alexametrics

Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai Bersama Komunitas Darlingqu

Ririn Indriani | Risna Halidi
Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai Bersama Komunitas Darlingqu
Komunitas peduli lingkungan yang diberi nama Darlingqu dibentuk pada 2019. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)

Di tangan Komunitas Darlingqu sampah 'disulap' jadi kerajinan dan pupuk kompos.

Suara.com - Di Indonesia, sampah dan limbah merupakan salah satu problem tiada akhir.

Melihat masalah tersebut, Emilya mencoba membuat perubahan dengan membentuk komunitas peduli lingkungan yang diberi nama Darlingqu.

Kepada Suara.com, perempuan yang akrab disapa Emyl tersebut mengaku bahwa Darlingqu baru dibentuk pada 2019. Hanya saja, ia bukan orang baru dalam bidang pengolahan limbah rumah tangga.

"Ini komunitas tentang lingkungan hidup. Singkatan dari Komunitas Peduli Sadar Lingkungan dan dulu itu sudah ada dengan nama Komunitas Darling," kata Emyl.

Baca Juga: China Investigasi Kematian Dokter Li Wenliang, Pengungkap Wabah Corona

Di tangan Komunitas Darlingqu sampah disulap menjadi berbagai kerajinan. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)
Di tangan Komunitas Darlingqu sampah disulap menjadi berbagai kerajinan. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)

Di bawah bendera Darling, komunitas ini berada dalam organisasi sayap sebuah Gereja di kawasan Pondok Cabe, Tangerang, Banten.

Komunitas yang telah berdiri 10 tahun inilah yang menjadi cikal bakal Komunitas Darlingqu sekarang.

Emyl mengaku bersama kelompok Darlingqu sejak awal sudah menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan mengajak warga sekitar Pondok Cabe melalukan pemilahan sampah rumah tangga.

Dari sampah tersebut, mereka biasa membuat kerajinan dan pupuk kompos alami.

Komunitas Darlingqu sedang memanfaatkan limbah untuk menghasilkan kerajinan. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)
Komunitas Darlingqu sedang memanfaatkan limbah untuk menghasilkan kerajinan. (Foto: Dok. Komunitas Darlingqu)

"Kami intinya ingin peduli lingkungan dan sampah kemudian hidup bersih tanpa bahan kimia. Sekarang itu dampaknya sudah berasa sama kita," terang Emyl.

Baca Juga: Bekerja Tanpa Henti, Tangan Dokter Ini Sampai Merah dan Bengkak Parah

Gerakan komunitas Darlingqu sendiri berpusat di tiga RT di kawasan Kemiri, Pamulang, Banten. Di sana, Emyl telah mempergunakan sebuah lapangan berukuran 1000 meter persegi untuk bercocok tanam dan memelihara aneka ternak secara organik.

Komentar