Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Tingkatkan Ancaman Penyakit Zoonosis?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 17 Desember 2025 | 16:25 WIB
Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Tingkatkan Ancaman Penyakit Zoonosis?
Ilustrasi dampak perubahan iklim (Unsplash/Melissa Bradley)
baca 10 detik
    • Iklim berubah, risiko zoonosis meningkat lewat suhu dan cuaca ekstrem.
    • Bukti ilmiah terbatas, dampak iklim pada penyakit belum utuh.
    • Riset terpadu dibutuhkan untuk cegah penyakit akibat krisis iklim.

Suara.com - Pemanasan global kini membawa dampak lebih buruk dari sekedar kerusakan pada lingkungan. Di tengah laju kenaikan suhu bumi yang mendekati 1,5 derajat Celsius, perubahan iklim kini diklaim sebagai faktor penyebaran penyakit zoonosis.

Perubahan pola cuaca, degradasi ekosistem, serta pergeseran wilayah hidup berbagai spesies satwa membentuk lanskap baru interaksi antara manusia, hewan, dan patogen. 

Tinjauan dari banyak kajian ilmiah menunjukkan bahwa iklim memiliki peran penting dalam membentuk pola kemunculan penyakit. Walaupun, dampak yang diberikan tidak selalu seragam. Dari ratusan publikasi yang ditelaah,  peneliti hanya menemukan sekitar 53 isu penyakit zoonosis.

Ilustrasi penelitian. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi penelitian. (Pexels/Pixabay)

Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman ilmiah tentang dampak perubahan iklim terhadap penyakit masih sangat terbatas. 

Secara umum penyakit zoonosis memang sensitif terhadap iklim. Pemanasan suhu digadang-gadang menjadi faktor dominan yang sering dikaitkan dengan risiko jangkitan.

Peningkatan temperatur kerap beriringan dengan naiknya potensi penularan, khususnya pada penyakit yang melibatkan vektor seperti kutu dan tikus yang mudah meluas musim penularannya.

Dan curah hujan ekstrem juga menciptakan habitat baru bagi banyak vektor penyakit. Kelembaban, perubahan tutupan lahan, hingga gangguan ekosistem ikut mempengaruhi bagaimana patogen berkembang dan berpindah antar inang.

Kompleksitas kedua faktor itu bisa dilihat jelas pada wabah pes, para peneliti menilai, hubungan antara perubahan iklim dan jangkitan penyakit tidak dapat disederhanakan. Setiap penyakit memiliki karakteristik biologisnya tersendiri, melibatkan inang yang berbeda, serta beroperasi dalam lingkungan yang berbeda-beda juga.

Situasi ini mendorong seruan agar penelitian tentang iklim dan kesehatan disusun dalam kerangka yang lebih terpadu. Peneliti utama Artur Trebski mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk memikirkan kembali bagaimana hubungan iklim-penyakit dipelajari dan dilaporkan. 

baca juga

"Kami melihat begitu banyak variasi perantara, bahkan dalam penyakit yang sama, jadi kami membutuhkan lebih banyak nuansa dalam cara kami meringkas dampak kesehatan di masa depan akibat perubahan iklim." Ujarnya

Senada dengan Artur, David Redding menekankan perlunya kerangka penelitian bersama agar dampak perubahan iklim terhadap kesehatan dapat dipahami secara lebih utuh. Menurutnya, pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas ini menjadi kunci untuk merancang langkah pengendalian penyakit yang lebih efektif di masa depan.

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perubahan Iklim dan Letusan Gunung Jadi Penyebab Punahnya Hobbit Flores

Perubahan Iklim dan Letusan Gunung Jadi Penyebab Punahnya Hobbit Flores

Tekno | Rabu, 10 Desember 2025 | 13:47 WIB

Dampak Pemanasan Global terhadap Ekosistem Pesisir Indonesia

Dampak Pemanasan Global terhadap Ekosistem Pesisir Indonesia

Your Say | Selasa, 09 Desember 2025 | 06:06 WIB

Pemerintah Perkuat Komitmen Perubahan Iklim, Pengelolaan Karbon Jadi Sorotan di CDC 2025

Pemerintah Perkuat Komitmen Perubahan Iklim, Pengelolaan Karbon Jadi Sorotan di CDC 2025

News | Jum'at, 05 Desember 2025 | 12:06 WIB

Terkini

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:10 WIB

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:07 WIB

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 19:03 WIB

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:01 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

×