Bukan Hanya Lelaki, Perempuan Juga Harus Pintar Atur Keuangan

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Sabtu, 16 November 2019 | 11:11 WIB
Bukan Hanya Lelaki, Perempuan Juga Harus Pintar Atur Keuangan
Ilustrasi pengaturan uang. (Shutterstock)

Suara.com - Bukan Hanya Lelaki, Perempuan Juga Harus Pintar Atur Keuangan

Ilmu literasi keuangan tak hanya harus dikuasai oleh kaum Adam. Karena perempuan, terutama mereka yang telah menjadi istri kerap didaulat sebagai menteri keuangan rumah tangga.

Untuk itu, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kembali mengadakan rangkaian kegiatan bertajuk Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan ke-10. Sepanjang 2009 hingga 2019, program tersebut diklaim telah berhasil memberikan dampak positif kepada hampir 35.000 perempuan yang ada di 36 kota di Indonesia.

Program tersebut menyasar perempuan dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah agar mereka dapat memaksimalkan perannya dalam mengelola keuangan untuk mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera.

Program tersebut juga didukung oleh berbagai kementerian salah satunya dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak.

"Perempuan memainkan peranan penting sebagai pengatur keuangan keluarga. Stabilitas ekonomi keluarga dapat goyah jika mereka tidak memiliki kapasitas memadai dalam manajemen keuangan. Program ini juga sejalan dengan program Three Ends, yaitu untuk mengakhiri kesenjangan ekonomi kaum perempuan," kata Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia, Dr. Pribudiarta Nur Sitepu, MM.

Sementara itu, Sondang Martha, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan bahwa literasi keuangan orang Indonesia semakin mambaik.

Pelatihan literasi keuangan perempuan. (Dok. Prudential)
Pelatihan literasi keuangan perempuan. (Dok. Prudential)

Menurut data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan OJK pada tahun ini, indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen dengan peningkatan literasi keuangan sebesar 8,33 persen, serta peningkatan inklusi keuangan sebesar 8,39 persen.

"Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah, OJK, kementerian dan berbagai pihak lain untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan. Salah satunya seperti upaya Prudential Indonesia melalui program tahunan Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan," tambah Sondang.

baca juga

Sondang juga menyampaikan bahwa meski telah ada peningkatan, literasi keuangan tetap sangat dibutuhkan, khususnya bagi para perempuan sehingga mereka mampu menjaga keuangan keluarga tetap sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Cara Wapres Ma'ruf Bawa Indonesia Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Ini Cara Wapres Ma'ruf Bawa Indonesia Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Bisnis | Jum'at, 15 November 2019 | 14:45 WIB

Ma'ruf Amin Sebut Potensi Zakat Indonesia Capai Rp 230 Triliun

Ma'ruf Amin Sebut Potensi Zakat Indonesia Capai Rp 230 Triliun

Bisnis | Rabu, 13 November 2019 | 13:47 WIB

Temui Wapres Maruf, OJK Dukung Pemerintah Melalui Skema Pembayaran Anyar

Temui Wapres Maruf, OJK Dukung Pemerintah Melalui Skema Pembayaran Anyar

Bisnis | Senin, 11 November 2019 | 18:05 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×