Suara.com - Idulfitri tinggal sebulan lagi. Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) artinya sebentar lagi juga akan menerima hak berupa tunjangan hari raya atau THR. Lantas kapan THR PNS cair? Pemerintah belum mengumumkan secara resmi kapan THR PNS cair. Kendati demikian, THR PNS biasanya cair paling lambat 7 hari jelang Lebaran 2026.
Jika menilik kalender Ramadan 2026, Idulfitri akan jatuh pada 20—21 Maret 2026. Dengan demikian, THR akan cair paling lambat 12 Maret 2026. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan agar THR Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa cair saat awal Ramadan.
Sebagai informasi, pemerintah menyiapkan anggaran dengan total mencapai Rp55 triliun untuk pembayaran THR bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI, serta personel Polri. Rencana penyaluran dana besar ini dijadwalkan akan dilakukan pada momentum awal Ramadan tahun 2026 mendatang.
"Di awal-awal puasa kita harapkan (THR) sudah bisa kita salurkan," ujar Purbaya dalam acara Indonesian Economic Outlook di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Senin (16/2/2026).
Alokasi dana sebesar Rp55 triliun ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya para abdi negara, di tengah dinamika ekonomi nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa proses penyaluran akan diupayakan secepat mungkin agar manfaatnya segera dirasakan oleh para penerima.
5 Tips Memanfaatkan Uang THR dengan Bijaksana
THR sering kali menjadi momen yang paling ditunggu menjelang hari raya. Uang tambahan ini kerap terasa seperti “bonus kejutan” yang menggoda untuk langsung dibelanjakan. Namun tanpa perencanaan yang matang, THR bisa habis begitu saja tanpa meninggalkan manfaat jangka panjang.
Agar tidak sekadar numpang lewat di rekening, berikut lima tips memanfaatkan uang THR dengan bijaksana, dirangkum dalam format listikel yang praktis dan relevan.
1. Dahulukan Kebutuhan, Bukan Keinginan
Godaan terbesar saat menerima THR adalah keinginan untuk membeli barang-barang yang sebelumnya tertunda: gawai baru, pakaian, atau liburan dadakan. Tidak ada yang salah dengan memanjakan diri, tetapi penting untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Langkah awal yang bijak adalah membuat daftar prioritas. Dahulukan kebutuhan utama seperti biaya hari raya, kebutuhan keluarga, atau kewajiban rutin yang sempat tertunda.
Dengan cara ini, THR berfungsi sebagai penopang keuangan, bukan sumber masalah baru. Jika setelah semua kebutuhan terpenuhi masih ada sisa, barulah pertimbangkan untuk memenuhi keinginan pribadi.
2. Sisihkan untuk Tabungan dan Dana Darurat
Salah satu cara paling cerdas memanfaatkan THR adalah menjadikannya alat untuk memperkuat kondisi finansial. Idealnya, sebagian THR langsung dialokasikan ke tabungan atau dana darurat sebelum digunakan untuk keperluan lain.