Buah yang Diblender Dipastikan Kandungan Nutrisinya Hilang

Sabtu, 14 September 2019 | 15:55 WIB
Buah yang Diblender Dipastikan Kandungan Nutrisinya Hilang
Buah yang Diblender Dipastikan Kandungan Nutrisinya Hilang. [ilustrasi by shutterstock]

Suara.com - Buah yang Diblender Dipastikan Kandungan Nutrisinya Hilang

Buah jadi asupan yang wajib dikonsumsi setiap hari, karena kaya antioksidan yang ampuh menangkal radikal bebas yang berbahaya. Radikal bebas disebut-sebut sebagai penyebab orang terserang kanker.

Sayangnya, kebanyakan orang mengonsumsi buah dengan cara diblender atau dibuat jus. Padahal cara itu menurut Fahma Sunarja, Senior Dietitian Allied Health, Parkway Cancer Centre, bisa membuat kandungan antioksidan dalam buah atau sayur hilang.

Fahma Sunarja, Senior Dietitian Allied Health, Parkway Cancer Centre (Suara.com/ Dini Afrianti Efendi)
Fahma Sunarja, Senior Dietitian Allied Health, Parkway Cancer Centre (Suara.com/ Dini Afrianti Efendi)

"Kita mau vitaminnya antioksidannya agak banyak, jus is the best. Jangan diblender, karena blender pakai pisau cepat sekali, itu bikin panas dan kalau antioksidan kena panas, dia bakal hilang," ujar Fahma di dalam seminar kesehatan di Shangri-La Hotel, Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019).

Karenanya kata Fahma, ada baiknya hentikan mengandalkan blender atau alat pemotong mesin cepat lainnya, yang justru menghilangkan kandungan nutrisi yang diperlukan tubuh.

"Dikurangi minum juga dibuat pakai blender tidak baik, kita nggak dapat nutrisinya, yang ada malah kembung, karena blender cara kerjanya gunakan kecepatan sehingga udara banyak masuk," jelasnya.

Cara terbaiknya bisa dilakukan dengan cara memeras, disaring secara manual, atau dihancurkan dengan alat penumbuk. Tapi sayanyanya, cara ini punya kelemahan, membuat seratnya tidak termakan dan jadi kita buang.

"Fresh jus itu diperas, yang di quish (diperas sendiri) sendiri, tapi nggak dapet seratnya, makanya cara terbaik makan buahnya langsung digigit," tutup Fahma.

Pada dasarnya tubuh manusia miliki kemampuan menangkal radikal bebas atau antioksidan jenis endogenous. Tapi ada juga antioksidan yang berasal dari luar, khususnya dari makanan dinamakan exogenous. 

Baca Juga: Mana Lebih Sehat, Ngejus Pakai Blender atau Juicer?

Antioksidan vitamin C ada pada buah jeruk, mangga, pepaya, stroberi, sayuran tomat, brokoli dan kentang. Sedangkan antioksidan dari vitamin E ada para produk whole grain, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI