Gerakan Menikah Muda Tak Relevan Lagi untuk Generasi 90an, Ini Alasannya

Rima Sekarani Imamun Nissa

Senin, 12 Agustus 2019 | 10:51 WIB
Gerakan Menikah Muda Tak Relevan Lagi untuk Generasi 90an, Ini Alasannya
Ilustrasi pernikahan. (Unsplash/ Nathan Dumlao)

Suara.com - Beberapa waktu lalu, sempat beredar tabel usia ideal menikah di media sosial. Indikatornya adalah usia anak pertama masuk SD sampai kuliah, bahkan sampai menikah.

Hitung-hitungan itu pun membuat banyak orang berpikir untuk sebaiknya menikah muda, salah satunya agar tidak terlalu tua saat anak-anak sekolah.

Pada tabel terkait, idealnya seseorang menikah pada usia 25-28 tahun. Artinya, 2017 adalah waktu paling ideal untuk orang-orang kelahiran 1990an ke bawah menikah.

Saat ini bahkan sedang ramai gerakan menikah muda yang mengajak anak-anak muda Indonesia melepas masa lajang di usia awal 20 tahunan. Jika pertimbangannya berkaitan dengan agama, tentu itu berbeda. Namun, bagaimana jika yang dijadikan alasan adalah perkara ekonomi seperti tabel usia pernikahan ideal itu?

Melansir dari Yukepo.com, generasi 90an tentu sudah masuk dalam usia produktif dan memasuki dunia kerja. Teknologi memainkan peran penting dalam perubahan pola kerja mereka. Namun meski banyak pilihan, tekanan yang ditimbulkan juga semakin nyata.

Andaikan seseorang baru mulai bekerja pada usia 22 tahun, lalu karena standar usia menikah 'ideal' tadi ia mendapat tekanan untuk menikah saat berumur 25 tahun, artinya ia hanya punya waktu tiga tahun untuk mempersiapkan segalanya.

Tabel usia pernikahan ideal yang sempat jadi viral. (Instagram/@ayonikahcom)
Tabel usia pernikahan ideal yang sempat jadi viral. (Instagram/@ayonikahcom)

Inilah yang kemudian menyebabkan menikah muda tak lagi relevan untuk orang-orang kelahiran 1990an ke bawah. Menikah tentu membutuhkan banyak modal, apalagi jika mengikuti tren pernikahan instagrammable.

Masih mengutip Yukepo.com, inilah beberapa hal yang menyebabkan menikah muda tak relevan lagi untuk generasi 90an.

1. Dilihat dari sisi ekonomi, waktu dari mulai bekerja sampai usia 25 tahun belum cukup untuk mengumpulkan biaya pernikahan yang bisa jadi sangat banyak.

baca juga

2. Bukan hanya biaya pernikahan yang dibutuhkan. Setelah menikah, biaya lainnya segera menyusul, seperti kebutuhan tempat tinggal hingga biaya membesarkan anak.

3. Dengan semakin terbukanya kesempatan untuk melakukan banyak hal, menikah bukan lagi sesuatu yang harus dikejar. Ada banyak pilihan hidup lain yang lebih menyenangkan, misalnya studi lanjut S2 atau S3 ke luar negeri, memperdalam kemampuan di bidang yang disukai, membuat proyek yang berguna untuk lingkungan, dan lain-lain.

4. Pada usia 25-28 tahun, tidak banyak orang yang kariernya sudah mapan. Jika dalam waktu-waktu itu memutuskan untuk menikah, kesempatan untuk meniti tangga karir sampai puncak bisa saja terputus.

Ilustrasi menikah. (Shutterstock)

5. Salah satu faktor terbesar penyebab perceraian adalah ekonomi. Dengan memahami hal ini, orang usia 25 tahun ke atas yang belum mapan berpikir ulang tentang keputusan menikah.

6. Tuntutan pekerjaan berlebih bikin seseorang tak punya waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang baru. Gimana mau nikah? Pacar saja tidak ada, mau cari juga nggak sempat.

7. Banyak yang bilang menikah itu membuka pintu rezeki. Nyatanya, tak semuanya berjalan semanis itu setelah menikah. Kebutuhan makin banyak, kerjaan dan penghasilan tak berkembang. Lalu, siapa yang mau tanggung jawab?

Walau demikian, tentu saja setiap orang boleh berbeda pendapat soal menikah muda. Hanya saja, banyak hal yang mesti dipertimbangkan. Setuju?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aneh, Calon Pengantin Ini Minta Temannya Datang ke Pesta Tanpa Makeup

Aneh, Calon Pengantin Ini Minta Temannya Datang ke Pesta Tanpa Makeup

Lifestyle | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 14:30 WIB

Viral! Pasangan Gay India Menikah dengan Tradisi Hindu Kental

Viral! Pasangan Gay India Menikah dengan Tradisi Hindu Kental

Lifestyle | Rabu, 07 Agustus 2019 | 15:03 WIB

Hebohnya Pernikahan Fans JKT48, Tamu Undangan Ikutan Joget

Hebohnya Pernikahan Fans JKT48, Tamu Undangan Ikutan Joget

Tekno | Selasa, 06 Agustus 2019 | 20:13 WIB

Ala Spiderman, Pasangan Menikah Ini Ijab Kabul Sambil Panjat Dinding

Ala Spiderman, Pasangan Menikah Ini Ijab Kabul Sambil Panjat Dinding

Jawa Tengah | Selasa, 06 Agustus 2019 | 17:52 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×