banyak kaum muda, peminat karya sastra saat ini seakan semakin tenggelam.

Puisi adalah salah satunya. Melalui tulisan ini, sebenarnya banyak orang bisa berekspresi dan mencurahkan isi hatinya.

Nah, untuk melestarikan dan mengapresiasi karya sastra, khususnya puisi, dua orang pemuda asal Jakarta membentuk komunitas yang dinamakan Kelas Puisi. Mereka adalah Irawati Ningsih dan Gilang Perdana.

Pada Suara.com, perempuan yang akrab disapa Ira tersebut mengatakan, komunitas ini dibentuk, pada awalnya karena ada writing project di Tumblr pada November 2015. Pada bulan yang samalah, akhirnya keduanya berdiskusi untuk membentuk komunitas.

Komunitas Kelas Puisi punya program pertemuan offline yang dinamakan Kelas Puisi Jabodetabek. Kegiatannya menulis dan diskusi puisi. (Instagram/@kelaspuisi)
Komunitas Kelas Puisi punya program pertemuan offline yang dinamakan Kelas Puisi Jabodetabek. Kegiatannya menulis dan diskusi puisi. (Instagram/@kelaspuisi)

"Kelas Puisi digagas untuk mengajak banyak orang di seluruh Indonesia untuk menulis puisi. Kami ingin merangkul lebih semua orang yang menyukai puisi agar terus melestarikan puisi dengan produktif berkarya," ungkap Ira.

Dari sana, lanjut dia, kegiatan selanjutnya berjalan melalui berbagai diskusi online di LINE yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tulisan anggota.

Namun, pada 2019, kata Ira, Grup LINE Kelas Puisi sedang tidak aktif untuk sementara karena kesibukan para pengurusnya. Sehingga saat ini kegiatan difokuskan dengan pertemuan offline yang terpusat di Jakarta.

Anggota Komunitas Kelas Puisi saat membacakan karya puisinya. (Instagram/@kelaspuisi)
Anggota Komunitas Kelas Puisi saat membacakan karya puisinya. (Instagram/@kelaspuisi)

Kelas ini dinamakan Kelas Puisi Jabodetabek, yang kegiatannya yaitu menulis dan diskusi puisi. Biasanya, lanjut dia, Komunitas Kelas Puisi akan melakukan kegiatan rutin tersebut setiap 1 bulan sekali.

baca juga

"Taman Ismail Marzuki dan kafe-kafe di Jakarta dipilih untuk melakukan kegiatan. Kegiatan untuk para member yaitu menulis dan diksusi puisi serta gathering dengan seluruh anggota kelas puisi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia," jelas Ira lebih lanjut.

Selain kegiatan rutin khusus para anggota, komunitas ini juga memiliki beragam kegiatan yang dibuka untuk umum, diantaranya lomba cipta puisi, kelas kepenulisan, bedah buku, baca puisi, hingga perayaan ultah Kelas Puisi yang bisa diikuti siapapun.

Komunitas Kelas Puisi punya program pertemuan offline yang dinamakan Kelas Puisi Jabodetabek. Kegiatannya menulis dan diskusi puisi. (Instagram/@kelaspuisi)
Komunitas Kelas Puisi punya program pertemuan offline yang dinamakan Kelas Puisi Jabodetabek. Kegiatannya menulis dan diskusi puisi. (Instagram/@kelaspuisi)

Sejak Kelas Puisi terbentuk, kata Ira, komunitas ini bahkan sudah menelurkan karya-karya para anggotanya, yang dirangkum dalam sebuah buku Antologi Kelas Puisi dan diluncurkan November 2018.

Biasanya, para anggota Komunitas Kelas Puisi yang saat ini jumlahnya mencapai kurang lebih 50 orang, kata Ira, dibebaskan dalam membuat berbagai jenis puisi. Seperti balada, elegi, himne, satire, ode, romansa, hingga epigram.

"Mengenai jenis puisi, kelas puisi mengadakan writing project di Instagram bernama Semusim Puisi setiap bulan Agustus," tambah dia.

Komunitas Kelas Puisi. (Instagram/@kelaspuisi)
Komunitas Kelas Puisi. (Instagram/@kelaspuisi)

Ira berharap, Komunitas Kelas Puisi bisa terus menjadi wadah untuk banyak orang berkarya. Serta menjadi ruang untuk belajar dan mempertemukan banyak orang untuk berkembang bersama.

"Semoga kami bisa menjadi komunitas yang memiliki kegiatan-kegiatan bermanfaat guna mengajak lebih banyak lagi orang untuk terus menulis dan melestarikan puisi," kata dia.

Jika kamu suka menulis puisi untuk mengungkapkan perasaan hati, tak ada salahnya lho untuk sama-sama berkegiatan di komunitas ini.

Kamu bisa mendaftar dengan mengirimkan motivasi dan satu puisi karyamu sendiri dan follow saja Instagram mereka @kelaspuisi untuk menemukan info kegiatan dan pembukaan anggota di Komunitas Kelas Puisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hidupkan Lagi Mendongeng Cara Komunitas Ini Lawan Efek Negatif Digitalisasi

Hidupkan Lagi Mendongeng Cara Komunitas Ini Lawan Efek Negatif Digitalisasi

Lifestyle | Sabtu, 15 Juni 2019 | 10:29 WIB

Ambon Creative Makers, Komunitas Seniman Muda Kreatif dari Kota Ambon

Ambon Creative Makers, Komunitas Seniman Muda Kreatif dari Kota Ambon

Lifestyle | Sabtu, 08 Juni 2019 | 10:00 WIB

Komunitas Pengembang Aplikasi muda akan Berkolaborasi Teknologi

Komunitas Pengembang Aplikasi muda akan Berkolaborasi Teknologi

Press Release | Kamis, 06 Juni 2019 | 17:27 WIB

Terkini

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×