- Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Kelapa Gading Chapter diadakan 7–8 Februari 2026 di Jakarta untuk melatih kepemimpinan.
- Acara ini mensimulasikan sidang PBB bagi 158 peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan daerah di Indonesia.
- Konferensi yang didukung IGN dan Pemkot Jakarta Utara ini bertujuan membekali peserta dengan diplomasi dan pemikiran strategis.
Suara.com - Di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat, kepemimpinan masa depan tidak lagi cukup bertumpu pada kemampuan akademik semata. Generasi muda dituntut memiliki cara berpikir strategis, mampu bekerja sama lintas latar belakang, serta terbuka terhadap beragam perspektif global.
Keterampilan inilah yang mulai ditanamkan sejak dini melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, salah satunya lewat simulasi diplomasi internasional Model United Nations (MUN).
Upaya tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Kelapa Gading Chapter yang berlangsung pada 7–8 Februari 2026 di Harris Hotel and Convention Kelapa Gading, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium kepemimpinan bagi generasi muda untuk memahami dinamika global, berlatih mengambil keputusan, serta membangun kepercayaan diri sebagai calon pemimpin masa depan.
Acara ini mendapat dukungan dari Walikota Jakarta Utara dan secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, yang mendorong para peserta untuk terus mengembangkan potensi kepemimpinan mereka.
AYIMUN Kelapa Gading Chapter digagas oleh International Global Network (IGN) bekerja sama dengan Yayasan Al Azhar Kelapa Gading, serta didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Konferensi ini menghadirkan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirancang untuk memperkenalkan diplomasi internasional kepada pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga universitas.
“Hari ini, kita tidak hanya membuka chapter. Tetapi kita menyiapkan generasi muda untuk memimpin dunia yang dibentuk oleh perubahan yang pesat dan peluang yang tak terbatas,” ujar President IGN, Muhammad Fahrizal, dalam pidato pembukaan.
Pernyataan tersebut menegaskan visi IGN dalam membangun ekosistem pembelajaran yang membekali generasi muda dengan keterampilan kepemimpinan dan kompetensi global.
Dari 231 pendaftar, sebanyak 158 peserta resmi lolos seleksi dan mengikuti konferensi ini. Mereka berasal dari lebih dari 35 sekolah dan universitas di berbagai daerah seperti Jabodetabek, Medan, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
Keberagaman latar belakang ini menjadikan AYIMUN Kelapa Gading Chapter sebagai ruang interaksi antarpelajar yang kaya perspektif, sekaligus memperkuat tujuan AYIMUN untuk membawa pengalaman MUN lebih dekat kepada pelajar lokal.
Selama konferensi berlangsung, para peserta terlibat dalam sesi diskusi intensif dan simulasi sidang diplomasi yang meniru proses pengambilan keputusan di United Nations.
Mereka berlatih menyampaikan argumen, melakukan negosiasi, hingga menyusun dokumen resolusi secara kolektif. Seluruh proses ini dibimbing oleh para chair berpengalaman dari berbagai negara.
Seperti Syaqila binte Suzaini dari Singapura, AJ Grosvenor dari Thailand, serta Lathifah NJ dan Rayhan Ekananto dari Indonesia, guna memastikan diskusi berjalan efektif dan inklusif.
Lebih dari sekadar latihan akademik, konferensi ini menekankan pembentukan karakter. Peserta diajak untuk berpikir strategis, bekerja sama dalam tim, serta menghargai perbedaan sudut pandang.