- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau progres percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026.
- Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono memimpin penataan ulang program agar memprioritaskan balita stunting, ibu hamil, dan mengecualikan keluarga mampu.
- Badan Gizi Nasional menargetkan aktivasi dapur bertahap mulai pekan depan dengan fokus utama di wilayah Indonesia timur dan kepulauan terpencil.
Suara.com - Suasana rapat koordinasi refocusing Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026), sempat diwarnai candaan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono.
Di tengah pembahasan percepatan program MBG, Zulhas tiba-tiba menyinggung perubahan fisik Sudaryono yang baru beberapa pekan memimpin BGN.
"Sudah turun berapa kilo? Belum sebulan sudah turun berapa kilo? Kerjanya luar biasa," ucap Zulhas kepada Sudaryono.
Ketua Umum PAN itu kemudian melanjutkan candaannya dengan mendoakan Sudaryono.
"Mudah-mudahan satu-dua bulan lagi bisa makin kurus," kelakarnya.

Diketahui, Sudaryono resmi dilantik sebagai Kepala BGN pada Rabu, 22 Juli 2026, menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena sakit.
Di bawah kepemimpinannya, BGN saat ini melakukan refocusing atau penataan ulang Program MBG agar lebih tepat sasaran dengan memprioritaskan kelompok rentan, seperti balita, anak dengan masalah gizi atau stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta mengecualikan anak dari keluarga mampu.
Salah satu fokusnya ialah memastikan sekitar 1.700 dapur MBG di wilayah dengan kasus stunting tinggi telah rampung dibangun. Aktivasi dapur akan dilakukan secara bertahap mulai pekan depan, dengan daerah tertinggal menjadi prioritas utama.
Wilayah Indonesia timur dan daerah kepulauan terpencil akan menjadi fokus percepatan karena memiliki kebutuhan yang lebih mendesak.
"Semua akan dibereskan. Minggu depan mana yang masih kurang akan menjadi prioritas, terutama Papua, NTT, Nias, Maluku, Maluku Utara, dan daerah-daerah kepulauan yang jauh karena mereka sangat membutuhkan," kata Sudaryono.