Suara.com - Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari, dengan demikian umat muslim seluruh dunia akan menyambutnya penuh suka cita datangnya bulan mulia sarat akan keberkahan, ampunan, pahala serta berbagai kebaikan tidak terhingga lainnya.
Ramadan bukan sebatas menahan haus dan lapar, tapi tersimpan momen tersembunyi di dalamnya yang mengantarkan umat muslim untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah dan lebih mendekatkan diri pada Allah.
Maka dari itu, kehadirannya sudah sepatutnya disambut dengan penuh gembira serta kesiapan spiritual yang maksimal.
Hal tersebut juga tersirat dalam sebuah hadis yang mengandung arti:
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah menjamin kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan ini pintu-pintu langit terbuka, pintu-pintu neraka tertutup dan setan-setan jahat dibelenggu. Didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalang dari kebaikannya, maka sungguh ia telah merugi.” (HR an-Nasa’i)
Hadis tersebut menunjukkan betapa mulianya bulan Ramadhan, hingga banyak ulama yang sudah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum bulan tersebut datang.
Amalan Sambut Bulan Suci Ramadhan
Berdasarkan penelusuran dari laman resmi MUI, setidaknya ada 3 amalan untuk mempersiapkan datangnya bulan penuh berkah tersebut.
- Berdoa Supaya Bertemu dengan Bulan Ramadhan
Para ulama terdahulu mempunyai kebiasaan untuk memperbanyak doa menjelang Ramadhan tiba.
Permohonan kepada Allah berupa diberikan kesempatan hidup untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan, dipermudah saat menjalankan ibadah, segala amal kebaikan diterima.
Dari sekian doa, ada yang paling masyhur dibaca Rasulullah SAW saat bulan Sya’ban.
Doa tersebut jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, mengandung arti sebagai berikut.
“Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan kami kepada Ramadhan.” (HR al-Baihaqi)
- Perbanyak Istighfar dan Bertaubat
Selain berdoa memohon keberkahan, ada amalan lain yang tidak kalah penting, yaitu dengan rutin istighfar dan memperbaharui taubat.
Sebab, Ramadhan sendiri termasuk bulan penyucian jiwa. Sehingga sedapat mungkin menjumpainya dengan hati bersih, dampaknya saat ibadah terasa ringan dan khusyuk.