Eni melanjutkan, seiring berjalannya waktu, museum ini akhirnya diakui oleh departemen kesehatan atau kementerian kesehatan. Sehingga pada tahun 2004 museum ini diresmikan oleh Menteri Kesehatan pada zaman itu yaitu Dr Suyudi.
"Kenapa museum ini dinamakan Adhyatma dan bukan dr Hariyadi sebagai pencetus, karena Dr Hariyadi tak berkenan dengan alasan beliau masih hidup. Kemudian diberikan kepada menteri kesehatan yang sudah almarhum yaitu Dr Adhyatma," lanjutnya.
Setelah dari ruangan uatama, pengunjung selanjutnya masuk ke sasana sejarah instansi yang digabung dengan sasana pendidikan dan organisasi kesehatan. Ruangan ini berisi maket gedung kemudian foto kerangka manusia purba hingga manusia modern. (Foto sejarah perkembangan manusia di beberapa benua).
![Barang bersejarah di Museum Santat atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/10/10/35646-barang-bersejarah-di-museum-santat-atau-museum-kesehatan-dr-adhyatma-di-surabaya-suaracomarry.jpg)
Dari ruang sasana terdapat lorong yang didalamnya juga terdapat kursi roda pertama dan alat bantu pasien. Yang terhubung dengan sasana alat medis. lalu ke sasana flora dan fauna.
Sasana lain yang ditunggu-tunggu yakni sasana penyembuhan tradisional. Di dalam ruangan itu berisi koleksi pengobatan tradisional yang menggunakan terapi pakaian, terapi musik, pengobatan china, peralatan timung atau mandi uap yang bermanfaat untuk mengobati penyakit.
![Barang bersejarah di Museum Santat atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/10/10/35163-barang-bersejarah-di-museum-santat-atau-museum-kesehatan-dr-adhyatma-di-surabaya-suaracomarry.jpg)
Antara Sasana ini dengan Sasana Kesehatan Reproduksi terdapat lorong yang bisa ditemukan anek koleksi benda gaib seperti jenglot dan jalangkung. Sasana kesehatan reproduksi berisi aneka koleksi seputar reproduksi. Kemudian ada Sasana Genetika dan Sasana Kencana.
Ruangan yang dilarang masuk dan Aura Mistis yang terasa sebenarnya...NEXT
Kontributor : Arry Saputra
Ada satu ruangan khusus yang menurut saya aneh. Di sana dijelaskan potret penampakan makhluk-makhluk halus yang terekam jelas.
Ada juga sebuah ruangan museum yang belum dikunjungi, yakni bekas kamar mandi yang konon menjadi pusat kekuatan mistis di museum ini.
Bangunan tersebut hanya boleh dimasuki dengan izin khusus petugas. Ruangan ini juga pernah menjadi ajang uji nyali beberapa acara TV swasta. Tidak memasukinya sepertinya keputusan tepat.
Ada pula sebuah buku juga berisi kekuatan yang terdapat dalam tubuh untuk menyehatkan tubuh itu sendiri atau disebut self healing. Ada juga skema pancaran energi kosmis di dalam bangunan museum itu yang secara sains bisa dijelaskan meski bagi saya masih mengandung nuansa mistis.
Nah bagian terakhir dari museum ini adalah kesehatan sejarah. Bagian ini adalah bagian favorit karena memuat teknik pengobatan tradisional yang dilakukan.
![Barang barang bersejarah di Museum Santat atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/10/10/52756-barang-bersejarah-di-museum-santat-atau-museum-kesehatan-dr-adhyatma-di-surabaya-suaracomarry.jpg)
Mulai dari akupuntur, bekam, hingga pengobatan tradisional yang berbau mistis. Jelangkung, santet dan prapen adalah beberapa diantaranya. Untuk santet sendiri terpampang rambut dan paku yang berhasil dikeluarkan dari sang penderita.
Satu hal yang membuat miris adalah tempat pemasungan untuk pasien penyakit jiwa.
![Barang bersejarah di Museum Santat atau Museum Kesehatan Dr Adhyatma di Surabaya [Suara.com/Arry]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/10/10/16919-barang-bersejarah-di-museum-santat-atau-museum-kesehatan-dr-adhyatma-di-surabaya-suaracomarry.jpg)
Di dalam keterangannnya, pasung digunakan selama puluhan tahun. Pasung ini malah sering digunakan untuk menjaga agar sang pasien tidak menganggu orang. Padahal, pasien penyakit jiwa sebenarnya perlu terapi kesehatan yang benar.
Nantikan cerita lanjutan museum santet dengan judul : Kisah di Museum Santet, Misteri Jelangkung untuk Diagnosa Penyakit [Part 2]. {Besok : 11 Okt 2019 | 19:30}
Kontributor : Arry Saputra