Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 09 Maret 2026 | 21:52 WIB
Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya
vaksin campak apakah demam (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Suara.com - Vaksin adalah cara terbaik untuk mencegah berbagai penyakit, tak terkecuali campak. Namun, banyak orang tua khawatir karena anaknya demam usai vaksin. Lantas, apakah demam setelah vaksin campak adalah hal yang normal?

Sebelumnya, perlu Anda tahu bahwa campak adalah penyakit menular yang sangat mudah menyebar dan menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak. Jika dibiarkan, campak bisa menyebabkan pneumonia, diare parah, ensefalitis, hingga ancaman pada nyawa. Karena itulah, pemerintah terus menggalakkan vaksin guna meminimalkan risiko tertular campak dan munculnya komplikasi pada anak-anak yang terserang penyakit ini.

Apakah demam setelah vaksin campak normal?

Ya, demam setelah imunisasi campak merupakan salah satu efek samping yang cukup sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya. Kondisi ini menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bekerja merespons vaksin yang diberikan serta mulai membentuk perlindungan terhadap virus campak. Dengan kata lain, tubuh sedang membangun antibodi untuk melawan infeksi di masa mendatang.

Biasanya, demam yang muncul bersifat ringan, dengan suhu tubuh umumnya tidak melebihi 38,5°C, dan berlangsung sekitar 1–2 hari. Demam setelah imunisasi terjadi karena respons alami dari sistem imun terhadap kandungan vaksin. 

Saat vaksin campak masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan bereaksi dengan memproduksi antibodi, yang terkadang disertai peradangan ringan dan peningkatan suhu tubuh sebagai bagian dari proses tersebut.

Gejala demam setelah vakin campak

Selain demam, berikut adalah kondisi yang cukup umum terjadi usai anak-anak mendapatkan vaksin

  • Ruam ringan
  • Batuk
  • Rewel atau mudah marah
  • Pilek
  • Penurunan nafsu makan
  • Nyeri di bekas suntikan

Beberapa efek samping lain mungkin muncul, segera pergi ke dokter jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap kondisi tertentu.

Cara mengatasi demam setelah vaksin campak

Demam usai vaksin umumnya akan turun sendiri. Namun, Anda juga bisa mengupayakannya dengan berbagai cara berikut.

  • Pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup, misalnya dengan memberinya air minum secara berkala.
  • Jika anak masih mengonsumsi ASI, Anda dapat meningkatkan frekuensi pemberian ASI agar kebutuhan cairannya tetap terpenuhi.
  • Kenakan pakaian yang longgar, berbahan tipis, dan nyaman agar tubuh anak tidak merasa terlalu panas.
  • Anda juga bisa memandikan anak menggunakan air hangat untuk membantu menurunkan suhu tubuhnya secara perlahan.
  • Lakukan kompres hangat pada beberapa bagian lipatan tubuh, seperti ketiak atau selangkangan, untuk membantu meredakan demam.
  • Jika diperlukan, berikan obat penurun demam sesuai anjuran atau dosis yang dianjurkan.
  • Biarkan anak beristirahat dengan cukup agar tubuhnya memiliki waktu untuk pulih.
  • Berikan makanan yang sehat dan bergizi seimbang guna membantu menjaga daya tahan tubuhnya.
  • Apabila area bekas suntikan tampak kemerahan atau bengkak, Anda dapat mengompresnya menggunakan air dingin.

Jika demam tidak juga membaik dan berlangsung lebih dari dua hari, sebaiknya Anda membawa anak untuk diperiksakan langsung ke dokter. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan penyebab demam sehingga dokter dapat memberikan penanganan yang lebih tepat.

baca juga

Anda sebaiknya juga segera ke dokter jika demam mencapai di attas 39°C, anak kejang-kejang, tampak sangat lesu, ruam yang melebar, atau anak mengalami sesak napas.

Dibandingkan risiko efek samping, vaksin memberikan berbagai manfaat bagi anak. Karena itulah, jangan takut memberikan vaksin pada anak Anda. Vaksin juga merupakan upaya membentuk sistem kekebalan imunitas. Artinya, upaya ini juga mencegah penyebaran campak secara keseluruhan. Jika Anda masih memiliki kekhawatiran tertentu terkait vaksin campak, bicarakan dengan dokter.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kompres Demam Air Hangat atau Dingin? Ini 5 Rekomendasi Plester Penurun Panas Praktis

Kompres Demam Air Hangat atau Dingin? Ini 5 Rekomendasi Plester Penurun Panas Praktis

Lifestyle | Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:02 WIB

Waspada! 5 Gejala Awal Campak pada Bayi yang Sering Dikira Cuma Flu Biasa

Waspada! 5 Gejala Awal Campak pada Bayi yang Sering Dikira Cuma Flu Biasa

Lifestyle | Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:56 WIB

Kemenkes Minta Masyarakat Tak Asal Sentuh Bayi Saat Lebaran, Risiko Penularan Campak Tinggi

Kemenkes Minta Masyarakat Tak Asal Sentuh Bayi Saat Lebaran, Risiko Penularan Campak Tinggi

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 19:32 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×