Romantis di Medsos, Ahn Jae Hyun dan Goo Hye Sun Dikabarkan Cerai, Kenapa?

Vania Rossa | Dinda Rachmawati
Romantis di Medsos, Ahn Jae Hyun dan Goo Hye Sun Dikabarkan Cerai, Kenapa?
Ahn Jae Hyun dan Goo Hye Sun. (Instagram/@goohyesun_84)

Pasangan ini sering bikin iri para netizen dengan postingannya yang romantis.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari pasangan selebriti Korea Selatan yang dikenal sangat romantis, Ahn Jae Hyun dan Goo Hye Sun atau Ku Hye Sun. Pasangan yang menikah 2016 lalu ini dikabarkan akan bercerai.

Kabar ini mencuat dari unggahan Goo Hye Sun di akun Instagram miliknya, @kookoo900 pada 18 Agustus lalu. Melalui unggahan tersebut, Goo Hye Sun membagikan pesan tentang pernikahannya.

Ia memposting pesan yang menyebutkan bahwa Ahn Jae Hyun telah berubah pikiran dan ingin bercerai. Padahal, dia ingin pernikahannya tetap berjalan.

Kabar ini tentunya sangat disayangkan oleh banyak para penggemar dari pasangan yang pertama kali bertemu dalam drama Korea 'Blood'. Apalagi, keduanya kerap memposting kebersamaan mereka yang membuat semua orang iri di media sosial masing-masing.

Mereka juga dikenal sebagai salah satu pasangan selebriti yang paling romantis di Negeri Gingseng tersebut. Ya, kita semua tahu, jika sebagian besar orang, akan cenderung menampilkan versi ideal kehidupan mereka di media sosial, dan mungkin juga termasuk pasangan Ahn Jae Hyun dan Goo Hye Sun.

Namun, dilansir The Talko, banyak pasangan yang tampaknya memiliki hubungan sempurna di media sosial, mungkin sebenarnya menutupi sisi gelap dari kehidupan mereka sehari-hari.

Ilmuwan sosial percaya bahwa memposting berlebihan tentang pasangan, sebenarnya bisa menjadi gejala ketidakamanan hubungan, menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh Personality and Social Psychology Bulletin.

Bagi para ilmuwan dalam studi tersebut, memiliki visibilitas hubungan yang sangat tinggi secara online merupakan cerminan dari kecemasan pada pasangan yang membutuhkan jaminan komitmen yang konstan terhadap hubungan tersebut.

Studi ini mengamati 108 pasangan kuliah selama dua minggu dan menemukan bahwa orang cenderung membuat hubungan mereka terlihat sempurna di media sosial, ketika mereka merasa tidak aman tentang perasaan pasangan mereka.

Sebagai contoh, Chappell Marsh membandingkan pasangan yang menikmati makan malam dengan tenang, di mana satu di antaranya sibuk berfoto dan memposting momen makan malam mereka di media sosial.

Menurut Mesh, kebutuhan untuk mempublikasikan segala sesuatunya di media sosial akan menjadi lebih besar jika salah satu pasangan nampak terlihat angkuh atau biasa saja terhadap momen tersebut.

"Akibatnya, mereka yang merasa tidak aman dengan hubungan, dapat mengambil foto dan mempostingnya di Facebook untuk mendapatkan banyak likes. Sering kali, mereka mencari perhatian positif tanpa harus mendapatkannya dari pasangan mereka," ungkap dia.

Sedangkan yang lain mungkin kesal dengan pasangannya karena mengganggu keintiman dengan interaksi mereka di media sosial yang tak ada habisnya, kata Zach Brittle, seorang terapis dan pendiri terapi hubungan online.

"Narasi tentang media sosial yang paling banyak saya dengar di kantor saya adalah keluhan tentang salah satu atau kedua orang dari pasangan menjadi kecanduan pada ponsel mereka," kata Brittle.

Media sosial adalah kesempatan bagi orang untuk berpaling dari hubungan dan menuju beberapa stimulus lain. Lebih lanjut, kata Brittle, masuk akal mengapa orang melakukannya; ada banyak data tentang bagaimana likes di media sosial bisa meningkatkan dopamin.

Apakah seseorang membagikan segala hal tentang hubungan mereka hanya karena untuk merasakan sensasi mendapatkan likes atau sebagai akibat dari ketidakamanan tentang hubungan, tidak ada alasan pasti mengapa beberapa orang merasa perlu tanpa henti memposting tentang hubungan mereka.

"Mungkin mereka benar-benar merasa bahagia sehingga mereka harus ingin mengungkapkannya melalui media sosial, atau mereka mungkin merasa mereka memiliki sesuatu untuk dibuktikan kepada rekan-rekan mereka atau ingin mengambil fokus dari area lain dari kehidupan mereka yang mereka rasa tidak aman," kata Danielle Kepler, pemilik DK Therapy, sebuah kelompok latihan di Chicago yang berspesialisasi untuk pasangan.

Ia menambahkan bahwa orang biasanya akan tertawa lepas dalam foto, terlepas apakah mereka bahagia atau tidak.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS