Support Mental Pasien Kanker, Anak Ini Potong Rambut Panjangnya

Silfa Humairah Utami

Rabu, 12 Februari 2020 | 14:58 WIB
Support Mental Pasien Kanker, Anak Ini Potong Rambut Panjangnya
Larissa, bocah berusia 5 tahun, datang bersama ibunya untuk menyumbangkan 25 cm rambutnya untuk mendukung penderita kanker. (Suara.com/Silfa Humairah)

Suara.com - Support Mental Pasien Kanker, Anak Ini Potong Rambut Panjangnya

Rambut adalah mahkota bagi perempuan, maka memberikannya menjadi tanda cinta dan bentuk dukungan serta apresiasi besar seseorang. Hal itu pula yang ingin disampaikan pada kegaitan Hair to Share Yayasan Kanker Indonesia dan Siloam Hospitals Semanggi pada Rabu (12/2/2020) di MRCCC Siloam Hospitals.

Dukungan atau motivasi dari lingkungan sekitar merupakan salah satu "obat" penting bagi penderita kanker, khususnya bagi pasien kanker yang mengalami kebotakan usai menjalankan kemoterapi.

Maka kegiatan Hair to Share atau berbagi rambut sebagai bentuk kepedulian kepada penderita kanker. Sumbangan rambut tersebut nantinya akan dibuat menjadi rambut palsu (wig) untuk disumbangkan kepada pasien kanker melalui YKI dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari lalu.

Perempuan menyumbangkan rambut panjangnya untuk mendukung penderita kanker. (Suara.com/Silfa Humairah)
Perempuan menyumbangkan rambut panjangnya untuk mendukung penderita kanker. (Suara.com/Silfa Humairah)

Menariknya, peserta yang mengikuti aksi Hair to Share tidak hanya datang dari kalangan orang dewasa melainkan juga dari anak-anak.

Larissa, bocah berusia 5 tahun, datang bersama ibunya untuk menyumbangkan 25 cm rambutnya untuk mendukung penderita kanker.

"Ikut mama mau potong rambut untuk kasih ke mereka yang nggak punya rambut," katanya saat diwawancara Suara.com.

Ada juga penyumbang yang menyumbangkan rambutnya setelah 17 tahun tidak pernah dipotong. Ia memberikan lebih dari 100 cm rambutnya untuk penderita kanker.

Peserta Hair to Share dan suaminya melakukan perpisahan rambutnya setelah tidak pernah dipotong selama 17 tahun, ia menyumbangkan rambut panjangnya untuk mendukung penderita kanker. (Suara.com/Silfa Humairah)
Peserta Hair to Share dan suaminya melakukan perpisahan rambutnya setelah tidak pernah dipotong selama 17 tahun, ia menyumbangkan rambut panjangnya untuk mendukung penderita kanker. (Suara.com/Silfa Humairah)

Sementara itu, Helen Martini, Ketua Yayasan Kanker Indonesia, menuturkan kegiatan Hair to Share bukan hanya dinilai dari berapa banyak yang kita berikan, akan tetapi seberapa besar cinta yang kita berikan. Mungkin ungkapan tersebut tepat untuk menggambarkan kepeduliaan para pendonor yang telah rela membagikan rambutnya. Para pendonor juga memiliki harapan yang sama bahwa penderita kanker harus tetap semangat dan yakin pada diri sendiri untuk sembuh.

baca juga

Ia menjelaskan bahwa syarat agar dapat berbagi rambut dapat dilakukan dengan catatan rambut peserta dinyatakan sehat, tidak beruban, tidak berwarna dan minimal panjang 25 cm. Setiap bulannya, YKI mendapatkan sumbangan banyak rambut dari masyarakat, bahkan mencapai 70 set setiap bulannya.

Peserta Hair to Share dan suaminya melakukan perpisahan rambutnya setelah tidak pernah dipotong selama 17 tahun, ia menyumbangkan rambut panjangnya untuk mendukung penderita kanker. (Suara.com/Silfa Humairah)
Peserta Hair to Share dan suaminya melakukan perpisahan rambutnya setelah tidak pernah dipotong selama 17 tahun, ia menyumbangkan rambut panjangnya untuk mendukung penderita kanker. (Suara.com/Silfa Humairah)

"Dari berbagai rambut itu, rambut akan diproses untuk pembuatan wig dengan sterilisasi yang bersih untuk kemudian akan diberikan membantu pasien kanker yang mengalami kebotakan usai menjalankan kemoterapi. Jadi, rambut ini bentuk dukungan biar mereka kuat menjalani pengobatan dengan tetap melakukan aktifitas seperti biasa keluar rumah," katanya. 

Menurutnya, berbagi rambut atau aksi sosial Hair to Share telah kami rencanakan sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk mensupport mental pasien dan meringankan beban mereka yang telah menjalankan kemoterapi kanker. Umumnya pasien kemoterapi kanker payudara dan pasien kanker serviks.

"Hal ini belajar dari pengalaman saya dulu, saat menjalankan kemoterapi dan harus dibotak, saya menggunakan rambut palsu sintetis dan itu sangat gatal karena dapat menimbulkan alergi. Ketika dapat ramput palsu dari rambut manusia, rasanya percaya diri dan tidak merepotkan alias tidak ada alergi dan gatal," katanya. 

Selain kegiatan Hair to Share yang kerap dilakukan oleh YKI ada juga sosialisasi  deteksi dini kanker payudara di klinik YKI, kemudian sosialisasi untuk melakukan gaya hidup sehat untuk mencegah kanker. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

YKI Soroti Angka Kanker Paru-paru Meningkat Drastis

YKI Soroti Angka Kanker Paru-paru Meningkat Drastis

Health | Rabu, 05 Februari 2020 | 20:35 WIB

Hari Kanker Sedunia, Rossa Ajak Masyarakat Tiru Para Pejuang Kanker

Hari Kanker Sedunia, Rossa Ajak Masyarakat Tiru Para Pejuang Kanker

Video | Selasa, 04 Februari 2020 | 20:03 WIB

Rutin Makan Pare Bisa Cegah Penyakit Kanker, Mitos atau Fakta?

Rutin Makan Pare Bisa Cegah Penyakit Kanker, Mitos atau Fakta?

Health | Rabu, 05 Februari 2020 | 06:25 WIB

Terkini

BNI Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:07 WIB

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik

Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik

Kaltim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:00 WIB

15 Kode Redeem FF Terbaru 17 Oktober: Klaim Bundle Cloaked Terror Gratis di Event Dunia Mistis

15 Kode Redeem FF Terbaru 17 Oktober: Klaim Bundle Cloaked Terror Gratis di Event Dunia Mistis

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Promo Indomaret Hari Ini 17 Oktober 2026: Diskon Minyak Goreng 2 Liter, Susu, hingga Body Care

Promo Indomaret Hari Ini 17 Oktober 2026: Diskon Minyak Goreng 2 Liter, Susu, hingga Body Care

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Bupati Klaten Hamenang Diduga Rutin Terima Uang Rp1,8 Miliar dari BUMD Hingga OPD

Bupati Klaten Hamenang Diduga Rutin Terima Uang Rp1,8 Miliar dari BUMD Hingga OPD

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Fantastis! Bupati Klaten Terima Setoran Pengusaha Tambang, Ratusan Juta Rupiah Mengalir

Fantastis! Bupati Klaten Terima Setoran Pengusaha Tambang, Ratusan Juta Rupiah Mengalir

Surakarta | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:32 WIB

Pakai Facebook dan Instagram untuk Bisnis? Meta Berpotensi Mengambil Data Situs Web

Pakai Facebook dan Instagram untuk Bisnis? Meta Berpotensi Mengambil Data Situs Web

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:31 WIB

×