Bukti Pemanasan Global, Islandia Gelar Pemakaman untuk Gletser

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Bukti Pemanasan Global, Islandia Gelar Pemakaman untuk Gletser
Pemakaman Gletser Okjokull (Wikipedia Commons)

Gletser Okjokull di Islandia resmi dinyatakan lenyap.

Suara.com - Dampak dari pemanasan global semakin nyata di sekitar kita. Setelah gelombang panas yang melanda Eropa, kali ini sebuah proses pemakaman di Islandia ganti menarik minat publik.

Pada hari Minggu (18/08/2019), otoritas resmi Islandia sekaligus para peneliti dilaporkan berkumpul di Islandia.

Bukan untuk menguburkan manusia, para ilmuwan dan pemimpin Islandia tersebut rupanya tengah menyelenggarakan pemakaman bagi gletser Okjokull.

Total, ada lusinan orang yang hadir dan berkumpul di situs yang dulunya merupakan gletser Okjokull, seperti dilaporkan Buzzfeed News.

Gletser ini memang sudah dilaporkan mati pada tahun 2014 silam, namun di tahun 2019 ini gletser Okjokull akhirnya benar-benar lenyap dan dimakamkan.

Gletser Okjokull 14 September 1986 (NASA Earth Observatory)
Gletser Okjokull 14 September 1986 (NASA Earth Observatory)

Dalam pemakaman itu pula, Perdana Menteri Islandia dan para hadirin memasang papan peringatan yang diharapkan dapat membawa pesan soal pemanasan global pada dunia.

"Kematian simbolik dari gletser ini adalah peringatan kepada kami, dan kami butuh beraksi," ujar mantan presiden Irlandia Mary Robinson.

Sejauh ini, masih ada 10% dari wilayah Islandia yang tertutup es. Namun, akibat pemanasan global dan emisi gas rumah kaca, gletser di seluruh dunia pun mulai meleleh.

"Ini adalah gletser Islandia pertama yang kehilangan statusnya sebagai gletser," tulis papan peringatan di Okjukull.

"Dalam 200 tahun ke depan, semua gletser yang ada diperkirakan akan mengikuti jejak yang sama. Monumen ini ada untuk mengakui bahwa kami tahu apa yang terjadi dan tahu apa yang harus dilakukan. Semoga kau juga mengetahuinya."

Gletser Okjokull 1 Agustus 2019 (NASA Earth Observatory)
Gletser Okjokull 1 Agustus 2019 (NASA Earth Observatory)

Selain gletser di Islandia, bongkahan besar es di Greenland juga dikabarkan meleleh dalam jumlah banyak akibat panas ekstrem di bulan Juli ini.

"Negara besar dan kecil, bisnis dan pemerintah, individu dan komunitas, semua harus melakukan bagian mereka," ujar perdana menteri Islandia, Katrin Jakobsdottir.

"Kami tahu apa yang terjadi dan apa yang harus kami lakukan sekarang. Bantu kami mempertahankan es di Islandia."

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS