Desa Wisata Lihat Pembuatan Kain Tenun Lombok, Ini 5 Daya Tariknya

Silfa Humairah Utami

Senin, 29 Juli 2019 | 19:00 WIB
Desa Wisata Lihat Pembuatan Kain Tenun Lombok, Ini 5 Daya Tariknya
Pengunjung berfoto di depan Wisata Desa Sukarara Lombok dengan mengenakan kain tenun Lombok. (Suara.com/Silfa Humairah)

Suara.com - Desa Wisata Lihat Pembuatan Kain Tenun Lombok, Ini 5 Daya Tariknya.

Tidak sah rasanya saat mengunjungi Lombok namun tak lihat langsung kawasan kampung kerajinan kain tenunnya.

Selain memiliki keanekaragaman pesona alam yang indah, Pulau Lombok juga terkenal dengan kerajinan tenunnya. Sehingga Wisata Desa Sukarara Lombok merupakan desa wisata tenunan yang juga menjadi list destinasi yang wajib dikunjungi saat mengunjungi Pulau Lombok.

Desa ini berlokasi di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok. Lokasi ini berdekatan dengan Pantai Kuta, Tanjung Aan, Desa Sade, dan Desa Banyumulek.

Wisata Desa Sukarara Lombok. (Suara.com/Silfa Humairah)
Wisata Desa Sukarara Lombok. (Suara.com/Silfa Humairah)

Mudah untuk mengenal lokasinya, karena tepat di teras rumah-rumah adat di desa etrsebut tersebut ada beberapa perempuan yang tampak membuat kerajinan tenun khas Lombok.

Beberapa keunikan dari Desa Sukarara dan hasil kerajinannya menjadikan tempat ini wajib anda kunjungi saat anda berada di Pulau Lombok.

Apa aja sih kelebihan kain tenun Lombom yang cukup populer ini, berikut dirangkum Suara.com:

1. Setiap rumah punya alat tenun dan menenun depan rumah

Kain tenun yang dihasilkan para penenun di Desa Sukarara ini rata – rata adalah buatan home industri (dikerjakan di rumah).

baca juga

Hampir setiap rumah di Desa ini memiliki alat tenun sendiri. Profesi penenun ini hanya digeluti oleh kaum wanita saja, sedangkan kaum pria sebagian besar bekerja sebagai petani.

2. Benang pakan dan benang sintetis sebagai hiasan

Kain Tenun Lombok memiliki teknik berbeda dari pembuatan songket lainnya karena menambahkan benang pakan dengan benang sintetis sebagai hiasan, biasanya berwarna emas atau perak. Warnanya mencolok dan jadi pusat perhatian tentunya.

Hiasan tersebut disisipkan diantara benang lusi. Kadang hiasan ini berupa manik – manik, kerang, atau bahkan uang logam.

3. Benang pilihan

Benang yang digunakan dalam menenun adalah benang – benang pilihan yang sudah terbukti kekuatannya. Sehingga cukup langka dan mahal untuk tenun aslinya.

4. Tidak Luntur

Selain itu, kain tenun khas Desa Sukarara ini tidak mudah luntur karena pewarna yang digunakan terbuat dari bahan – bahan alami yang diambil dari tumbuhan.

5.Bisa sewa kain tenun untuk berfoto

Di tempat ini, pengunjung juga bebas mencoba kain tenun Lomboknya untuk sewa berfoto di depan rumah adat Lombok di desa tersebut. 

Jadi walaupun nggak memborong tapi setidaknya udah datang dan berfoto.

Tapi bagi yang belanja, pasti bangga bawa oleh-oleh kain tenun Lombok, karena kainnya cocok dipakai untuk acara besar seperti undangan dan menghadiri acara formal. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anti Maenstrim, Ketenangan di Pantai Ringgit Lombok Timur Bikin Hati Damai

Anti Maenstrim, Ketenangan di Pantai Ringgit Lombok Timur Bikin Hati Damai

Lifestyle | Senin, 22 Juli 2019 | 14:29 WIB

Ribuan Rumah Tahan Gempa Siap Dibangun di NTB, Investornya dari Jepang

Ribuan Rumah Tahan Gempa Siap Dibangun di NTB, Investornya dari Jepang

Bisnis | Sabtu, 20 Juli 2019 | 07:46 WIB

Kehabisan Bahan Bakar, Nelayan Asal Bali Terombang Ambing di Laut

Kehabisan Bahan Bakar, Nelayan Asal Bali Terombang Ambing di Laut

News | Sabtu, 20 Juli 2019 | 06:40 WIB

Terkini

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 14:00 WIB

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:59 WIB

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:53 WIB

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 13:47 WIB

Jelang Berlaku 2027, Skema Retribusi Ekspor Komoditas DSI Masuk Tahap Final

Jelang Berlaku 2027, Skema Retribusi Ekspor Komoditas DSI Masuk Tahap Final

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:45 WIB

Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon

Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon

Kaltim | Sabtu, 07 November 2026 | 13:42 WIB

Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara

Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:30 WIB

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB

×