Teror Hiu Meningkat, Pakar 'Survival' Bongkar Trik Aman Renang di Laut

Dany Garjito, Amertiya Saraswati

Jum'at, 28 Juni 2019 | 18:48 WIB
Teror Hiu Meningkat, Pakar 'Survival' Bongkar Trik Aman Renang di Laut
Ilustrasi hiu menyerang manusia. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus hiu yang muncul di area-area yang seharusnya aman bagi turis kerap terdengar belakangan ini. Parahnya, serangan hiu yang sampai menimbulkan turis tewas pun juga turut terjadi.

Hal ini tentunya membuat banyak wisatawan menjadi was-was saat pergi ke laut. Baik di dalam negeri maupun luar negeri, serangan hiu merupakan ancaman yang harus diwaspadai.

Menurut data, jumlah serangan hiu tanpa provokasi yang terjadi tahun lalu mencapai 66 serangan seperti dikutip dari ABC News.

Di tahun 2019 ini pun, berita tentang turis yang diserang hiu saat sedang berenang atau bermain di laut lumayan sering terdengar.

Mengatasi hal tersebut, seorang pakar bertahan hidup Terry Schappert pun membagikan beberapa tips untuk tetap aman saat berenang di laut.

Ilustrasi pria berenang bersama hiu. (Pixabay/Jakob Owen)
Ilustrasi pria berenang bersama hiu. (Pixabay/Jakob Owen)

Yang pertama, turis diharapkan untuk tetap bersikap tenang alih-alih berteriak atau membuat kerusuhan saat melihat hiu muncul di laut.

Langkah paling baik adalah segera keluar dari air dengan sikap tenang dan mengajak orang lain turut pergi ke daratan.

Ini karena hiu dapat merasakan getaran dan mencium bau manusia, tapi tidak dapat melihatnya dengan jelas.

"Semakin banyak kau bergerak, hiu akan semakin tertarik padamu," ujar Schappert.

baca juga

Selain tetap tenang, Terry Schappert juga menyarankan agar kita membuat rencana dan mengetahui langkah pertolongan pertama.

Ilustrasi ikan-ikan hiu (Shutterstock).
Ilustrasi ikan-ikan hiu (Shutterstock).

Salah satu hal yang penting adalah mengetahui letak rumah sakit terdekat sebelum mengunjungi pantai.

Selain itu, langkah-langkah pertolongan pertama pun penting diketahui. Yang paling umum, wisatawan harus tahu cara mengikat turniket dan menghentikan pendarahan.

Hal ini penting karena gigitan hiu biasanya terjadi di lengan atau kaki dan tidak rata, sehingga darah yang keluar akan lebih banyak.

Terakhir, Schappert juga menyarankan bahwa tidak ada salahnya mencoba melawan ketika hiu sudah mencoba untuk menyerang.

Salah satu rekomendasi Schappert adalah dengan memukul hiu dengan tinju yang mengarah ke bawah.

"Yang bisa kau lakukan adalah melawan dan membiarkan mereka tahu, 'aku tidak akan kalah semudah itu'," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Serangan Hiu: 22 Insiden Dipicu oleh Pemancing, 10 Orang Tewas

Misteri Serangan Hiu: 22 Insiden Dipicu oleh Pemancing, 10 Orang Tewas

News | Selasa, 06 Februari 2024 | 16:53 WIB

Ria Ricis Piawai Berenang di Laut Pakai Gamis, Netizen: Mermaid Soleha

Ria Ricis Piawai Berenang di Laut Pakai Gamis, Netizen: Mermaid Soleha

Entertainment | Senin, 08 Mei 2023 | 12:59 WIB

Digigit Penyu saat Berenang di Laut, Bokong dan Paha Wanita Ini Memar Parah

Digigit Penyu saat Berenang di Laut, Bokong dan Paha Wanita Ini Memar Parah

Health | Selasa, 30 Agustus 2022 | 11:02 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×