Kisah di Museum Santet, Misteri Jelangkung untuk Diagnosa Penyakit [Part 1]

Ade Indra Kusuma

Kamis, 10 Oktober 2019 | 19:30 WIB
Kisah di Museum Santet, Misteri Jelangkung untuk Diagnosa Penyakit [Part 1]
Barang bersejarah di Museum Santet atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]

Suara.com - Kisah di Museum Santet, Misteri Jelangkung untuk Diagnosa Penyakit [Part 1]

Di Surabaya terdapat Museum Santet atau yang sebenarnya bernama museum kesehatan Dr Adhyatma. Museum tersebut terletak di Jalan Indrapura No17, Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kota SBY, Jawa Timur. 

Suara.com mencoba mengintip museum kesehatan & pengobatan yang berisi berbagai keyakinan genetik hingga budaya tentang penyembuhan. 

Museum ini sendiri dibuka mulai hari Senin- Jumat dengan jam operasi mulai 08.00-15.00 WIB. Untuk bisa memasuki museum ini pengunjung hanya dipatok biaya masuk yang sangat terjangkau yakni seharga Rp 1500 untuk satu orangnya.

Barang bersejarah di Museum Santat atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]
Barang bersejarah di Museum Santet atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]

Membuka pintu ruang kesehatan sejarah adalah uji nyali yang sangat hakiki. Museum sepi, ditambah tidak ada suara lain selain desahan angin yang bertiup samar. 

Pintu pun kami buka. Alangkah terkejutnya kami ketika melihat aneka peninggalan yang ditata rapi sedemikian rupa. Dengan pencahayaan yang cukup terang, sebenarnya ruangan ini sangat nyaman. Hanya, masalah kembali ke suasana awal, Sepi.

Gambaran mengenai sejarah kesehatan dipamerkan, baik di dunia maupun di Indonesia. Informasi mengenai sejarah teknik mengobati orang di berbagai belahan dunia hingga gambaran wabah penyakit menular.

Masuk ke pintu utama yang berbentuk lingkaran, pengunjung akan diauguhkan dengan ruang sasana tokoh yang berisi album foto kegiatan tokoh pejabat seputar dunia kesehatan di tanah air. Piagam, sertifikat dan penghargaan. Di situ juga terdapat lukisan Dr Adhyatma MPH.

Barang bersejarah di Museum Santat atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]
Barang bersejarah di Museum Santet atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]

Kepala Museum Kesehatan Dr Adhyatma, Susetyo Eni Rahmawati menyampaikan bahwa museum ini didirikan dan digagas oleh seorang peneliti dari pusat penelitian dan pengembangan pelayanan kesehatan bernama dr Hariyadi Suparto. 

baca juga

Menurutnya keberadaan Museum Kesehatan ini bertujuan untuk menyelamatkan barang kuno saja.

"Beliau melihat barang-barang bersejarah di gudang merasa sayang karena nilai sejarahnya tinggi. Jadi beliau mengumpulkan sampai menjadi banyak. Kemudian mendapat respon dari masyarakat atau instansi yang menghibahkan barang mereka yang dianggap bersejarah kepada kami," jelasnya kepada Suara.com, Kamis (10/10/2019).

Ada Celana Anti Perkosaan jaman dahulu...NEXT

Kontributor : Arry Saputra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengintip Koleksi Benda-benda Bersejarah di Museum Maritim

Mengintip Koleksi Benda-benda Bersejarah di Museum Maritim

Video | Kamis, 10 Oktober 2019 | 11:49 WIB

Kenalan dengan 2.600 Binatang di Rahmat International Wildlife Museum

Kenalan dengan 2.600 Binatang di Rahmat International Wildlife Museum

Lifestyle | Rabu, 09 Oktober 2019 | 19:10 WIB

Punya Hobi Unik, 5 Museum Ini Cocok Untuk Dijelajahi Lho!

Punya Hobi Unik, 5 Museum Ini Cocok Untuk Dijelajahi Lho!

Lifestyle | Kamis, 10 Oktober 2019 | 05:50 WIB

Terkini

Mulai Turun di Sebagian Wilayah, Ini Doa saat Musim Hujan

Mulai Turun di Sebagian Wilayah, Ini Doa saat Musim Hujan

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Bayi Terapung yang Menjadi Wali: Menyelami Kisah Sunan Giri Lewat Saga dari Samudra

Bayi Terapung yang Menjadi Wali: Menyelami Kisah Sunan Giri Lewat Saga dari Samudra

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Abaikan Peringkat Pertama, DPR Dikritik Tak Transparan Pilih PAW Ombudsman RI

Abaikan Peringkat Pertama, DPR Dikritik Tak Transparan Pilih PAW Ombudsman RI

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Yonyou Network Indonesia Bagikan Pengalaman Lokalisasi ERP di Ajang DTI Series 2026

Yonyou Network Indonesia Bagikan Pengalaman Lokalisasi ERP di Ajang DTI Series 2026

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Temui Presiden Prabowo di Istana, Kepala BRIN Pamer Sepatu Inovasi Lokal Harga Rp75 Ribu

Temui Presiden Prabowo di Istana, Kepala BRIN Pamer Sepatu Inovasi Lokal Harga Rp75 Ribu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:25 WIB

5 Sepeda Lipat Murah untuk Bike to Work, Praktis dan Nyaman Dipakai ke Kantor

5 Sepeda Lipat Murah untuk Bike to Work, Praktis dan Nyaman Dipakai ke Kantor

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Berani Tampil Beda: Haruskah Penampilan Menentukan Kepercayaan Diri?

Berani Tampil Beda: Haruskah Penampilan Menentukan Kepercayaan Diri?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:25 WIB

3 Body Lotion Pemutih yang Bagus dan Aman BPOM, Kulit Tampak Cerah Seketika

3 Body Lotion Pemutih yang Bagus dan Aman BPOM, Kulit Tampak Cerah Seketika

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Balita Tewas Ditabrak Mobil Perwira Polisi di Bone

Balita Tewas Ditabrak Mobil Perwira Polisi di Bone

Sulsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Kasus Bansos Beras, Kakak Hary Tanoe Dipanggil Penyidik KPK

Kasus Bansos Beras, Kakak Hary Tanoe Dipanggil Penyidik KPK

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:21 WIB

×