Array

Tak Banyak yang Tahu, Puasa Lebih Banyak Manfaat bagi Perempuan, Apa Saja?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 25 Maret 2020 | 19:15 WIB
Tak Banyak yang Tahu, Puasa Lebih Banyak Manfaat bagi Perempuan, Apa Saja?
Ilustrasi perempuan berbuka puasa bersama. (Shutterstock)

Suara.com - Puasa diketahui membawa banyak manfaat bagi tubuh. Sejumlah penelitian juga telah mendukung fakta tersebut.

Sebuah penelitian terbaru bahkan menunjukkan ada perbedaan yang signifikan terhadap kesehatan perempuan saat puasa yang menahan diri dari makan selama enam jam ketika dibandingkan dengan pria.

Sebuah tim Australia dari Universitas Sydney ingin melihat bagaimana puasa berdampak pada kesehatan tikus secara keseluruhan.

Seperti diketahui hal itu dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, suatu kondisi yang umumnya dikaitkan dengan obesitas.

Ilustrasi diet. (Shutterstock)
Ilustrasi puasa merupakan diet sehat bila dijalankan dengan benar. (Shutterstock)

Mereka memperkirakan bahwa puasa memaksa tubuh untuk menggunakan energi yang tersimpan dari lemak dan gula yang disimpan. Hal ini dapat membantu menurunkan berat badan dan juga membantu kadar glukosa dan kolesterol darah.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Physiology, tim membagi hewan menjadi kelompok jantan dan betina.

Mereka dipuasakan selama enam jam pada malam hari (saat tikus lebih aktif). Proses ini dilakukan selama empat minggu.

"Perbedaan utama antara jenis kelamin ditemukan di hati dengan penyimpanan lemak dan penggunaan dalam hati berbeda pada pria dan wanita," kata kandidat doktoral Universitas Sydney Therese Freire, dalam rilis physoc.org yang diterima Suara.com, Rabu (25/3/2020)

Ilustrasi buka puasa bersama (bukber). (Shutterstock)
Ilustrasi buka puasa bersama (bukber). (Shutterstock)

Temuan itu menunjukkan bahwa puasa membawa lebih banyak manfaat untuk perempuan dibandingkan pria, khususnya bagi kesehatan hati. Seperti diketahui, hati adalah bagian integral dari tubuh dan hati yang sehat mengurangi risiko diabetes tipe 2, penyakit ginjal, dan tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Bikin Geregetan, Remaja Ini Dinginkan Nasi Pakai Hair Dryer

Tahap selanjutnya adalah menerapkan studi yang sama pada manusia untuk memeriksa apakah pola yang sama terjadi.

Penulis senior penelitian Samantha Solon-Biet mengatakan: "Dengan menyoroti berbagai respons terhadap puasa pada tikus jantan dan betina, kami menunjukkan pentingnya menyertakan kedua jenis kelamin dalam studi praklinis."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI