Hidupkan Lagi Mendongeng Cara Komunitas Ini Lawan Efek Negatif Digitalisasi

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 15 Juni 2019 | 10:29 WIB
Hidupkan Lagi Mendongeng Cara Komunitas Ini Lawan Efek Negatif Digitalisasi
Komunitas Kampung Dongeng. (Instagram/Kampung Dongeng)

Suara.com - Di tengah terpaan teknologi seperti sekarang, kegiatan mendongeng sudah semakin jarang dilakukan. Padahal dongeng merupakan cara sederhana mengenalkan pentingnya budaya membaca pada anak-anak.

Lewat dongeng pula, anak-anak bisa mengambil nilai-nilai kehidupan dari cerita yang disajikan. Nah, melihat pentingnya dongeng untuk mendukung tumbuh kembang anak zaman now, Awam Prakoso atau disapa Kak Awam mendirikan komunitas Kampung Dongeng.

Gerakan ini diresmikan pada 18 Mei 2009 di Kelurahan Kampung Sawah Ciputat Tangerang Selatan.

Kak Awam mengatakan, terbentuknya gerakan ini bermula dari profesinya sebagai pendongeng. Ketika berkeliling Indonesia membawakan dongeng ke hadapan ribuan anak Indonesia, Kak Awam merasa tak bisa sendirian.

Awam Prakoso yang akrab disapa Kak Awam, pendiri Komunitas Kampung Dongeng. (Instagram/Kampung Dongeng)
Awam Prakoso yang akrab disapa Kak Awam, pendiri Komunitas Kampung Dongeng. (Instagram/Kampung Dongeng)

Ia pun inisiatif mengajak berbagai kalangan yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen, karyawan dan juga berbagai profesional lainnya bergabung di Kampung Dongeng sebagai relawan dongeng dan menyiarkan dongeng pada anak-anak Indonesia.

"Selama 10 tahun berdiri sudah lebih dari 60 cabang Kampung Dongeng tersebar di berbagai daerah, dan terkumpul kurang lebih 250 Relawan Dongeng di berbagai wilayah yang siap mendongeng untuk anak-anak Indonesia," ujar Kak Awam di sela-sela acara yang dihelat Moneygram beberapa waktu lalu.

Harapannya, kata Kak Awam, Kampung Dongeng bisa mendirikan hingga 1000 Kampung Dongeng yang tersebar tak hanya di kota tapi juga pelosok daerah.

Untuk kegiatannya, Kak Awam menjelaskan bahwa Kampung Dongeng memiliki acara rutin yakni, Pekan Dongeng Ceria yang dilakukan sebulan sekali. Dalam kegiatan ini, pendongeng akan berinteraksi dengan orangtua dan anak.

Pentingnya mendongeng untuk mendukung tumbuh kembang anak. (instagram/Kampung Dongeng)
Pentingnya mendongeng untuk mendukung tumbuh kembang anak. (instagram/Kampung Dongeng)

"Kita tunjukkan bahwa mendongeng tidak sulit. Sehingga para orangtua bisa menumbuhkan kegiatan dongeng ini pada anak-anak mereka di rumah," imbuhnya.

Kak Awam mengatakan bahwa di setiap kegiatan Kampung Dongeng, komunitasnya selalu menggalakkan istilah 'memulai kembali'. Hal ini untuk mendorong para orangtua memulai kembali kebiasaan mendongeng yang sudah usang dimakan zaman.

"Di area Jabodetabek, kegiatan Kampung Dongeng dipusatkan di Basecamp kami yang berada di Kampung Sawah, Ciputat. Tapi tidak menutup kemungkinan para relawan Kampung Dongeng juga ada di kota-kota lain dan mengadakan kegiatan mendongeng di tempatnya," imbuhnya.

Nah, khusus di Jakarta, Komunitas Kampung Dongeng, kata Kak Awam juga kerap hadir di Ruang Publik terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang ada di lima wilayah Jakarta. Lokasi ini dipilih, karena RPTRA menjadi ruang bermain bagi anak-anak yang tinggal di rumah padat penduduk.

Selama 10 tahun berdiri sudah lebih dari 60 cabang Kampung Dongeng tersebar di berbagai daerah, dan terkumpul kurang lebih 250 Relawan Dongeng di berbagai wilayah yang siap mendongeng untuk anak-anak Indonesia. (Instagram/Kampung Dongeng)
Selama 10 tahun berdiri sudah lebih dari 60 cabang Kampung Dongeng tersebar di berbagai daerah, dan terkumpul kurang lebih 250 Relawan Dongeng di berbagai wilayah yang siap mendongeng untuk anak-anak Indonesia. (Instagram/Kampung Dongeng)

"Biasanya anak-anak kalau main kan ditemani orangtua, jadi itu alasan kita membuat Pekan Dongeng Ceria di RPTRA juga sehingga orangtua juga ditumbuhkan minatnya untuk mendongengkan anak-anak mereka," jelasnya.

Nah, bagi orangtua yang ingin mendongengkan cerita pada anak, Kak Awam mengimbau agar mulai menumbuhkan kecintaan dengan dunia anak. Orangtua juga bisa mengambil referensi dari buku cerita atau pengalaman hidup yang menarik.
Jangan lupa juga ajak anak untuk menonton pertunjukkan dongeng.

"Lalu bisa juga gunakan kreativitas untuk menarik perhatian anak. Saya lebih mengutamakan mengubah suara, atau bisa juga pakai boneka, papan, buku, atau media lainnya. Itu kreativitas yang dibangun agar anak memperhatikan kita," tambah dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ambon Creative Makers, Komunitas Seniman Muda Kreatif dari Kota Ambon

Ambon Creative Makers, Komunitas Seniman Muda Kreatif dari Kota Ambon

Lifestyle | Sabtu, 08 Juni 2019 | 10:00 WIB

Komunitas Pengembang Aplikasi muda akan Berkolaborasi Teknologi

Komunitas Pengembang Aplikasi muda akan Berkolaborasi Teknologi

Press Release | Kamis, 06 Juni 2019 | 17:27 WIB

Velogirls Indonesia Ajak Perempuan Bersepeda Sambil Beramal

Velogirls Indonesia Ajak Perempuan Bersepeda Sambil Beramal

Lifestyle | Sabtu, 01 Juni 2019 | 10:02 WIB

Terkini

Bye-Bye Rambut Singa! Inovasi Alat Styling yang Bikin Rambut Halus Seketika

Bye-Bye Rambut Singa! Inovasi Alat Styling yang Bikin Rambut Halus Seketika

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 15:30 WIB

5 Sunscreen Wardah untuk Usia 40 Tahun ke Atas guna Cegah Flek Hitam dan Kerutan

5 Sunscreen Wardah untuk Usia 40 Tahun ke Atas guna Cegah Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 15:30 WIB

Khimar Bandana dan French Khimar, Apa Bedanya? Model Hijab Syar'i Kekinian yang Lagi Tren

Khimar Bandana dan French Khimar, Apa Bedanya? Model Hijab Syar'i Kekinian yang Lagi Tren

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 15:08 WIB

Bagaimana agar Muka Tidak Cepat Tua? Lakukan 5 Kebiasaan Ini

Bagaimana agar Muka Tidak Cepat Tua? Lakukan 5 Kebiasaan Ini

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 14:50 WIB

Vertical Forest: Bisakah Jadi Solusi Hunian Hijau di Tengah Kota?

Vertical Forest: Bisakah Jadi Solusi Hunian Hijau di Tengah Kota?

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 14:50 WIB

5 Serum Animate Buat Wajah Lebih Cerah dan Glowing, Harga Mulai Rp20 Ribuan Aja

5 Serum Animate Buat Wajah Lebih Cerah dan Glowing, Harga Mulai Rp20 Ribuan Aja

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 14:40 WIB

5 Moisturizer untuk Kulit Bruntusan Mulai Rp30 Ribuan, Bisa Meredakan Kemerahan

5 Moisturizer untuk Kulit Bruntusan Mulai Rp30 Ribuan, Bisa Meredakan Kemerahan

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 14:29 WIB

Apakah SPPI Koperasi Merah Putih Diangkat Jadi PPPK? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah SPPI Koperasi Merah Putih Diangkat Jadi PPPK? Ini Penjelasan Lengkapnya

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 14:09 WIB

Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!

Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 14:06 WIB

4 Rekomendasi Parfum Wangi Mirip Prada Paradoxe, Harga Jauh Lebih Murah

4 Rekomendasi Parfum Wangi Mirip Prada Paradoxe, Harga Jauh Lebih Murah

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 14:01 WIB