Cerita Sedih di Balik Replika Miniatur Rumah Lonely Death di Jepang

Silfa Humairah Utami

Selasa, 22 Oktober 2019 | 19:00 WIB
Cerita Sedih di Balik Replika Miniatur Rumah Lonely Death di Jepang
Ilustrasi orang meninggal [shutterstock]

Suara.com - Cerita Sedih di Balik Replika Miniatur Rumah Lonely Death di Jepang

Bukan rahasia lagi bagaimana orang Jepang cukup individual hingga memilih hidup sendiri bahkan hingga tuanya.

Fakta unik pun digambarkan Miyu Kojima, pekerja sebuah perusahaan pembersih rumah orang yang sudah meninggal, ia membuat miniatur replika rumah Lonely Death.

Perempuan 27 tahun ini menggambarkan bagaimana ia membersihkan rumah milik orang yang sudah meninggal dan hanya hidup sendirian di rumah tersebut.

Jepang memang terkenal sebagai negara maju dengan berbagai kelebihannya. Tapi ada satu hal yang juga cukup menyedihkan, yakni maraknya kasus kodokushi.

Miniatur Replika Rumah Lonely Death. (Instagram/spoontamago)
Miniatur Replika Rumah Lonely Death. (Instagram/spoontamago)

Kodokushi sendiri merupakan fenomena lonely death di mana seseorang meninggal sendirian di rumahnya dan tidak ditemukan sampai waktu yang lama.

Miyu Kojima menggambarkan betapa lonely death menjadi sebuah kenyataan yang semakin merebak di Jepang lewat karya miniaturnya yang detail.

Dilansir dari Spoon Tamago, Kojima sudah bekerja selama 4 tahun sebagai pembersih rumah Kodokushi. Dan ia membersihkan 300 kamar (orang yang meninggal) setiap tahunnya.

Miniatur Replika Rumah Lonely Death. (Instagram/spoontamago)
Miniatur Replika Rumah Lonely Death. (Instagram/spoontamago)

Ia melihat banyak kesedihan dalam ruangan tersebut, ia banyak menangkap kepiluan dari kisah orang-orang yang meninggal saat sendirian hingga lama tidak diketahui orang, baik karena keteledoran hingga menyebabkan kecelakaan hingga sakit di rumah.

Hal itu membuatnya untuk belajar soal seni dan menuangkan kesedihan apa yang ia lihat di rumah atau kamar Kodokushi ke dalam replika miniatur. Tiap bendanya ia buat selama 1 bulan lamanya untuk mempersiapkan kemiripan insiden atau bentuk kamar Kodokushi sebelum ia bersihkan.

baca juga

Ternyata ada cerita dibalik ketertarikan Miyu Kojima sebagai pembersih rumah orang meininggal atau kamar Kodokushi. Ayah dan ibunya berpisah, dan sang ayah memilih hidup sendiri hingga ajal datang menjemputnya, sang ayah meninggal dengan mengalami kodokushi.

Kodokushi tidak hanya memengaruhi lansia. Itu bisa terjadi pada siapa saja. Dalam hampir semua kasus itu terjadi pada mereka yang memiliki hubungan buruk dengan keluarga dan tidak meminta atau mendapat bantuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembuatan Miniatur Kapal Pinisi

Pembuatan Miniatur Kapal Pinisi

Foto | Selasa, 13 November 2018 | 15:10 WIB

Miniatur Mesin Bugatti Dijual Hampir Seharga Wuling Confero

Miniatur Mesin Bugatti Dijual Hampir Seharga Wuling Confero

Otomotif | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 13:18 WIB

Apa yang Bikin Kue Pengantin Ini Sangat Berbeda?

Apa yang Bikin Kue Pengantin Ini Sangat Berbeda?

Lifestyle | Selasa, 18 April 2017 | 11:19 WIB

Terkini

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak

Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:09 WIB

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini

Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Daihatsu Gran Max Kuasai Pasar Kendaraan Niaga di Jateng hingga Nusa Tenggara

Daihatsu Gran Max Kuasai Pasar Kendaraan Niaga di Jateng hingga Nusa Tenggara

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:05 WIB

2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak

2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Ulasan Novel Festival Hujan, Belajar Menerima Diri dari Sebuah Kehilangan

Ulasan Novel Festival Hujan, Belajar Menerima Diri dari Sebuah Kehilangan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:55 WIB

×