Lebarkan Sayap Batik Kultur, Dea Valencia Rangkul Karyawan Difabel

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Senin, 19 Agustus 2019 | 09:31 WIB
Lebarkan Sayap Batik Kultur, Dea Valencia Rangkul Karyawan Difabel
Dea Valencia. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Lebarkan Sayap Batik Kultur, Dea Valencia Rangkul Karyawan Difabel

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, tak terkecuali mereka yang punya keterbatasan.

Inilah yang selalu ada dalam pikiran seorang Dea Valencia dalam menjalani label Batik Kultur yang ia dirikan delapan tahun yang lalu. Semangat ini pula yang membuatnya mantap merekrut para penyandang disabilitas untuk bekerja bersamanya.

"Awalnya ini semua nggak sengaja. Saya sedang visit ke salah satu supplier, lalu ketemu sama karyawan difabel pertama kami, namanya mbak tumi. Dia minta dicariin pekerjaan, akhirnya kita terima untuk bekerja di Batik Kultur," jelas Dea saat ditemui belum lama ini.

Lebih lanjut, perempuan asal Semarang ini mengatakan, karena tangan dan kakinya kurang lengkap, Mbak Tumi sebenarnya butuh partner untuk menguncir rambutnya setiap ingin bekerja. Lalu, masuklah tiga karyawan difabel lainnya yang berasal dari teman-teman Mbak Tumi.

Dea Valencia bersama karyawan difabel Batik Kultur. (Suara.com/Dinda Rachmawati)
Dea Valencia bersama karyawan difabel Batik Kultur. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Jumlahnya pun terus bertambah. Berawal dari hanya satu orang, kini 50 dari 120 karyawan Batik Kultur diisi para difabel. Dea Valencia mengungkap, pastinya ada tantangan tersendiri dalam mempekerjakan para difabel di Batik Kultur.

Ia harus menempatkan mereka sesuai kemampuannya dengan cara memberikan sebuah orientasi singkat untuk melihat apa yang mereka kuasai. Mulai dari membordir, menjahit, admin, fotografi hingga SPG.

"Jadi di tempat kami, memang peralatan untuk mereka bekerja harus kami modifikasi sesuai kebutuhan mereka. Seperti membordir, alatnya diberikan tambahan, supaya tidak menghalangi mereka untuk terus berkarya," jelas Dea.

Dea sadar, dirinya bukan siapa-siapa tanpa bantuan dari para karyawannya saat ini.

baca juga

Hal inilah yang membuat perempuan kelahiran Semarang, 14 Februari 1994 merasa bahwa dirinya harus mengenalkan siapa saja yang menjahit busana-busana tersebut, hingga bisa sampai di tangan para pelanggan setianya.

Kalau bukan karena mereka, kata Dea Valencia, mungkin Batik Kultur tak akan pernah bisa berkembang seperti saat ini. Bahkan, Dea mengungkap jika dirinya tak bisa menjahit.

"Jadi, kalau pelanggan beli baju di Batik Kultur, di tag-nya akan ada cerita dari setiap para penjahit yang mengerjakan baju ini. Siapa namanya, bagaimana kehidupannya, anaknya berapa, dan lainnya," ungkapnya lagi.

Menurutnya, setiap potongan kain yang diproduksi menjadi baju di Batik Kultur, memang hanya dikerjakan oleh satu orang saja. Dalam satu hari mereka menghabiskan berjam-jam, untuk mengukur, memotong, menjahit, mengobras hingga menjadi pakaian cantik yang bisa gunakan.

Dea Valencia bersama karyawan difabel Batik Kultur. (Suara.com/Dinda Rachmawati)
Dea Valencia bersama karyawan difabel Batik Kultur. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Awal mula Batik Kultur

Sejak kecil, Dea sudah dikenalkan dengan Batik dan berdagang Batik Lawasan milik ibunya. Namun keinginan Dea untuk memiliki dan menjual baju-baju cantik seperti yang ia mau sangat besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yayasan Batik Indonesia Tampilkan 4 Gaya Batik di Panggung JFFF 2019

Yayasan Batik Indonesia Tampilkan 4 Gaya Batik di Panggung JFFF 2019

Lifestyle | Senin, 12 Agustus 2019 | 12:18 WIB

Gadis Difabel Ditolak Masuk Kantor Pemerintah, Padahal Kondisinya Begini

Gadis Difabel Ditolak Masuk Kantor Pemerintah, Padahal Kondisinya Begini

News | Senin, 12 Agustus 2019 | 11:37 WIB

Unik, Ada Cerita di Balik Jahitan pada Setiap Koleksi Batik Kultur

Unik, Ada Cerita di Balik Jahitan pada Setiap Koleksi Batik Kultur

Lifestyle | Kamis, 08 Agustus 2019 | 08:12 WIB

Terkini

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:53 WIB

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

×