Studi Oxford: Hampir Separuh Penduduk Dunia Terancam Panas Ekstrem pada 2050

Bimo Aria Fundrika

Senin, 02 Februari 2026 | 18:10 WIB
Studi Oxford: Hampir Separuh Penduduk Dunia Terancam Panas Ekstrem pada 2050
Peserta membawa poster saat aksi krisis iklim di depan Kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Penelitian terbaru Universitas Oxford memperkirakan hampir separuh penduduk dunia—sekitar 3,79 miliar orang—akan hidup dalam suhu panas ekstrem pada 2050 jika pemanasan global mencapai 2 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.

Dampak ini mulai terasa sejak ambang 1,5 derajat Celsius terlampaui, batas yang disepakati dalam Perjanjian Paris. Pada 2010, sekitar 23 persen populasi global sudah mengalami suhu ekstrem. Angka itu diproyeksikan melonjak menjadi 41 persen dalam beberapa dekade ke depan.

Wilayah Mana yang Paling Berisiko?

Temuan yang diterbitkan oleh Nature Sustainability ini berimplikasi serius bagi umat manusia. Peningkatan suhu panas yang paling signifikan dan berbahaya diprediksi akan terjadi di Republik Afrika Tengah, Nigeria, Sudan Selatan, Laos, dan Brazil.

Sementara, populasi yang paling terdampak dari peningkatan suhu panas diprediksi terjadi di India, Nigeria, Indonesia, Bangladesh, Pakistan, dan Filipina.  

Negara-negara yang awalnya memiliki iklim lebih dingin, akan mengalami perubahan yang relatif besar pula ketika terjadi peningkatan suhu ini, bahkan bisa turut meningkat lebih dari dua kali lipat di beberapa kasus.

Jika dibandingkan dengan ketika suhu rata-rata global mencapai 1 derajat celsius di atas tingkat pra-industri pada periode 2006-2016, penelitian ini menemukan bahwa pemanasan hingga 2 derajat celsius akan meningkat dua kali lipat di Austria dan Kanada, 150% di Inggris, Swedia, dan Finlandia, 200 persen di Norwegia, dan 230 persen di Irlandia.

Adaptasi

Negara-negara yang sebagian besar infrastrukturnya dirancang untuk kondisi dingin, akan merasakan dampak peningkatan suhu yang jauh lebih parah dibandingkan wilayah yang sudah terbiasa panas. Ini dapat terjadi karena negara-negara tersebut kekurangan sumber daya, kapasitas adaptasi, serta modal yang memadai untuk mengelola cuaca ekstrem.

baca juga

Dr. Jesus Lizana, Associate Professor di bidang Engineering Science mengatakan bahwa dari penelitian yang dilakukan, terdapat sebagian besar perubahan permintaan pendinginan dan pemanasan sebelum mencapai ambang batas 1,5 derajat celsius.

Hal ini membutuhkan langkah-langkah adaptasi signifikan lebih awal, seperti memasang pendingin ruangan dalam lima tahun kedepan. Namun, kenaikan suhu akan terus meningkat jauh jika pemanasan global mencapai 2,0 derajat celsius.

Associate Professor di Smith School of Enterprise and the Environment dan leader of the Oxford Martin Future of Cooling Programme, Dr. Radhika Khosla, menambahkan bahwa seharusnya temuan ini bisa menjadi peringatan dalam segala hal, mulai dari pendidikan, kesehatan, migrasi, dan pertanian. Di situasi ini, net zero sustainable development tetap menjadi salah satu solusi di tengah hari-hari yang semakin panas.

Dalam penelitian ini, terdapat pula data-data terkait permintaan pemanasan dan pendinginan global yang terdiri dari 30 peta dunia dengan resolusi sekitar 60km.

Tercatat ada intensitas iklim berdasarkan indikator “cooling degree days” dan “heating degree days” di seluruh dunia.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Fitoplankton: Sumber Oksigen untuk Bumi Selain Hutan

Mengenal Fitoplankton: Sumber Oksigen untuk Bumi Selain Hutan

Your Say | Selasa, 23 Desember 2025 | 10:45 WIB

Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Tingkatkan Ancaman Penyakit Zoonosis?

Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Tingkatkan Ancaman Penyakit Zoonosis?

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:25 WIB

Dampak Pemanasan Global terhadap Ekosistem Pesisir Indonesia

Dampak Pemanasan Global terhadap Ekosistem Pesisir Indonesia

Your Say | Selasa, 09 Desember 2025 | 06:06 WIB

Terkini

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:47 WIB

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:33 WIB

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Riau | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:29 WIB

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

×