Hidupkan Lagi Mendongeng Cara Komunitas Ini Lawan Efek Negatif Digitalisasi

Ririn Indriani | Firsta Nodia
Hidupkan Lagi Mendongeng Cara Komunitas Ini Lawan Efek Negatif Digitalisasi
Komunitas Kampung Dongeng. (Instagram/Kampung Dongeng)

Komunitas Kampung Dongeng mengajak siapa saja untuk menjadi relawan, Anda tertarik?

Suara.com - Di tengah terpaan teknologi seperti sekarang, kegiatan mendongeng sudah semakin jarang dilakukan. Padahal dongeng merupakan cara sederhana mengenalkan pentingnya budaya membaca pada anak-anak.

Lewat dongeng pula, anak-anak bisa mengambil nilai-nilai kehidupan dari cerita yang disajikan. Nah, melihat pentingnya dongeng untuk mendukung tumbuh kembang anak zaman now, Awam Prakoso atau disapa Kak Awam mendirikan komunitas Kampung Dongeng.

Gerakan ini diresmikan pada 18 Mei 2009 di Kelurahan Kampung Sawah Ciputat Tangerang Selatan.

Kak Awam mengatakan, terbentuknya gerakan ini bermula dari profesinya sebagai pendongeng. Ketika berkeliling Indonesia membawakan dongeng ke hadapan ribuan anak Indonesia, Kak Awam merasa tak bisa sendirian.

Awam Prakoso yang akrab disapa Kak Awam, pendiri Komunitas Kampung Dongeng. (Instagram/Kampung Dongeng)
Awam Prakoso yang akrab disapa Kak Awam, pendiri Komunitas Kampung Dongeng. (Instagram/Kampung Dongeng)

Ia pun inisiatif mengajak berbagai kalangan yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen, karyawan dan juga berbagai profesional lainnya bergabung di Kampung Dongeng sebagai relawan dongeng dan menyiarkan dongeng pada anak-anak Indonesia.

"Selama 10 tahun berdiri sudah lebih dari 60 cabang Kampung Dongeng tersebar di berbagai daerah, dan terkumpul kurang lebih 250 Relawan Dongeng di berbagai wilayah yang siap mendongeng untuk anak-anak Indonesia," ujar Kak Awam di sela-sela acara yang dihelat Moneygram beberapa waktu lalu.

Harapannya, kata Kak Awam, Kampung Dongeng bisa mendirikan hingga 1000 Kampung Dongeng yang tersebar tak hanya di kota tapi juga pelosok daerah.

Untuk kegiatannya, Kak Awam menjelaskan bahwa Kampung Dongeng memiliki acara rutin yakni, Pekan Dongeng Ceria yang dilakukan sebulan sekali. Dalam kegiatan ini, pendongeng akan berinteraksi dengan orangtua dan anak.

Pentingnya mendongeng untuk mendukung tumbuh kembang anak. (instagram/Kampung Dongeng)
Pentingnya mendongeng untuk mendukung tumbuh kembang anak. (instagram/Kampung Dongeng)

"Kita tunjukkan bahwa mendongeng tidak sulit. Sehingga para orangtua bisa menumbuhkan kegiatan dongeng ini pada anak-anak mereka di rumah," imbuhnya.

Kak Awam mengatakan bahwa di setiap kegiatan Kampung Dongeng, komunitasnya selalu menggalakkan istilah 'memulai kembali'. Hal ini untuk mendorong para orangtua memulai kembali kebiasaan mendongeng yang sudah usang dimakan zaman.

"Di area Jabodetabek, kegiatan Kampung Dongeng dipusatkan di Basecamp kami yang berada di Kampung Sawah, Ciputat. Tapi tidak menutup kemungkinan para relawan Kampung Dongeng juga ada di kota-kota lain dan mengadakan kegiatan mendongeng di tempatnya," imbuhnya.

Nah, khusus di Jakarta, Komunitas Kampung Dongeng, kata Kak Awam juga kerap hadir di Ruang Publik terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang ada di lima wilayah Jakarta. Lokasi ini dipilih, karena RPTRA menjadi ruang bermain bagi anak-anak yang tinggal di rumah padat penduduk.

Selama 10 tahun berdiri sudah lebih dari 60 cabang Kampung Dongeng tersebar di berbagai daerah, dan terkumpul kurang lebih 250 Relawan Dongeng di berbagai wilayah yang siap mendongeng untuk anak-anak Indonesia. (Instagram/Kampung Dongeng)
Selama 10 tahun berdiri sudah lebih dari 60 cabang Kampung Dongeng tersebar di berbagai daerah, dan terkumpul kurang lebih 250 Relawan Dongeng di berbagai wilayah yang siap mendongeng untuk anak-anak Indonesia. (Instagram/Kampung Dongeng)

"Biasanya anak-anak kalau main kan ditemani orangtua, jadi itu alasan kita membuat Pekan Dongeng Ceria di RPTRA juga sehingga orangtua juga ditumbuhkan minatnya untuk mendongengkan anak-anak mereka," jelasnya.

Nah, bagi orangtua yang ingin mendongengkan cerita pada anak, Kak Awam mengimbau agar mulai menumbuhkan kecintaan dengan dunia anak. Orangtua juga bisa mengambil referensi dari buku cerita atau pengalaman hidup yang menarik.
Jangan lupa juga ajak anak untuk menonton pertunjukkan dongeng.

"Lalu bisa juga gunakan kreativitas untuk menarik perhatian anak. Saya lebih mengutamakan mengubah suara, atau bisa juga pakai boneka, papan, buku, atau media lainnya. Itu kreativitas yang dibangun agar anak memperhatikan kita," tambah dia.

Sedangkan untuk durasi ideal mendongeng, Kak Awam menganjurkan sebaiknya disesuaikan dengan usia anak. Anak usia dini, sambung dia, sebaiknya paling lama didongengkan selama tujuh menit. Ketika sudah SD barulah durasinya bisa ditambah sampai setengah jam.

"Idealnya dongeng nggak perlu durasinya lama atau sebentar, yang terpenting berkelanjutan. Waktunya bisa kapan saja asal dalam kondisi tidak bermain," tandasnya.

Nah, untuk Anda yang tertarik dengan kegiatan mendongeng dan ingin menjadi relawan Kampung Dongeng, yuk ikuti kegiatan mereka lewat akun Instagram @kampungdongeng.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS