Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai Bersama Komunitas Darlingqu

Ririn Indriani, Risna Halidi

Sabtu, 08 Februari 2020 | 09:47 WIB
Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai Bersama Komunitas Darlingqu
Komunitas peduli lingkungan yang diberi nama Darlingqu dibentuk pada 2019. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)

Suara.com - Di Indonesia, sampah dan limbah merupakan salah satu problem tiada akhir.

Melihat masalah tersebut, Emilya mencoba membuat perubahan dengan membentuk komunitas peduli lingkungan yang diberi nama Darlingqu.

Kepada Suara.com, perempuan yang akrab disapa Emyl tersebut mengaku bahwa Darlingqu baru dibentuk pada 2019. Hanya saja, ia bukan orang baru dalam bidang pengolahan limbah rumah tangga.

"Ini komunitas tentang lingkungan hidup. Singkatan dari Komunitas Peduli Sadar Lingkungan dan dulu itu sudah ada dengan nama Komunitas Darling," kata Emyl.

Di tangan Komunitas Darlingqu sampah disulap menjadi berbagai kerajinan. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)
Di tangan Komunitas Darlingqu sampah disulap menjadi berbagai kerajinan. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)

Di bawah bendera Darling, komunitas ini berada dalam organisasi sayap sebuah Gereja di kawasan Pondok Cabe, Tangerang, Banten.

Komunitas yang telah berdiri 10 tahun inilah yang menjadi cikal bakal Komunitas Darlingqu sekarang.

Emyl mengaku bersama kelompok Darlingqu sejak awal sudah menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan mengajak warga sekitar Pondok Cabe melalukan pemilahan sampah rumah tangga.

Dari sampah tersebut, mereka biasa membuat kerajinan dan pupuk kompos alami.

Komunitas Darlingqu sedang memanfaatkan limbah untuk menghasilkan kerajinan. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)
Komunitas Darlingqu sedang memanfaatkan limbah untuk menghasilkan kerajinan. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)

"Kami intinya ingin peduli lingkungan dan sampah kemudian hidup bersih tanpa bahan kimia. Sekarang itu dampaknya sudah berasa sama kita," terang Emyl.

baca juga

Gerakan komunitas Darlingqu sendiri berpusat di tiga RT di kawasan Kemiri, Pamulang, Banten. Di sana, Emyl telah mempergunakan sebuah lapangan berukuran 1000 meter persegi untuk bercocok tanam dan memelihara aneka ternak secara organik.

"Ada kebun sendiri ukuran tidak sampai 1000 meter persegi yang ditanami sayuran dan juga pohon kelor. Kami ada pasar organik setiap Minggu dan kalau Rabu dan Sabtu ada kegiatan dengan anggota," katanya.

Komunitas peduli lingkungan yang diberi nama Darlingqu dibentuk pada 2019. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)
Komunitas peduli lingkungan yang diberi nama Darlingqu dibentuk pada 2019. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)

Saat kegiatan inilah, komunitas Darlingqu biasa mengumpulkan 7 sampai belasan orang untuk belajar mengenai pengelolaan lingkungan.

Setiap hasil yang dibuat, akan dijual melalui komunitas Darlingqu. "Target kita ini bukan uang, tapi keterlibatan," tambahnya.

Belum lama ini, komunitas Darlingqu meresmikan bank sampah ke-300 di Kelurahan Pondok Cabe Udik Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Audiensi Gelaran Otomotif, Dua Acara Menarik Digelar di Banda Aceh

Audiensi Gelaran Otomotif, Dua Acara Menarik Digelar di Banda Aceh

Otomotif | Kamis, 06 Februari 2020 | 08:00 WIB

Penyuka Olah Raga Otomotif, Jangan Lewatkan Acara di Musi Banyuasin

Penyuka Olah Raga Otomotif, Jangan Lewatkan Acara di Musi Banyuasin

Otomotif | Senin, 03 Februari 2020 | 16:50 WIB

Seru, Fun Rally Fastron EcoGreen Diikuti Mobil LCGC

Seru, Fun Rally Fastron EcoGreen Diikuti Mobil LCGC

Otomotif | Senin, 03 Februari 2020 | 13:52 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×