Bukan Hanya Lelaki, Perempuan Juga Harus Pintar Atur Keuangan

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi
Bukan Hanya Lelaki, Perempuan Juga Harus Pintar Atur Keuangan
Ilustrasi pengaturan uang. (Shutterstock)

Perempuan perlu memiliki kemampuan mengatur keuangan. Kenapa?

Suara.com - Bukan Hanya Lelaki, Perempuan Juga Harus Pintar Atur Keuangan

Ilmu literasi keuangan tak hanya harus dikuasai oleh kaum Adam. Karena perempuan, terutama mereka yang telah menjadi istri kerap didaulat sebagai menteri keuangan rumah tangga.

Untuk itu, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kembali mengadakan rangkaian kegiatan bertajuk Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan ke-10. Sepanjang 2009 hingga 2019, program tersebut diklaim telah berhasil memberikan dampak positif kepada hampir 35.000 perempuan yang ada di 36 kota di Indonesia.

Program tersebut menyasar perempuan dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah agar mereka dapat memaksimalkan perannya dalam mengelola keuangan untuk mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera.

Program tersebut juga didukung oleh berbagai kementerian salah satunya dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak.

"Perempuan memainkan peranan penting sebagai pengatur keuangan keluarga. Stabilitas ekonomi keluarga dapat goyah jika mereka tidak memiliki kapasitas memadai dalam manajemen keuangan. Program ini juga sejalan dengan program Three Ends, yaitu untuk mengakhiri kesenjangan ekonomi kaum perempuan," kata Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia, Dr. Pribudiarta Nur Sitepu, MM.

Sementara itu, Sondang Martha, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan bahwa literasi keuangan orang Indonesia semakin mambaik.

Pelatihan literasi keuangan perempuan. (Dok. Prudential)
Pelatihan literasi keuangan perempuan. (Dok. Prudential)

Menurut data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan OJK pada tahun ini, indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen dengan peningkatan literasi keuangan sebesar 8,33 persen, serta peningkatan inklusi keuangan sebesar 8,39 persen.

"Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah, OJK, kementerian dan berbagai pihak lain untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan. Salah satunya seperti upaya Prudential Indonesia melalui program tahunan Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan," tambah Sondang.

Sondang juga menyampaikan bahwa meski telah ada peningkatan, literasi keuangan tetap sangat dibutuhkan, khususnya bagi para perempuan sehingga mereka mampu menjaga keuangan keluarga tetap sehat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS