Suara.com - Banyak mitos menstruasi yang merebak di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah larangan mencuci rambut atau keramas saat haid. Benarkah perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh melakukannya?
Rambut Anda sudah terasa kotor dan berminyak. Namun, di sisi lain Anda masih dalam masa menstruasi. Ingin segera keramas tapi takut bakal terjadi sesuatu yang tidak baik. Padahal, Anda bahkan sebenarnya tak memahami hubungan antara larangan keramas dan haid secara ilmiah, terutama dari sisi medis.
Melansir Healthline, banyak perempuan masih percaya bahwa keramas saat menstruasi bisa menyebabkan sakit kepala. Katanya, perubahan suhu di kepala bisa mempengaruhi perubahan hormonal sehingga bikin kepala pusing
Kenyataannya, bukan keramas yang menyebabkan sakit kepala dan migrain saat haid. Itu adalah pengaruh perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron yang memang wajar terjadi selama menstruasi berlangsung.
Selain itu, ada pula keyakinan bahwa keramas bisa membuat haid tidak lancar. Apakah Anda termasuk yang berpikir demikian?

Anda mungkin pernah mengalami darah haid sempat berhenti tapi lalu keluar lagi di tengah siklus menstruasi. Nah, apakah keramas adalah hal yang harus dihindari untuk mencegahnya?
Namun, pola haid yang tersendat seperti itu benar-benar tidak ada hubungannya dengan keramas. Penyebabnya masih sama seperti mitos pertama tadi, yakni perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron.
Pergeseran kadar hormon juga bisa menyebabkan pola stop-and-start selama siklus menstruasi.

Meski begitu, ada pula beberapa hal lain yang bisa menyebabkan terjadikan pola stop-and-start saat menstruasi. Hal itu misalnya stres berat dan melakukan olahraga ekstrem.