facebook

YKI Soroti Angka Kanker Paru-paru Meningkat Drastis

Silfa Humairah Utami | Dini Afrianti Efendi
YKI Soroti Angka Kanker Paru-paru Meningkat Drastis
Ilustrasi pengobatan kanker. (Shutterstock)

Jumlah penderita kanker terus meningkat di Indonesia

Suara.com - YKI Soroti Angka Kanker Paru-paru Meningkat Drastis

Dunia baru saja memperingati hari kanker pada 4 Februari 2020 kemarin. Beberapa data menunjukkan angka penderita kanker setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Bahkan menurut data Globocan 2018 dari semua jenis kanker, kanker paru-paru menjadi sorotan lantaran meningkat drastis dengan sebanyak 26.095 orang di Indonesia meninggal karena kanker paru-paru setiap tahunnya. Sedangkan di Asia Tenggara, terdapat 30.023 kasus baru ditemukan.

"Kita semua patut waspada dengan jumlah penderita kanker yang terus meningkat di Indonesia. Termasuk kanker paru-paru, salah satu penyebab utama adalah gaya hidup yang merupakan penyebab 90 persen sampai 95 persen dari terjadinya kanker, seperti pola makan yang tidak sehat, merokok, obesitas, infeksi hingga konsumsi alkohol. Sedangkan sisanya diakibatkan oleh faktor keturunan," ujar Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASM, FACP di Grand Hyatt, Thamrin, Rabu (5/2/2020).

anggota support group YKI Pusat. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Anggota support group YKI Pusat. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Prof. Aru melanjutkan penting untuk masyarakat mencegah terjadinya kanker dengan menjaga berat badan dalam kategori ideal, dan mengatur pola makan. Terakhir tidak lupa berolahraga 3 kali seminggu atau melakukan aktivitas fisik yang teratur.

Baca Juga: Metode Terbaru Skrining Kanker Serviks, Lebih Murah dan Akurat

"Aktivitas ini bisa mencegah risiko kanker 30 persen hingga 35 persen, disertai dengan deteksi kanker atau skrining guna membantu diagnosa lebih dini sehingga memungkinkan pengobatan dengan hasil yang baik," tuturnya.

Di sisi lain penyintas kanker paru yang kini anggota support group YKI Pusat, menuturkan kisahnya yang mengidap dua jenis kanker sekaligus yakni kanker paru dan kanker usus. Bahkan ia sempat berpaling dari dokter dan mengikuti pengobatan di 'orang pintar' karena takut dibedah.

"Melawan kanker bukanlah hal yang mudah, selain pengobatan juga diperlukan dukungan keluarga dan orang terdekat, sekaligus seluruh elemen masyarakat. Oleh karena ini saya sangat mengapresiasi kerjasama MSD dengan YKI pusat untuk mendukung peningkatan kesadaran masyarakat mengenai standar terbaru dalam pengobatan kanker dunia khususnya kanker paru," ungkapnya.

Sementara data Globocan 2018 presentasi angka kematian kanker paru-paru di Indonesia mencapai 19,3 persen. Lebih tinggi dibanding total kematian dari seluruh kanker lainnya.

Penyakit ini juga merupakan kanker penyebab kematian terbanyak bagi pria yakni sebesar 22,8 persen. Dan menjadi salah satu penyebab kematian utama bagi perempuan sebanyak 14,2 persen.

Baca Juga: Beberapa Pengobatan Kanker Bisa Sebabkan Infertilitas, Apa Saja?

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar