Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Ribuan Rumah Tahan Gempa Siap Dibangun di NTB, Investornya dari Jepang

Iwan Supriyatna | Suara.com

Sabtu, 20 Juli 2019 | 07:46 WIB
Ribuan Rumah Tahan Gempa Siap Dibangun di NTB, Investornya dari Jepang
Ilustrasi Rumah tahan gempa Barataga Dome. [Shutterstock]

Suara.com - Presiden Director Iida Group Holding, Yoichi Nishikawa yang merupakan investor asal negeri Sakura Jepang, yang bergerak di bidang pembangunan rumah dengan teknologi tahan gempa menemui Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah.

Lida Group Holding diketahui merupakan perusahaan developer berbasis di Shinjuku Tokyo, Jepang. Perusahaan tersebut menaungi enam perusahaan lainnya, yaitu Hajime Construction, Co.,Ltd., Iida Sangyo Co., Ltd., Touei Housing Corporation, Tact Home Co., Ltd., Arnest One Corporation, Id Home Co., Ltd.

Di Indonesia, perusahaan itu dengan bendera PT Iida Group Holding, melalui Iida Sangyo Co. Ltd., mengandeng PT Propenas Griya Utama (anak perusahaan Perum PERUMNAS) membentuk PT Perumnas IIDA Group, dengan target membangun 100.000 unit rumah per tahun di Indonesia.

Perusahaan tersebut juga telah membentuk PT Ione Home di Jl. TGH Lopan Kediri, Lombok Barat, dengan target membangun rumah tahan gempa di tiga titik wilayah Lombok Barat. Target tahun ini akan dibangun 3.500 unit rumah, dan akan terus berkembang pada tahun mendatang.

Arnest One Corporation merupakan salah satu perusahaan property terbesar di Jepang yang mempunyai jaringan dan telah membangun property di seluruh wilayah Jepang. Mereka dikenal sebagai pengembang perumahan dengan tekonologi tahan gempa.

Kepala Badan Penanaman Modal dan PTSP NTB, Lalu Gita Aryadi menjelaskan, kunjungan investor asal Jepang itu selain mengucapkan empati, juga menyampaikan progres kegiatan yang akan dan sudah berjalan di NTB.

Dia menjelaskan, perusahaan tersebut juga membangun rumah tahan gempa di Jepang yang sering mengalami bencana gempa dan tsunami.

“Di Jepang perusahaan ini berhasil membangun 45 ribu rumah tahan gempa per tahun. Di Indonesia bekerjasama dengan Perumnas, targetnya membangun 40 ribu rumah tahan gempa setahun,” jelasnya.

Selain itu Lalu Gita menyampaikan, perusahaan tersebut datang tidak hanya berbisnis, melainkan akan memberikan kesempatan pemuda di NTB belajar ke Jepang, dengan sistem magang. Bagi lulusan SMK atau program bidang bangunan sipil dan kesehatan, dapat bekerja di Jepang pada perusahaan tersebut.

“Sebagai perusahaan property terkemuka di jepang, Iida Group Holding merekrut pekerja untuk magang di Jepang selama tiga sampai lima tahun dengan penghasilan yang bagus. Peserta magang termasuk dari Lombok yang jumlahnya sudah mencapai ratusan dan ke depan quota peserta magang dari NTB jumlahnya akan terus di tambah,” papar Lalu Gita.

Selain program magang bidang property, juga akan merekrut program magang untuk tenaga perawat kesehatan yang kebutuhannya juga besar.

Lalu Gita mengungkapkan di NTB, IIDA Group Holding dalam beberapa tahun terakhir ini sudah mulai berinvestasi tidak kurang dari Rp 100 miliar dengan membebaskan lahan seluas 45 Hektar dan rencananya akan membangun 3500 unit rumah tahan gempa.

“Tahap pertama sudah mulai dibangun sebanyak 282 unit di Lombok Barat,” paparnya.

Gubernur NTB menyambut baik tawaran perusahaan tersebut. Dia meminta kuota magang di Jepang untuk pemuda NTB dapat ditambahkan. Gubernur juga meminta agar investasi perusahaan tersebut tidak dipersulit karena dibutuhkan masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana.

Setelah berkunjung ke Gubernur NTB, Presiden IIDA Group Holdings dan rombongan melanjutkan kunjungan melihat progres proyek di lombok Tengah dan mengunjungi KEK Mandalika untuk menjajaki peluang berinvestasi di kawasan pariwisata tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Remaja Jepang Kembangkan Celana Dalam Anti Kentut

Remaja Jepang Kembangkan Celana Dalam Anti Kentut

Lifestyle | Jum'at, 19 Juli 2019 | 19:45 WIB

Studio Animasi Jepang Terbakar, 33 Orang Dipastikan Tewas

Studio Animasi Jepang Terbakar, 33 Orang Dipastikan Tewas

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 10:57 WIB

Pesawat Ini Mendarat Darurat Demi Selamatkan Nyawa Seorang Penumpang

Pesawat Ini Mendarat Darurat Demi Selamatkan Nyawa Seorang Penumpang

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 17:25 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB