Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Muhamad Yasir

Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
Ilustrasi-Orang tua mendampingi anaknya yang diduga keracunan hidangan MBG. [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nym]
baca 10 detik
  • DPR RI mendesak pengusutan tuntas kasus keracunan massal yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang.
  • Kepala BGN Sudaryono mencopot 137 kepala dapur di berbagai daerah akibat pelanggaran, termasuk lima di Jawa Tengah terkait kasus Semarang.
  • Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat para korban mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan diare akibat dugaan masalah makanan.

Suara.com - DPR RI mendesak pemerintah mengusut tuntas kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang yang menimpa 707 siswa dan guru.

Peristiwa tersebut dinilai menjadi alarm serius bahwa perluasan program tidak boleh mengorbankan keamanan pangan dan keselamatan penerima manfaat.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP, Sukur Hamonangan Nababan menilai kasus keracunan yang menimpa ratusan SMKN 6 Semarang tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.

"Program yang bertujuan meningkatkan kesehatan anak justru tidak boleh menimbulkan risiko baru bagi keselamatan peserta didik," kata Sukur kepada wartawan, Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan perlindungan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG, bukan sekadar mengejar target jumlah penerima manfaat.

Karena itu, Fraksi PDIP meminta pemerintah segera mengusut tuntas penyebab keracunan dan mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat.

"BGN harus menjamin Program Makan Bergizi Gratis sesuai dengan tujuan yaitu gizinya terpenuhi dan keamanannya terlindungi," tegasnya.

Selain mendesak investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab keracunan, Fraksi PDIP juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah memperketat standar keamanan pangan melalui pengawasan berkala serta audit terhadap seluruh dapur dan penyedia MBG.

Bagi PDIP, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan program, bukan semata-mata luasnya cakupan penerima.

baca juga
Kepala BGN Sudaryono. (Suara.com/Lilis)
Kepala BGN Sudaryono. (Suara.com/Lilis)

Ratusan Kepala Dapur Dicopot

Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan dugaan awal penyebab keracunan masih mengarah pada sejumlah bahan makanan serta proses memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum distribusi.

Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan.

Data Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sebanyak 707 siswa dan guru menjadi korban dalam insiden tersebut. Mayoritas mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan diare.

Kasus di Semarang terjadi di tengah langkah BGN memperketat pengawasan pelaksanaan MBG. Pada hari yang sama, Kepala BGN Sudaryono mengumumkan pencopotan 137 kepala dapur MBG di berbagai daerah karena pelanggaran, mulai dari kasus keracunan, indisipliner, hingga dugaan penyalahgunaan dana.

Dari jumlah tersebut, lima kepala dapur berasal dari Jawa Tengah, termasuk Kepala SPPG Karangturi yang memasok makanan ke SMKN 6 Semarang.

BGN menegaskan menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap kasus keracunan maupun penyalahgunaan anggaran dalam pelaksanaan program MBG serta tengah memperkuat sistem pengawasan berbasis digital agar seluruh operasional dapat diawasi secara lebih ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG, Penyebabnya Keracunan hingga Ngentit Uang

Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG, Penyebabnya Keracunan hingga Ngentit Uang

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya

Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:38 WIB

BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Terkini

Perbedaan Glad2Glow Moisturizer Kemasan Blueberry vs Centella, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Perbedaan Glad2Glow Moisturizer Kemasan Blueberry vs Centella, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:55 WIB

BEI Siap Berikan Insentif Pajak Emiten yang Tercatat

BEI Siap Berikan Insentif Pajak Emiten yang Tercatat

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:55 WIB

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:50 WIB

Persija Kalah Lawan Dewa United, Putra Shin Tae-yong: Hasil yang Diinginkan Wasit

Persija Kalah Lawan Dewa United, Putra Shin Tae-yong: Hasil yang Diinginkan Wasit

Bola | Senin, 02 November 2026 | 12:49 WIB

Bolehkah Polisi 'Carter' KRL untuk Operasi Penggerebekan? KCI dan Pengamat Transportasi Buka Suara

Bolehkah Polisi 'Carter' KRL untuk Operasi Penggerebekan? KCI dan Pengamat Transportasi Buka Suara

News | Senin, 02 November 2026 | 12:49 WIB

4 Eyeliner Pinkflash yang Aman BPOM dan Tahan Lama, Mudah Bikin Winged Eyeliner

4 Eyeliner Pinkflash yang Aman BPOM dan Tahan Lama, Mudah Bikin Winged Eyeliner

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:42 WIB

Neraca Dagang RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Sektor Nonmigas

Neraca Dagang RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Sektor Nonmigas

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:41 WIB

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

News | Senin, 02 November 2026 | 12:41 WIB

Unggul Lebih Dulu tapi Kalah, Shin Tae-yong Murka dengan Kesalahan Pemain Persija

Unggul Lebih Dulu tapi Kalah, Shin Tae-yong Murka dengan Kesalahan Pemain Persija

Bola | Senin, 02 November 2026 | 12:39 WIB

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo Dinilai Berlebihan, DPR: Ada Indikasi Pelanggaran HAM

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo Dinilai Berlebihan, DPR: Ada Indikasi Pelanggaran HAM

News | Senin, 02 November 2026 | 12:38 WIB

×