Artis Nulis Buku, Jaminan Laris? Ini Kata Penerbit

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Artis Nulis Buku, Jaminan Laris? Ini Kata Penerbit
Ilustrasi buku. (Shutterstock)

Fenomena artis nulis buku semakin banyak ditemui belakangan ini.

Suara.com - Banyak orang percaya menulis bisa jadi ajang terapi psikologis, karena secara tidak langsung membantu mengeluarkan emosi dari dalam tubuhnya.

Seperti yang pernah dilakukan almarhum Presiden ke-3 RI BJ Habibie, yang akhirnya menulis buku agar sembuh dari rasa sedih dan depresi mendalam karena ditinggal sang istri, Ainun.

Nah, ngomong-ngomong soal menulis buku, belakangan semakin banyak publik figur yang menulis buku, baik by experience atau pengalaman, maupun buku-buku puisi. Lalu apakah semua buku dari publik figur akan selalu dilirik penerbit?

Ternyata tidak juga! Menurut penerbit PT. Elex Media Komputindo melalui Ida Bagus Kade Syumanjaya selaku Elex Fiction and Non Books Manager, dikatakan bahwa pihaknya akan lebih dulu melihat cara berkomunikasi si artis maupun publik figur kepada penggemar melalui sebuah karya.

"Kalau dari kami melihatnya para public figur ini memiliki fans mereka sendiri, dan selama ini kami lihat cara berkomunikasinya lewat karya publik figur, entah penyanyi, pemain sinetronk atau pemain film," ujar Syumanjaya di Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

"Nah, ya kami lihat dengan adanya fans ini apakah cara berkomunikasi yang lain akan berikan dampak positif, makanya ada beberapa yang kita coba. Nah, ternyata baik juga dengan dia menerbitkan buku," lanjutnya.

Untuk kategori buku juga tidak sembarangan, karena setiap publik figur, kata Syumanjaya, akan selalu punya passion menulis. Misalnya tentang motivasi, parenting, puisi, ataupun perjalanan kisah cinta. Asal si penulis punya kategori yang jelas dan tidak mengawang-awang.

"Kategori bukunya harus kita bidik, karena mungkin nggak akan sama jenis bukunya antara satu publik figur dengan publik figur yang lain. Mungkin ada yang model cerita kehidupan mereka, kaya Ayudia dan Ditto di Elex Media itu tentang perjalanan kisah cinta mereka. Nanti di tahun 2020 ini ketika mereka sudah punya anak," jelasnya.

Tren artis menulis buku memang tidak ramai sebelumnya. Ia melihat tren semakin meningkat seiring juga dengan meningkatnya penggunaan media sosial. Sehingga para artis mudah memasarkannya melalui media sosial.

"Sebenarnya dengan makin meningkatnya penggunaan media sosial, kita lihat, karena sampai saat ini media sosial digunakan cukup intens, dan memang pergeseran cukup cepat. Kalau dulu Facebook, nah sekarang ke Instagram, ke Youtube juga," paparnya.

Pergeseran itulah yang akhirnya membuat para konten kreator di Youtube banyak membuat bukunya sendiri. Seperti Diary Misteri Sarah (DMS), milik kanal youtube indigo Sara Wijayanto. Sara menulis buku karena untuk berbagi alasan mengapa ia membuat kanal youtube, dan Syumanjaya akui itu memang menarik untuk diterbitkan.

"Seperti DMS. Nah, itu laku juga, ternyata kami dekati ternyata ada pesan di balik beliau buat DMS. Ternyata menarik juga, apa yang disampaikan ke masyarakat," tutup Syumanjaya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS