Berdiri Sejak Ratusan Tahun Lalu, Ini Dia Lumpia Gang Lombok Khas Semarang

Dany Garjito, Arendya Nariswari

Selasa, 19 November 2019 | 10:04 WIB
Berdiri Sejak Ratusan Tahun Lalu, Ini Dia Lumpia Gang Lombok Khas Semarang
Lumpia Gang Lombok khas Semarang. (Instagram/@ny.rempong)

Suara.com - Berlibur ke Semarang rasanya kurang lengkap jika belum mencicipi kuliner khas Kota Lumpia tersebut. Ya, salah satu kuliner legendaris yang populer di kalangan wisatawan ialah Lumpia Gang Lombok.

Memiliki kombinasi cita rasa manis dan gurih yang menggugah selera, tak heran kalau Lumpia Gang Lombok ini digemari oleh banyak orang.

Lalu apa beda Lumpia Gang Lombok dengan yang dijual di pasaran pada umumnya ya? Jika umumnya berisi wortel, kentang dan mi, Lumpia Gang Lombok ini memiliki isian telur kocok, rebung serta udang.

Rasanya yang mantap sukses membuat Lumpia Gang Lombok ini diburu wisatawan. Banyak sekali wisatawan yang rela datang jauh-jauh dan mengantre panjang demi menikmati Lumpia Gang Lombok ini.

Berlokasi tepat di seberang Klenteng Tay Kak Sie, Lumpia Gang Lombok ini nyaris tak pernah sepi pembeli.

Lumpia Gang Lombok khas Semarang. (Instagram/@masak2dengannick)
Lumpia Gang Lombok khas Semarang. (Instagram/@masak2dengannick)

Rupanya rahasia dari Lumpia Gang Lombok ini terletak pada isian rebungnya yang melalui proses pencucian berulang.

Rebung tersebut dicuci hingga zat tepungnya hilang, jadi pantas saja Lumpia Gang Lombok ini sama sekali tidak pesing.

Pengunjung dapat memilih dua jenis lumpia, yakni basah dan goreng. Keduanya sama-sama padat dan sukses membuat banyak kalangan ketagihan.

Lumpia Gang Lombok khas Semarang. (Instagram/@ny.rempong)
Lumpia Gang Lombok khas Semarang. (Instagram/@ny.rempong)

Lumpia Gang Lombok ini paling nikmat jika disantap dengan selada, cabai rawit, daun bawang dan saus tepung maizena atau kecap.

baca juga

Kuliner legendaris khas Semarang ini juga bisa Anda bawa sebagai oleh-oleh dengan menggunakan kemasan berupa besek bambu.

Satu besek umumnya dapat memuat 3 sampai dengan lima buah lumpia goreng maupun basah.

Lumpia basah ini dapat bertahan lama jika dimasukkan ke dalam kulkas dalam waktu kurang lebih 12 jam dari sesaat setelah dibeli.

Lumpia Gang Lombok khas Semarang. (Instagram/@masak2dengannick)
Lumpia Gang Lombok khas Semarang. (Instagram/@masak2dengannick)

Jika tidak didinginkan, Lumpia Gang Lombok ini dapat bertahan selama dua hari lamanya.

Satu buah Lumpia Gang Lombok yang legendaris ini dibanderol seharga Rp 15 ribuan.

Jika ingin tidak mengantre, Anda dapat datang ke Lumpia Gang Lombok lebih pagi untuk mendapatkan beberapa potong sajian kuliner khas ini.

Beralamat di Jalan Gang Lombok Nomor 11, Purwodinatan, Semarang, kuliner legendaris ini buka setiap harinya mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

Menarik sekali untuk dicicipi bukan? Jadi jangan lupa untuk membeli Lumpia Gang Lombok ini ya saat berlibur ke Semarang!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?

Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Turis Asing ke RI Tembus 7,45 Juta, Tertinggi Sejak 2019

Turis Asing ke RI Tembus 7,45 Juta, Tertinggi Sejak 2019

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Prabowo Jajal Kereta Mewah Nusantara Explorer, Intip Kemewahan Luxury Sleeper Train Buatan KAI

Prabowo Jajal Kereta Mewah Nusantara Explorer, Intip Kemewahan Luxury Sleeper Train Buatan KAI

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:48 WIB

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:41 WIB

Jember Fashion Carnaval 2026 Sedot Ribuan Wisatawan, Dongkrak Ekonomi Kreatif dan UMKM Lokal

Jember Fashion Carnaval 2026 Sedot Ribuan Wisatawan, Dongkrak Ekonomi Kreatif dan UMKM Lokal

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:00 WIB

Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia

Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 20:58 WIB

Semarak Hari Anak Nasional 2026 di SDN Nongkosawit 01 Semarang

Semarak Hari Anak Nasional 2026 di SDN Nongkosawit 01 Semarang

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×