Arabica atau Robusta, Jenis Kopi Apa yang Paling Populer di Indonesia?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Arabica atau Robusta, Jenis Kopi Apa yang Paling Populer di Indonesia?
Pedagang biji kopi asal Lampung di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (11/2). (Dok. Suara.com)

Gerai-gerai kopi sedang menjamur dan trennya tengah meningkat di Indonesia. Dari beragam jenis kopi, lalu kopi jenis apa yang sedang hits?

Suara.com - Arabica atau Robusta, Jenis Kopi Apa yang Paling Populer di Indonesia?

Gerai-gerai kopi sedang menjamur dan trennya tengah meningkat di Indonesia. Dari beragam jenis kopi, lalu kopi jenis apa yang sedang hits?

COO Fore Coffee, Elisa Suteja selaku brand kopi lokal mengatakan kopi arabica tengah menjadi hits. Ini karena selain kualitas yang terjamin tapi juga punya efek kesehatan, dibanding robusta.

"Tren global juga, mereka klaim 100 persen arabica, konsumen interested ke kualitas dan efek kesehatan, kenapa pilih arabica esensial, bukan nggak baik robusta, dari kadar kafein nggak sendang itu, robusta deg-degan banget, ternyata karena kafein, dari pengamatan tren global," ujar Elisa di Fore Coffee Sudirman City, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019).

Beruntung, meski tinggi minat di dunia, Indonesia terkenal dengan sumber daya alamnya, termasuk mampu memproduksi biji kopi arabica. Bahkan di Sumatera sebagai penyumbang produksi kopi terbesar, ada sebanyak 3 sampai 4 jenis kopi yang Indonesia punya.

"Kita kaya sekali ada setiap pulau 3 sampai 4 jenis kopi. Di Sumatera itu penyumbang 70 persen kopi arabica di Indonesia. Kota kerjasamanya Bali, kopi dari Flores, sama Aceh, alasannya karena kompeksitas rasa. Bali rasanya lebih fruity, jadi ada lawan kita pilih region ini," jelas Elisa.

Elisa kemudian menjelaskan dari sisi kesehatan robusta juga punya keunggulan, tapi sayangnya untuk kesehatan lebih rendah 20 persen dibanding arabica. Namun perempuan itu mengingatkan jika semuanya hanya bergantung pada sugesti, seperti efek deg-degan karena pahit.

COO Fore Coffee, Elisa Suteja, bicara tentang tren kopi di Indonesia. (Suara.com/Dini Afrianti)
COO Fore Coffee, Elisa Suteja, bicara tentang tren kopi di Indonesia. (Suara.com/Dini Afrianti)

"(Kesehatan robusta) lebih rendah 20 persen, nendang nggak nendang itu sugesti saja, kalau minum kopi pahit bilangnya nendang, terus kalo misalnya di maksimalkan sekali deg-degan. Kita pengen kasih efek rasanya pas," ungkapnya.

Sementara itu, untuk jenis gula diakui Felisa jika gula aren kini semakin banyak peminatnya. Memang dari sisi kesehatan tidak jauh beda dengan gula pasir, tapi tekstur rasa gula aren yang creamy lebih diminati orang Indonesia.

"Aren latte, kopi susu dengan gula aren. Konsumen Indonesia cukup familiar rasa manis dan creamy. Kalau kopi hitam agak jauh, kalau minum aren latte fore pasion of Indonesia. Manisnya pun nggak terlalu agresif," tutupnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS