Jualan Online, Ini 5 Tips Posting Konten Agar Barang Cepat Laku

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Jualan Online, Ini 5 Tips Posting Konten Agar Barang Cepat Laku
Ilustrasi belanja online. (Shutterstock)

Tidak sekadar foto bagus atau harga murah, ini tips supaya barang daganganmu cepat laku di toko online.

Suara.com - Zaman digital seperti sekarang, banyak orang berbondong-bondong memposting konten andalannya di media sosial atau platform digital. Tak sekadar sharing, konten yang diunggah kalau bisa harus mendapat like, komentar, dan menambah follower sebanyak-banyaknya. Inilah yang banyak dilakukan oleh para influencer, blogger, dan vlogger.

Agar konten bisa jadi unggulan, tentu ada trik yang harus dijalankan. Dalam acara workshop Pasar IDEA, Praktisi MP Seller Dedy Liem memberikan beberapa tipsnya agar konten yang diposting efektif dan banyak dibaca atau ditonton orang.

1. Beri gambar menarik
Dedy melakukan riset dalam usahanya jika gambar sebagai sampul konten yang diposting haruslah menarik, gambar yang cerah, dan berwarna. Gambar yang diposting juga harus mewakili tulisan, cerita, atau bahkan barang yang dijual.

"Bagaimana strategi foto utama bagus, dia akan dicari karena foto yang menarik. Kebanyakan orang di market place rata-rata sudah bagus semua," tutur Dedy di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019)

2. Keyword unik
Dedy punya pemikiran jika semakin sedikit pesaingnya, maka akan semakin mudah mendapatkan penonton, pembaca, hingga pembeli. Karenanya pastikan keyword konten yang dipilih dalam pencarian berbeda.

Tips Posting Konten Agar Barang Cepat Laku. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Tips Posting Konten Agar Barang Cepat Laku. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Misalnya tidak semua menulis sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), seperti seharusnya ditulis kaos menjadi kaus. Beberapa orang menulis kaos dengan kaus, prank dengan preng, haus dengan aus, sendal dengan sandal, dan sebagainya.

3. Cek kompetitor
Meski bukan pesaing sebenarnya, orang-orang seperti selebgram, selebtwit, atau influencer membahas apa yang trending. Isu, judul, hastag, dan keyword milik mereka bisa digunakan, karena secara langsung akan mengaitkan pembaca, penonton, maupun pembeli.

"Perlu diingat juga untuk tidak begitu banyak menambahkan hastag atau keyword karena bisa dianggap sebagai spam atau konten sampah," tutur Dedy

4. Penulisan judul atau caption
Pastikan judul padat, jelas, singkat, dan mewakili isi video, tulisan, atau gambaran produk yang dijual. Caranya bisa dari beberapa keyword atau kata kunci unggulan, hanya dipilih salah satu yang paling menonjol, paling kuat, dan banyak dibicarakan dalam konten.

"Dipikirkan judul produk, buatlah dari rangkaian keyword, jangan semua dipilih rangkai jadi satu kalimat, pilih aja salah satu," jelasnya.

5. Iklankan konten
Tidak ada salahnya untuk beriklan, tapi tidak sembarangan agar tidak membuang uang dengan sia-sia. Tidak harus pilih yang termahal, tapi harus tepat sasaran.

"Gimana iklan biaya murah rendah dapat trafik yang banyak, kita bisa manfaatkan fitur-fitur, kita bisa nanggung ongkos kirim, biasanya boucher punya resource sendiri di aplikasi, kalau setting voucher bisa dapet trafik dari situ," tutupnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS